SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM LAPORAN PERJALANAN SISWA KELAS VIII SMPN 1 TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

SERA SENGGANI

Abstrak


ABSTRAK

 

Senggani, Sera. 2014. Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Laporan Perjalanan Siswa Kelas VIII SMPN 1 Takeran Magetan. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sunaryo HS., S.H.,M.Hum (II) Drs. Bustanul Arifin, S.H., M.Hum

 

Kata Kunci: penggunaan bahasa Indonesia, laporan perjalanan

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang penting untuk dikuasai. Menulis merupakan upaya melatih siswa agar mampu mengungkapkan gagasan secara tertib dan teratur. Salah satu kompetensi dasar keterampilan menulis pada jenjang SMP adalah menulis laporan perjalanan. Laporan perjalanan berfungsi sebagai perekam pengalaman atau peristiwa yang diperoleh siswa selama perjalanan. Dengan menulis laporan perjalanan, siswa tidak hanya mengungkapkan pengalaman, tetapi juga memerhatikan penggunaan tata bahasa Indonesia.

Penelitian ini difokuskan pada bahasa yang digunakan siswa dalam menulis laporan perjalanan dalam kompetensi dasar menulis laporan perjalanan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan penggunaan bahasa Indonesia dalam laporan perjalanan siswa kelas VIII SMPN 1 Takeran. Penggunaan bahasa yang dimaksud meliputi ejaan, pilihan kata, pengalimatan, dan pemaragrafan pada laporan perjalanan yang ditulis siswa.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif, yaitu menekankan pada penggunaan bahasa Indonesia dalam laporan perjalanan yang ditulis oleh siswa. Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Takeran yang terletak di desa Jomblang, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan. Sumber data penelitian ini ialah laporan perjalanan siswa yang berjumlah 37 teks. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII C sejumlah 19 siswa dan kelas VIII D sejumlah 18 siswa. Kegiatan yang dilakukan dalam pengumpulan data meliputi memilih laporan perjalanan siswa yang berkompeten untuk dianalisis (reduksi data), mengodifikasi, dan menyajikan pada tabel sesuai kategori (ejaan, pilihan kata, kalimat atau paragraf). Selanjutnya, hasil kodifikasi dianalisis untuk disimpulkan atau diverifikasi. Pengecekan keabsahan temuan penelitian ini dilakukan dengan dua cara, yaitu pengecekan ahli dan pengecekan teori.

Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan penggunaan ejaan yang tepat dan tidak tepat dalam laporan perjalanan siswa meliputi penulisan huruf, penulisan kata, dan tanda baca. Sebagian siswa telah menggunakan ejaan sesuai kaidah dalam EYD, tetapi sebagian yang lainkurang memerhatikan ejaan, seperti huruf kecil di awal kalimat, penulisan di, ke, dari sebagai kata depan atau sebagai imbuhan yang tertukar, penggunaan jam dan pukul yang tertukar, serta penulisan nominal uang yang tidak tepat.

Pada kategori pilihan kata, ditemukan penggunaan pilihan kata yang tepat dan tidak tepat dalam laporan perjalanan siswa, meliputi ketepatan, kegramatikalan, dan kebakuan. Sebagian siswa telah menggunakan pilihan kata dengan tepat, tetapi sebagian yang lain masih menggunakan bahasa yang tidak baku seperti bahasa sehari-hari (percakapan), bahasa gaul (slank), serta penulisan serapan dari bahasa asing yang tidak tepat.

Pada kategori kalimat, ditemukan penggunaan kalimat yang tepat dan tidak tepat dalam laporan perjalanan siswa, meliputi kelengkapan, kelogisan, keserasian atau kesejajaran, kesatuan atau kepaduan, kehematan, kecermatan, dan kefokusan. Sebagian siswa telah menggunakan kalimat efektif, tetapi sebagian yang lain masih menggunakan kalimat yang tidak hemat dan tidak logis. Selain itu, banyak kalimat siswa yang memiliki lebih dari satu ide dalam satu kalimat.

Pada kategori paragraf, ditemukan penggunaan paragraf yang tepat dan tidak tepat dalam laporan perjalanan siswa, meliputi unsur kohesi dan koherensi. Sebagian siswa telah menggunakan paragraf yang efektif, tetapi sebagian yang lain menuliskan kronologi peristiwa secara tidak runtut dan dalam satu paragraf terdapat lebih dari satu gagasan utama. Selain itu, gagasan utama tidak didukung dengan gagasan-gagasan penjelas yang memadai.

Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan tiga saran, yaitu guru Bahasa Indonesia dapat memberikan latihan kepada siswa untuk mengisi atau memperbaiki contoh paragraf yang salah dari segi ejaan, pilihan kata, kalimat, dan paragraf. Peneliti selanjutnya, dapat melakukan penelitian penggunaan bahasa Indonesia dalam laporan siswa dengan jenis penelitian lain, misalnya pengembangan strategi atau metode pembelajaran menulis laporan perjalanan. Sekolah disarankan dapat sesering mungkin melakukan perlombaan menulis karangan antarkelas dengan mengedepankan penggunaan bahasa yang baik dan benar.