SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Menulis untuk Pengembangan Berpikir Kritis Siswa

Febrike Woro Anjarsari

Abstrak


ABSTRAK

 

Anjarsari, Febrike Woro. 2013. Menulis untuk Pengembangan Berpikir Kritis Siswa. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Suyono, M.Pd.

 

Kata Kunci: menulis, berpikir kritis, pembelajaran menulis

 

Kebutuhan dalam kehidupan menuntut seseorang berpikir secara kritis, kreatif, inovatif dan produktif untuk berkomunikasi dan memecahkan permasalahan. Menulis merupakan aktivitas menuangkan ide, gagasan dan perasaan lewat simbol-simbol grafik yang dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran berpikir.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan konseptual menulis dan pengembangan berpikir kritis, mendeskripsikan aspek berpikir kritis yang berkelindan dengan aspek penting menulis, mendeskripsikan bagaimana menulis digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan mendeskripsikan bagaimana kondisi ideal pembelajaran menulis yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka yang didukung dengan instrumen berupa matrik analisis. Matrik analisis yang dibuat oleh peneliti berfungsi sebagai instrumen untuk memasukkan dan menganalisis data. Tahapan analisis data yang dilakukan peneliti meliputi (1) langkah persiapan, (2) langkah penganalisisan, dan (3) langkah penyimpulan.

Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh empat kesimpulan hasil penelitian yaitu pertama, menulis dan berpikir kritis berhubungan, yakni (1) menulis sebagai aktivitas berpikir (kritis), dan (2) menulis sebagai media analisis pemikiran (kritis). Kedua, ditemukan 10 aspek berpikir kritis yang berkelindan dengan aspek penting menulis, yakni (1) kejelasan, (2) keakuratan, (3) ketelitian, (4) keterkaitan, (5) kedalaman, (6) keobjektifan, (7) kelogisan, (8) kepentingan, (9) kejujuran, dan (10) kebaruan. Ketiga, ditemukan sepuluh alasan menulis dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa, yakni (1) mengorganisasi perasaan, mengasah daya pikir dan konsentrasi, (2) meningkatkan kreativitas siswa, (3) mengikat ilmu, (4) memecahkan masalah dengan logis dan rasional, (5) mendorong siswa aktif, (6) meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berbahasa, (7) mengubah cara berpikir diri sendiri dan orang lain, (8) meningkatkan ketelitian siswa, (9) mengembangkan keterampilan afektif, dan (10) menantang masa depan. Keempat, ditemukan tujuh kondisi ideal pembelajaran menulis, yakni (1) kondisi ideal pengajar, (2) kondisi ideal siswa dan lingkungan belajar siswa, (3) kondisi ideal proses pembelajaran menulis, (4) kondisi ideal strategi dan model pembelajaran menulis, (5) kondisi ideal bahan pembelajaran menulis, (6) kondisi ideal media pembelajaran, dan (7) kondisi ideal penilaian pembelajaran menulis.