SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerita Pendek dengan Teknik Peta Pikiran bagi Siswa SMA Kelas XI.

Febri Dwi Hariyanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Hariyanto, Febri Dwi. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerita Pendek dengan Teknik Peta Pikiran bagi Siswa SMA Kelas XI. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.   Pembimbing: (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd, (II) Musthofa Kamal, S.Pd, M.Sn.

 

Kata Kunci: bahan ajar, menulis cerita pendek, peta pikiran

Kegiatan menulis cerita pendek memiliki manfaat yang banyak bagi peserta didik. Manfaat menulis cerita pendek, di antaranya dapat melatih peserta didik peka untuk berimajinasi dan berlatih menggunakan bahasa ragam sastra. Menulis cerita pendek merupakan salah satu kompetensi dasar yang terdapat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satunya terdapat pada jenjang SMA, tepatnya pada kelas XI program Bahasa. Kompetensi dasar tersebut adalah menulis cerpen berdasarkan pengalaman orang lain dengan sudut penceritaan orang ketiga. Kompetensi tersebut harus dikuasai oleh siswa kelas XI program bahasa.

Untuk mendukung ketercapaian kompetensi tersebut, maka diperlukan suatu bahan ajar yang mendukung proses pembelajaran. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dan pengembangan bahan ajar menulis cerita pendek. Hal tersebut dilakukan bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mencapai kompetensi dasar tersebut.

Secara umum, tujuan penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan bahan ajar menulis cerita pendek dengan teknik peta pikiran untuk siswa SMA kelas XI program bahasa dengan memperhatikan unsur sistematika penyajian, isi materi, bahasa, dan tampilan. Dengan digunakannya teknik peta pikiran, siswa akan mudah dalam menyusun kerangka cerita pendek berupa unsur-unsur intrinsik. Selain itu, dengan adanya bahan ajar yang baru ini, diharapkan dapat memberi kemudahan bagi siswa dan guru saat pembelajaran menulis cerita pendek karena ada teknik yang mudah dan penuh kreativitas, yakni teknik peta pikiran.

Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model desain pembelajaran Borg and Gall. Berdasarkan model tersebut, terdapat empat tahap prosedur penelitian, di antaranya (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap validasi produk, dan (4) tahap revisi produk. Produk hasil pengembangan selanjutnya diujivalidasikan kepada ahlimenulis cerita pendek, ahli tampilan bahan ajar, guru bahasa Indonesia, dan siswa.

Data hasil uji validasi penelitian pengembangan ini berupa data nonverbal dan data verbal. Data nonverbal berupa berupa skor penilaian, komentar, dan saran perbaikan yang diperoleh dari catatan angket penilaian, sedangkan data verbal berupa hasil wawancara bebas dengan ahli, guru, dan siswa. Teknik analisis data kualitatif dilakukan dengan (1) mengumpulkan data verbal tertulis yang diperoleh dari angket penilaian, (2) mentranskrip data verbal lisan, (3) menghimpun, menyeleksi, dan mengklarifikasi data verbal tulis dan verbal lisan berdasarkan kelompok uji, dan (4) menganalisis data dan merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk melakukan tindakan terhadap produk yang dikembangkan, apakah produk perlu direvisi atau implementasi. Sementara itu, untuk teknik analisis data kuantitatif dilakukan dengan menghitung skor yang diperoleh dari hasil angket uji validasi dengan menggunakan rumus kuantitatif sederhana.

Hasil uji validasi bahan ajar dengan ahli pembelajaran menulis cerita pendek memperoleh rata-rata persentase 73%, dengan ahli tampilan bahan ajar memperoleh rata-rata persentase 73,21%, dengan guru bahasa Indonesia memperoleh rata-rata persentase 83,55%, dan dengan siswa memperoleh rata-rata persentase 80,37%. Dari hasil uji validasi produk bahan ajar yang dilakukan kepada ahli ternyata masih memerlukan revisi, terbukti dari perolehan persentase yang hanya mencapai 73%. Hasil yang diperoleh tersebut dijadikan bahan untuk memperbaiki aspek materi, bahasa, dan tampilan dalam bahan ajar agar nantinya bahan ajar tersebut sesuai dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Sementara itu, setelah produk bahan ajar direvisi, hasil yang diperoleh dari uji lapangan dengan guru dan siswa mendapatkan persentase di atas 74% dan itu artinya produk bahan ajar sudah layak untuk diimplementasikan dalam pembelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan, disarankan kepada guru dan siswa untuk membaca dan menggunakan buku ini sebagai buku pedoman dalam pembelajaran menulis cerita pendek. Selain itu, saran juga ditujukan kepada peneliti lain yang akan melakukan penelitian sejenis, diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian pengembangan bahan ajar ini sebagai dasar atau referensi menulis cerita pendek lebih lanjut dengan teknik atau strategi yang berbeda.