SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Menyimak Berita Siswa Kelas VII SMP PGRI 1 Singosari Malang

Lady Apsari

Abstrak


ABSTRAK

 

Apsari, Lady. 2014. Kemampuan Menyimak Berita Siswa Kelas VII SMP PGRI 1 Singosari Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd. (II) Musthofa Kamal, S.Pd, M.Sn.

 

Kata kunci: menyimak, pembelajaran menyimak,menyimak berita

Untuk memperoleh sebuah informasi, kegiatan yang pertama kali dilakukan seseorang adalah menyimak.Keterampilan menyimak bisa mempengaruhi keterampilan berbahasa yang lain. Keterampilan berbahasa itu antara lain adalah keterampilan berbicara, membaca, dan menulis. Jika kegiatan menyimak tidak berjalan dengan baik, maka kegiatan berbahasa yang lain pun tidak akan berjalan normal. Dalam pembelajaran berbahasa terdapat empat aspek yang harus dikuasai siswa yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pada pembelajaran berbahasa di sekolah juga diajarkan keterampilan menyimak. Hal ini dibuktikan pada standart isi terdapat aspek menyimak dengan kompetensi dasar menyimpulkan pokok isi berita yang telah didengar ke dalam beberapa kalimat.

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyimak berita, secara khusus bertujuan untuk mengetahui (1) kemampuan siswa kelas VII SMP PGRI 1 Singosari dalam menemukan pokok isi berita yang didengar, dan (2) kemampuan siswa kelas VII SMP PGRI 1 Singosari dalam merangkai pokok isi berita ke dalam sebuah paragraf.

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP PGRI 1 Singosari. Siswa kelas VII terdiri dari empat kelas dengan jumlah 104 siswa. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VII B dengan jumlah 33 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pertanyaan subjektif uraian bebas.Tes ini dilaksanakan dengan memutar tape recorder. Pada tahap pengumpulan data siswa diperdengarkan sebuah audio berita.Data penelitian ini berupa skor untuk setiap hasil kerja siswa berdasarkan aspek-aspek penilaian yang sudah ditentukan dalam pedoman penilaian kemudian dari hasil penyekoran tersebut dideskripsikan kemampuan siswa dalam menyimak berita.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas VII SMP PGRI 1dalam menemukan pokok isi berita secara keseluruhan dikategorikan cukup dengan presentase sebesar 29,29%.Kemampuan siswa secara rinci yaitu  kemampuan menemukan unsur apa sebesar 67,68%, unsur siapa sebesar 39,39%, unsur kapan sebesar 5,05%, unsur bagaimana sebesar 54,55%, unsur dimana sebesar 18,18%, unsur mengapa sebesar 0%. Pada kemampuan siswa dalam merangkai paragraf secara keseluruhan dapat dikategorikan kurang dengan presentase sebesar 37,37%. Kemampuan siswa secara rinci yaituaspek kelengkapan dikategorikan cukup baik yaitu dengan persentase sebesar 28,28%. Aspek keruntutan dapat dikategorikan cukup baik yaitu dengan persentase sebesar 26,26%. Aspek kejelasan dikategorikan cukup baik yaitu dengan persentase sebesar 27,27%. Kemampuan siswa dalam menuliskan jumlah kalimat dalam paragraf dikategorikan sangat baik yaitu dengan persentase sebesar 36,36%. Kemampuan siswa dalam kehematan kalimat yang digunakan dalam merangkai paragraf, dikategorikan baik yaitu dengan persentase sebesar 33,33%. Kemampuan siswa dalam menggunakan kata baku dalam merangkai paragraf pada dikategorikan cukup yaitu dengan persentase sebesar 42,42%.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diberikan peneliti. Petama, bagi guru pelajaran Bahasa Indonesia, penelitian ini untuk mengetahui potret objektif dalam kemampuan menyimak berita siswa. Hal ini diharapkan dapat memberikan suatu gambaran pada guru mata pelajaran Bahasa Indonesia mengenai kemampuan siswa dalam menyimak berita. Setelah mengetahui tingkat kemampuan siswa guru bisa memberikan perlakuan yang lebih tepat kepada siswa atau kelas. Perlakuan tersebut bisa dengan cara membuat metode, media, dan model yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Guru juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam hal menyimak. Kedua, bagi peneliti selanjutnya penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk mengadakan penelitian sejenis atau dapat pula sebagai masukan untuk membuat penelitian baru dalam hal metode, media, bahan ajar dalam hal menyimak berita.