SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kebiasaan Membaca Siswa Berprestasi Tingkat SMP

Riska Maulidyananingtyas

Abstrak


ABSTRAK

 

Maulidyananingtyas, Riska. 2014. Kebiasaan Membaca Siswa Berprestasi Tingkat SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd., (II) Drs. Dwi Saksomo, M.Si.

 

Kata Kunci: kebiasaan membaca, siswa berprestasi

Kebiasaan membaca adalah suatu proses mengolah bacaan yang dilakukan secara rutin untuk memahami suatu makna yang terdapat dalam bacaan dengan menggunakan cara yang berbeda setiap pembaca sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Kebiasaan membaca penting untuk siswa sekolah. Siswa bisa mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan siswa dari kegiatan membaca. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kebiasaan membaca siswa SMP Negeri 1 Malang, SMP Negeri 4 Malang, dan SMP Negeri 15 Malang, (2) mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi kebiasaan membaca siswa, dan (3) mendeskripsikan manfaat kebiasaan membaca pada siswa berprestasi.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data ada tiga. Instrumen itu adalah (1) angket, (2) panduan wawancara, dan (3) panduan observasi. Hasil wawancara dan hasil observasi dianalisis berdasarkan panduan analisis wawancara dan observasi.

Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, ditemukan 16 kebiasaan membaca siswa berprestasi dari tiga SMPN di Kota Malang. Dilihat dari lokasi atau tempat yang dipilih siswa ada tiga lokasi membaca. Tiga lokasi itu adalah (1) siswa sering membaca di rumah, (2) siswa memilih tempat yang tenang dan nyaman, dan (3) siswa berkunjung ke toko buku. Dilihat dari waktu yang dipilih siswa untuk membaca ada lima waktu membaca. Lima waktu itu adalah (1) siswa memanfaatkan waktu luang, (2) siswa memanfaatkan waktu sebelum tidur malam, (3) siswa memanfaatkan waktu sepulang sekolah, (4) siswa memanfaatkan waktu sore hari, dan (5) siswa membaca ketika membutuhkan jawaban. Dilihat dari cara membaca siswa ada lima cara membaca. Lima cara itu adalah (1) mengambil inti isi buku, (2) menandai dan mencatat hal-hal yang tidak diketahui, (3) membaca sekilas, (4) menandai buku dengan melipat ujung kertas, dan (5) diselingi dengan kegiatan yang lain. Dilihat dari jenis bacaan ada satu jenis bacaan. Satu jenis bacaan itu adalah memilih bacaan fiksi (novel). Dilihat dari media yang dipilih siswa untuk membaca ada dua media. Dua media itu adalah buku dan internet. Kedua, ada 5 faktor yang memengaruhi kebiasaan membaca siswa berprestasi. Faktor-faktor itu adalah (1) keinginan dan kebutuhan pribadi siswa, (2) fasilitas bacaan, (3) keluarga, (4) teman, dan (5) rasa persaingan. Ketiga, ada tujuh manfaat kebiasaan membaca dengan prestasi yang diperoleh siswa di sekolah. Manfaat itu adalah (1) menambah pengetahuan, (2) membantu menjawab pertanyaan dengan cepat, (3) memudahkan siswa untuk menagkap materi dari guru, (4) meningkatkan nilai siswa di kelas, (5) membuat siswa lebih percaya diri saat berdiskusi dengan teman, (6) membuat siswa untuk bersikap lebih aktif, dan (7) meningkatkan konsentrasi.

Berdasarkan hasil temuan penelitian dapat dikemukakan beberapa saran. Pertama untuk siswa. Membaca sangat berhubungan dengan prestasi yang diperoleh siswa di sekolah. Semakin banyak membaca siswa akan semakin banyak memiliki pengetahuan. Oleh sebab itu, siswa disarankan untuk terbiasa membaca di waktu luang. Siswa disarankan banyak membaca untuk memperoleh pengetahuan dan informasi yang dibutuhkan. Kedua untuk guru. Guru merupakan pengganti orang tua yang ada di sekolah, sehingga guru dapat mendorong siswa untuk melakukkan aktivitas yang bermanfaat. Membaca mampu meningkatkan prestasi siswa. Oleh sebab itu, guru disarankan untuk menanamkan kebiasaan membaca di setiap mata pelajaran. Ketiga untuk orang tua. Salah satu faktor yang bisa memengaruhi siswa untuk membaca adalah dukungan dari orang tua. Orang tua disarankan untuk selalu memberikan dukungan yang mampu mendorong siswa untuk mempunyai kebiasaan membaca.