SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Menuliskan Kembali Dongeng yang sudah Dibaca Siswa Kelas VII SMP Negeri I Watulimo

Dieseta Silvi Palupi

Abstrak


ABSTRAK

 

Palupi,  Dieseta  Silvi.  2014.  Kemampuan  Menuliskan  Kembali  Dongeng  yangsudah Dibaca Siswa Kelas VII SMP Negeri  I Watulimo. Skripsi,  JurusanSastra  Indonesia,  Fakultas  Sastra,  Universitas  Negeri  Malang.Pembimbing: (I) Dr. H. Imam Agus Basuki, M. Pd (II) Dr. Sunoto, M. Pd.

 

Kata kunci: pembelajaran menulis, menulis dongeng.

Menulis  adalah  kemampuan menuangkan  gagasan  dalam  bentuk  bahasatulis  untuk  disampaikan  kepada  pembaca.  Salah  satu  kompetensi  dasar  aspekmenulis  dalam  standar  isi  bahasa  Indonesia  kelas  VII  SMP  pada  KurikulumTingkat  Satuan  Pendidikan  adalah  menulis  kembali  dengan  bahasa  sendiridongeng yang pernah dibaca atau didengar. Tujuan penelitian ini untuk mengukurkemampuan  menuliskan  kembali  dongeng  yang  sudah  dibaca  siswa  kelas  VIISMP Negeri I Watulimo. Kemampuan menulis ini dilihat dari aspek ejaan, pilihankata, keefektifan kalimat, dan kelengkapan isi yang kemudian akan dinilai secarakeseluruhan untuk ditentukan kemampuannya.

Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan menggunakanjenis penelitian kuantitatif. Data penelitian  ini berupa skor untuk setiap karanganberdasarkan  aspek-aspek  penilaian  yang  sudah  ditentukan  dalam  pedomanpenilaian  kemudian  dari  hasil  penyekoran  tersebut  dideskripsikan  kemampuansiswa dalam menuliskan kembali dongeng yang sudah dibaca.Karangan siswa dari kegiatan menuliskan kembali dongeng, dianalisis dandinilai berdasarkan pedoman penilaian. Penilaian dilakukan dengan memberikanskor  pada  setiap  aspek  yang  diteliti.  Setelah  semua  data  terkumpul  dilakukananalisis data. Analisis data meliputi (1) persiapan, (2)  tabulasi, (3) penilaian, dan(4) deskripsi hasil penelitian.

Hasil  penelitian  kemampuan  menuliskan  kembali  dongeng  yang  sudahdibaca siswa kelas VII SMP Negeri I Watulimo, menunjukkan siswa yang mampumenuliskan kembali dengan ejaan yang kurang dari 4 kesalahan sebanyak 10 dari50 siswa atau sebesar 20%, sedangkan sebanyak 40 siswa atau sebesar 80% belummampu menuliskan kembali dongeng dengan ejaan yang  tepat. Dari  segi pilihankata, siswa yang mampu menuliskan kembali dongeng dengan pilihan kata yangtepat  sebanyak 47 dari 50  siswa atau  sebesar 94%  sedangkan  siswa  yang belummampu  sebanyak  3  siswa  atau  sebesar  6%. Dari  segi  keefektifan  kalimat  siswayang mampu menuliskan kembali dongeng  yang  sudah dibaca  sebanyak  43 dari50 siswa atau sebesar 86% dan sebanyak 7 siswa atau sebesar 14% belum mampumenuliskan kembali dongeng dengan kelimat yang efektif. Dari segi kelengkapanisi  siswa  yang  mampu  menuliskan  kembali  dongeng  dengan  isi  yang  lengkapsebanyak  44  siswa  atau  sebesar  88%  dan  sebanyak  6  siswa  atau  12%  belummampu.  Dari  rata-rata  keseluruhan  aspek  penilaian  siswa,  kemampuan  siswadalam  menuliskan  kembali  dongeng  yang  sudah  dibaca  siswa  kelas  VII  SMPNegeri  I Watulimo  tahun  pelajran  2013/2014 menunjukkan  nilai  rata-rata  79,8.Dengan  demikian  siswa  kelas  VII  SMP  Negeri  I  Watulimo  tahun  pelajaran2013/2014  dapat  dikatakan  mampu  dalam  menuliskan  kembali  dongeng  yangsudah dibaca.

Berdasarkan  hasil  penelitian  dan  pembahasan  dapat  diberikan  sarankepada  tiga pihak yaitu guru bahasa Indonesia, siswa, dan peneliti  lain. Pertama, kepada  guru  bahasa  Indonesia  SMP  Negeri  I Watulimo,  dari  hasil  temuan  ini,guru disarankan untuk membiasakan siswa menggunakan bahasa  Indonesia yangbaik  dalam  kegiatan  pembelajaran  bahasa  Indonesia,  dalam  arti  tidakmencampuradukkan  dengan  dialek.  Saran  selanjutnya  untuk  guru,  dalampembelajaran menulis,  siswa  lebih ditekankan kembali dalam penggunaan ejaan.Selain  itu  disarankan  kepada  guru  untuk  lebih  meningkatkan  kualitas  menulissiswa.  Kedua,  kepada  siswa,  dari  hasil  temuan  ini  siswa  disarankan  untukmembiasakan  diri  menggunakan  bahasa  Indonesia  yang  baik  dalamberkomunikasi.  Selain  itu  disarankan  untuk  siswa  agar  lebih  memperhatikanpenggunakan  tata bahasa dan  ejaan  yang baik dalam pelajaran bahasa  Indonesiakhususnya  dalam  pembelajaran menulis. Ketiga,  kepada  peneliti  lain,  dari  hasiltemuan  ini  disarankan  untuk  menjadikan  penelitian  ini  sebagai  batu  loncatanuntuk  mengembangkan  bahan  ajar,  media  pembelajaran,  atau  melakukanpenelitian  tindakan kelas untuk meningkatkan hasil kegiatan menulis siswa SMPNegeri I Watulimo.