SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Mengidentifikasi Unsur Intrinsik Cerpen yang Dibacakan Siswa Kelas XI SMA BSS Malang Tahun Ajaran 2013/2014

Sinta Tri Astuti

Abstrak


ABSTRAK

 

Astuti, Sinta Tri. 2014. Kemampuan Mengidentifikasi Unsur Intrinsik Cerpen yang Dibacakan Siswa Kelas XI SMA BSS Malang Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Roekhan, M.Pd.

 

Kata kunci: kemampuan menyimak, mengidentifikasi unsur intrinsik cerpen

Kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik cerpen adalah kemampuan siswa untuk memahami unsur-unsur dari dalam yang membangun cerpen itu sendiri. Kemampuan ini merupakan salah satu kemampuan menyimak yang terus dikembangkan dalam pendidikan di Indonesia, tepatnya pembelajaran Bahasa Indonesia. Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada jenjang pendidikan sekolah dasar dan menengah. Siswa kelas XI telah mendapatkan pengalaman belajar mengidentifikasi unsur intrinsik cerpen karena pembelajaran menyimak pembacaan cerpen sudah diajarkan sejak sekolah dasar. Dengan demikian, siswa kelas XI memperoleh pengalaman belajar mengidentifikasi unsur intrinsik cerpen yang lebih intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) kemampuan mengidentifikasi latar cerpen, (2) kemampuan mengidentifikasi tokoh cerpen, (3) kemampuan mengidentifikasi penokohan cerpen, dan (4) kemampuan mengidentifikasi alur cerpen.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA BSS Malang yang berjumlah 123 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 yang berjumlah 22 siswa. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes mengidentifikasi unsur intrinsik cerpen. Instrumen yang digunakan adalah teks cerpen, lembar tugas siswa, dan lembar penilaian. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap persiapan, tahap pengkodean, dan tahap penilaian.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, tingkat kemampuan siswa kelas XI SMA BSS Malang dalam mengidentifikasi latar cerpen tergolong mampu dengan kriteria A, yaitu sebanyak 82% skor siswa dari 22 siswa sudah memenuhi KKM. Kedua, tingkat kemampuan siswa kelas XI SMA BSS Malang dalam mengidentifikasi tokoh cerpen tergolong mampu dengan kriteria A, yaitu sebanyak 86% skor siswa dari 22 siswa sudah memenuhi KKM. Ketiga, tingkat kemampuan siswa kelas XI SMA BSS Malang dalam mengidentifikasi penokohan cerpen tergolong mampu dengan kriteria A, yaitu sebanyak 77% skor siswa dari 22 siswa sudah memenuhi KKM. Kempat, tingkat kemampuan siswa kelas XI SMA BSS Malang dalam mengidentifikasi alur cerpen tergolong belum mampu dengan kriteria C, yaitu dari 22 siswa hanya sebanyak 41% skor siswa yang  memenuhi KKM.

Kemampuan siswa mengidentifikasi latar cerpen tinggi karena latar tempat, waktu, dan suasana yang digunakan pada cerpen memiliki tipe fisikal (neutral). Kemampuan siswa mengidentifikasi tokoh tinggi karena pertanyaan tentang tokoh relatif mudah dan jawabannya ada dalam teks yang tidak perlu ditafsirkan lagi. Kemampuan siswa mengidentifikasi penokohan tinggi karena penokohan dalam cerita digambarkan secara langsung (analitik). Kemampuan siswa mengidentifikasi alur rendah karena alur lebih bersifat kompleks dibandingkan latar, tokoh, dan penokohan, sehingga untuk memahami alur siswa perlu mendengarkan pembacaan cerpen berulang-ulang.

Saran penelitian ini disampaikan pada peneliti selanjutnya hendaknya mengembangkan penelitian lebih lanjut mengenai kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik cerpen yang dibacakan dengan menggunakan populasi yang lebih besar, yaitu bisa menggunakan populasi kelas XI di semua SMA yang ada di Malang. Bagi guru bahasa Indonesia hendaknya memberikan banyak latihan mengidentifikasi unsur intrinsik cerpen dan memantau kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik cerpen tiap siswa. Selain itu, guru hendaknya mengajarkan pembelajaran apresiasi dengan menggunakan cerpen yang mempunyai unsur intrinsik berbeda, misalnya cerpen dengan latar yang digambarkan secara tersirat, penggambaran penokohan yang digambarkan secara dramatik, dan alur dengan pola campuran. Bagi siswa hendaknya dapat memperbaiki kemampuan menyimak dengan lebih meningkatkan konsentrasi ketika mendengarkan pembacaan cerpen dan banyak berlatih mengidentifikasi unsur intrinsik cerpen yang dibacakan.