SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Menulis Surat Pribadi Berbahasa Jawa Siswa Kelas VIII MTs Negeri Jabung Kecamatan Talun Blitar

Fuad Abdillah

Abstrak


ABSTRAK

 

Abdillah, Fuad. 2014. Kemampuan Menulis Surat Pribadi Berbahasa Jawa Siswa Kelas VIII MTs Negeri Jabung Kecamatan Talun Blitar. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Mudjianto, M.Pd. (II) Karkono, S.S., M.A.

 

Kata Kunci: pembelajaran menulis, surat pribadi, bahasa Jawa

 

Bahasa Jawa merupakan bahasa yang sering dan banyak digunakan oleh masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur selain bahasa Indonesia. Bahasa Jawa sarat dengan nilai-nilai moral, yaitu memiliki beberapa undhak usuk ‘tingkat tutur’ dengan pilihan kata yang berbeda tetapi memiliki arti yang sama kepada lawan wicaranya. Bahasa dapat dinyatakan dalam bentuk lisan maupun tulisan. Menyatakan bahasa dalam bentuk tulisan disebut kegiatan menulis. Salah satu kompetensi dasar keterampilan menulis dalam pelajaran Bahasa Daerah yang harus dikuasai oleh siswa SMP/MTs adalah menulis surat pribadi dengan menggunakan ragam bahasa Jawa yang baik dan benar. Surat merupakan alat komunikasi jarak jauh yang dikirimkan lewat pos dengan ditempeli perangko pada amplopnya. Bahasa Jawa yang digunakan dalam surat juga disesuaikan dengan pembacanya. Dalam menulis surat, seseorang secara tidak langsung mempelajari banyak pelajaran, diantaranya menentukan pemilihan kata dengan lawan wicara, penggunan kalimat efektif, dan menulis dengan ejaan yang tepat.

Penelitian ini  dilaksanakan dengan tujuan yakni, mendeskripsikan kelengkapan serta keruntutan isi dalam menulis surat pribadi berbahasa Jawa siswa, kelengkapan serta keruntutan isi dalam menulis surat pribadi berbahasa Jawa siswa, dan penggunaan ejaan dalam surat pribadi berbahasa Jawa siswa kelas VIII MTsN Jabung Kecamatan Talun Kabupaten Blitar.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian gabungan, yaitu kuantitatif dan kualitatif serta menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti dan alat bantu berupa panduan kodifikasi, rubrik penilaian kemampuan menulis surat pribadi, dan panduan analisis. Data penelitian ini adalah surat pribadi siswa siswa kelas VIII MTsN Jabung Kecamatan Talun Kabupaten Blitar tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 85 surat. Kegiatan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik ketekunan pengamat dan triangulasi pakar, yaitu konsultasi pada dosen pembimbing.

Berdasarkan analisis data pada surat pribadi berbahasa Jawa siswa kelas VIII MTs Negeri Jabung Kecamatan Talun Blitar diperoleh tiga hasil penelitian. Pertama, Kelengkapan serta keruntutan unsur dalam menulis surat pribadi berbahasa Jawa siswa kelas VIII MTs Negeri Jabung, kecamatan Talun, Blitar. Kelengkapan isi surat pribadi sebagian besar sudah sangat lengkap dan keruntutan unsur surat pribadi sebagian besar sangat runtut. Kedua, keterpaduan kata dalam kalimat pada surat pribadi berbahasa Jawa siswa kelas VIII MTs Negeri Jabung sebagian besar masih kurang padu, keterpaduan kalimat dalam paragraf sebagian besar sangat padu, dan keterpaduan paragraf dalam rangkaian surat pribadi berbahasa Jawa siswa kelas VIII MTs Negeri Jabung sebagian besar sangat padu. Ketiga, penulisan kata ‘tembung’ pada surat pribadi berbahasa Jawa siswa kelas VIII MTs Negeri Jabung sebagian besar tidak sesuai, penggunaan huruf kapital pada surat pribadi berbahasa Jawa siswa kelas VIII MTs Negeri Jabung sebagian besar tidak sesuai, dan penggunaan pemakaian tanda baca pada surat pribadi berbahasa Jawa siswa kelas VIII MTs Negeri Jabung termasuk dalam kategori kurang sesuai dan tidak sesuai.

Dalam penelitian ini, penulis mempunyai empat saran yang ditujukan kepada (1) guru Bahasa Daerah, (2) siswa, (3) masyarakat umum, dan (4) peneliti selanjutnya. Guru Bahasa Daerah disarankan untuk memberikan PR terhadap siswa tentang kosakata bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jawa dan menulis beberapa kata yang masing-masing dikategorikan ke dalam tingkat tutur yang berbeda. Hal tersebut perlu dilakukan karena dalam aspek keterpaduan kata dalam kalimat masih muncul kosakata bahasa Indonesia maupun kosakata yang tidak sesuai dengan tingkat tuturnya. Guru juga harus melakukan perbaikan dalam ejaan dengan menyuruh siswa membawa EYD atau perpustakaan menyediakan EYD agar dapat dipinjam oleh siswa karena dari hasil penelitian, penggunaan ejaan masih banyak yang salah. Siswa disarankan untuk meningkatkan belajar berbahasa Jawa dengan tepat sesuai dengan tingkat tuturnya apabila memungkinkan dan siswa lebih sering-sering membaca EYD karena dalam penulisan tanda baca, apabila tanda baca salah meletakkan atau salah menulis, maka maknanyapun menjadi beda. Masyarakat umum disarankan untuk membenarkan jika dalam penggunaan bahasa Jawa masih salah karena dengan pembenaran tersebut, sedikit demi sedikit siswa merubah pemilihan kata yang salah. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian sejenis terkait dengan penggunaan pilihan kata dalam tingkat tutur dan penulisan ejaan.