SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Menulis Panduan Wawancara Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Ponggok Blitar Tahun Ajaran 2013/2014 melalui Penggunaan Media Rekaman Tayangan Berita

Fenin Inaya

Abstrak


ABSTRAK

 

Inaya, Fenin. 2014. Peningkatan Kemampuan Menulis Panduan Wawancara Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Ponggok Blitar Tahun Ajaran 2013/2014 melalui Penggunaan Media Rekaman Tayangan Berita. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryo HS, S.H. M.Hum., (II) Drs. Bustanul Arifin, S.H. M.Hum.

 

Kata kunci: peningkatan kemampuan menulis, panduan wawancara, media rekaman tayangan berita

Pembelajaran menulis panduan wawancara merupakan keterampilan yang penting untuk diajarkan pada jenjang SMP. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada SMP Negeri 2 Ponggok Blitar, yaitu dengan pengamatan pembelajaran serta hasil tulisan panduan wawancara siswa. Kemampuan siswa dalam menulis panduan wawancara masih rendah serta belum mencapai SKM yang ditetapkan. Masih terdapat siswa yang memperoleh nilai di bawah standar yaitu 75.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran dan hasil peningkatan kemampuan menulis panduan wawancara siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Ponggok Blitar. Penggunaan media rekaman tayangan berita diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa khususnya pada penulisan panduan wawancara. Media rekaman tayangan berita ini bersifat menarik, menyenangkan, dan mampu merangsang siswa untuk menulis panduan wawancara. Kegiatan menulis panduan wawancara ini terdiri dari pengamatan media, penentuan narasumber, penulisan informasi mengenai narasumber, penulisan panduan wawancara, interpretasi, penyuntingan, dan evaluasi. Manfaat penelitian ini adalah membantu siswa dalam mengatasi kesulitan dalam menulis panduan wawancara dengan bahasa yang baik dan benar.

Rancangan penelitian yang digunakan merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus. Setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Pada siklus I, topik rekaman tayangan berita yang digunakan dalam pembelajaran menulis panduan wawancara adalah “Anak rimba ikut Ujian Nasional”. Topik ini ditentukan oleh guru dan siswa menentukan sendiri tokoh yang akan dijadikan narasumber. Pada siklus II, topik yang digunakan adalah “Kapten Timnas bertekad bawa Indonesia juara Piala AFF U-19”. Topik ini dipilih dan disepakati oleh seluruh siswa kelas VIII A. Narasumber pada siklus II ini ditentukan oleh guru berdasarkan tokoh yang digemari oleh siswa, sehingga siswa akan memiliki informasi dan pengetahuan yang lebih terhadap narasumber.

Pengambilan data yang digunakan berupa data hasil tulisan siswa dan proses. Berdasarkan pengamatan proses yang telah dilakukan pada siklus I dan siklus II kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran menulis panduan wawancara melalui penggunaan media rekaman tayangan berita meningkat. Pada siklus I pertemuan pertama, aktivitas dan interaksi siswa masih kurang. Sedangkan pada pertemuan kedua, aktivitas dan interaksi siswa sudah cukup baik. Pada siklus II pertemuan pertama, aktivitas dan interaksi siswa lebih baik dari pada aktivitas dan interaksi siklus I. Sedangkan pada pertemuan kedua, aktivitas dan interaksi siswa lebih baik dari pada aktivitas dan interaksi siswa pada pertemuan pertama.

Berdasarkan analisis data penelitian kemampuan menulis panduan wawancara dari siklus I ke siklus II menunjukkan peningkatan kemampuan menulis siswa pada aspek isi. Pada aspek isi siklus I, jumlah siswa yang mendapat nilai antara 91—100 sebanyak 3 siswa, siswa yang mendapat nilai antara 81—90 sebanyak 6 siswa, siswa yang mendapat nilai antara 75—80 sebanyak 7 siswa, dan 12 siswa untuk siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan. Pada siklus II, jumlah siswa yang memperoleh nilai antara 91—100 meningkat menjadi 11 siswa, 3 siswa untuk siswa yang mendapat nilai antara 81—90, 7 siswa untuk siswa yang mendapat nilai antara 75—80, dan 7 siswa untuk siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan.

Berdasarkan analisis data penelitian kemampuan menulis panduan wawancara dari siklus I ke siklus II menunjukkan peningkatan kemampuan menulis siswa pada aspek bahasa. Pada aspek bahasa siklus I, tidak ada siswa yang mendapat nilai antara 91—100, siswa yang mendapat nilai antara 81—90 sebanyak 1 siswa, siswa yang mendapat nilai antara 75—80 sebanyak 8 siswa, dan 19 siswa untuk siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan. Pada siklus II, jumlah siswa yang memperoleh nilai antara 91—100 meningkat menjadi 1 siswa, 12 siswa untuk siswa yang mendapat nilai antara 81—90, 6 siswa untuk siswa yang mendapat nilai antara 75—80, dan 9 siswa untuk siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan.

Kemampuan siswa menulis panduan wawancara meningkat pada aspek isi subaspek kesesuaian dan kepaduan. Terdapat satu subaspek yang belum mengalami peningkatan yaitu subaspek kelengkapan. Rata-rata nilai subaspek kesesuaian dari siklus I ke siklus II meningkat dari 72% menjadi 80%. Subaspek kelengkapan belum banyak mengalami peningkatan, yaitu 75% menjadi 73%. Pada subaspek kepaduan mengalami peningkatan dari 77% menjadi 86% pada siklus II.

Kemampuan menulis panduan wawancara siswa pada aspek kebahasaan dapat ditingkatkan melalui penggunaan media rekaman tayangan berita. Hal ini dapat dibuktikan dengan kemampuan menulis panduan wawancara siswa pada aspek kebahasaan yang meliputi subaspek ejaan, tanda baca, pilihan kata atau diksi, serta keefektifan kalimat dan kalimat tanya dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Subaspek ejaan dari siklus I ke siklus II meningkat dari 52% menjadi 65% dan subaspek tanda baca meningkat sebesar 67% menjadi 69%. Pada subaspek pilihan kata meningkat dari 76% menjadi 81% serta subaspek keefektifan kalimat dan kalimat tanya meningkat dari 74% menjadi 91%.