SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Kesalahan Kalimat dalam Artikel Siswa Kelas XI SMAN 5 Malang

WILDAN PRADISTYA PUTRA

Abstrak


ABSTRAK

 

Putra, Wildan P. 2014. Analisis Kesalahan Kalimat dalam Artikel Siswa Kelas XI SMAN 5 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryo H. S., S.H., M.Hum., (II) Dr. Mudjianto, M.Pd.

 

Kata kunci: penulisan kalimat, kesalahan kalimat, artikel karya siswa

Menulis artikel merupakan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa SMA kelas XI. Untuk membuat artikel yang baik, siswa harus mematuhi karakteristik penulisan artikel. Salah satu karakteristik penulisan artikel adalah menggunakan kalimat yang baik dan benar. Akan tetapi, kemampuan siswa dalam menulis kalimat yang baik dan benar pasti berbeda. Berkaitan dengan itu, diperlukan pembahasan mengenai kesalahan kalimat yang terdapat dalam artikel.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan kalimat yang terdapat dalam artikel karya siswa kelas XI SMAN 5 Malang tahun ajaran 2013-2014. Kesalahan kalimat dalam artikel karya siswa, yaitu kesalahan pada kesepadanan struktur, kesalahan pada kepararelan bentuk, kesalahan pada ketegasan makna, kesalahan pada kehematan kata, kesalahan pada kecermatan penalaran, kesalahan pada kepaduan gagasan, dan kesalahan pada kelogisan bahasa.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskripstif kualitatif. Data penelitian ini berupa jumlah kalimat yang salah yang terdapat dalam artikel karya siswa. Sumber data penelitian ini adalah artikel karya siswa kelas XI. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri, sedangkan instrumen pendukung yang digunakan berupa tabel panduan kodifikasi data, panduan identifikasi data, dan panduan analisis data. Pengecekan keabsahan data pada penelitian ini dengan empat cara, yaitu (1) keikutsertaan peneliti, (2) ketekunan pengamatan, (3) triangulasi data, dan (4) diskusi kesejawatan. Kegiatan analisis dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan/verifikasi.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tujuh simpulan sebagai berikut. Pertama, kesalahan kalimat pada kesepadanan struktur disebabkan oleh adanya preposisi di depan subjek sehingga membuat fungsi subjek tidak jelas, kata hubung intrakalimat sehingga dipakai pada kalimat tunggal, dan predikat kalimat didahului konjungsi yang. Kedua, kesalahan kalimat pada kepararelan bentuk disebabkan oleh tidak samanya bentuk kata dalam kalimat, bentuk kata pertama verba sedangkan bentuk kata yang lain nomina. Ketiga, kesalahan kalimat pada ketegasan makna disebabkan oleh penggunaan partikel penekanan –lah dengan tidak tepat. Keempat, kesalahan kalimat pada kehematan kata disebabkan oleh pemakaian superordinat pada hiponimi kata, penjamakan kata-kata yang berbentuk jamak, dan penggunaan dua kata yang memiliki arti sama. Kelima, kesalahan kalimat pada kecermatan penalaran disebabkan oleh tidak hadirnya konjungsi/preposisi dalam kalimat sehingga menimbulkan makna ganda dan ketidaktepatan penggunaan kata merupakan yang digunakan pada kalimat definisi. Keenam, kesalahan kalimat pada kepaduan gagasan disebabkan oleh adanya ungkapan pengantar kalimat diikuti oleh ungkapan sejenis dan antara subjek dan predikat disisipi keterangan. Ketujuh, kesalahan kalimat pada kelogisan bahasa disebabkan oleh adanya pemilihan kata dengan tidak tepat dan adanya penggunaan pronomina dengan tidak tepat.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disarankan kepada guru bahasa Indonesia dan peneliti lain. Pertama, guru bahasa Indonesia disarankan supaya lebih baik lagi dalam menyampaikan materi penulisan kalimat yang baik dan benar kepada siswa, terutama dalam penulisan artikel. Selain itu, guru diharapkan dapat memberikan penjelasan dan tanggapan terhadap kesalahan-kesalahan kalimat yang masih banyak dilakukan siswa, agar kesalahan tidak terulang kembali dan terjadi perbaikan pada proses belajar mengajar selanjutnya. Kedua, peneliti lain disarankan supaya dapat menggali lebih dalam tentang kebahasaan, khususnya dalam bidang sintaksis mengenai struktur-struktur kalimat. Penelitian selanjutnya juga bisa dilakukan, misalnya penelitian yang mengangkat permasalahan tentang penggunaan struktur kalimat yang terdapat dalam artikel yang dikerjakan oleh siswa.