SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Pembelajaran Transliterasi Arab-Melayu di SMA Program Bahasa Kelas XII

Faizal Hadi Nugroho

Abstrak


ABSTRAK

 

Nugroho, Faizal Hadi. 2014. Pengembangan Media Pembelajaran Transliterasi Arab-Melayu di SMA Program Bahasa Kelas XII. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Dawud, M.Pd dan (II) Dr. Mudjianto, M.Pd.

 

Kata kunci: media pembelajaran, pembelajaran transliterasi, transliterasi Arab-Melayu

Tulisan Arab-Melayu berkembang di tanah Nusantara dan digunakan di berbagai dokumen dan karya sastra. Tulisan Arab-Melayu diajarkan dengan tujuan melestarikan khasanah budaya. Media digunakan untuk mempermudah pembelajaran dan selama ini media pembelajaran Arab-Melayu lebih banyak dikembangkan oleh Malaysia. Ketersediaan sumber belajar Arab-Melayu yang tidak mudah ditemui di toko buku, kebiasaan siswa menggunakan huruf Latin, dan ketidakajekan kaidah Arab-Melayu adalah faktor-faktor penghambat pembelajaran. Faktor-faktor tersebut dapat diatasi dengan penyediaan media pembelajaran transliterasi yang sesuai dengan pemahaman dan kebutuhan siswa. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah (1) menghasilkan media pembelajaran mengenali huruf, angka, dan tanda baca Arab-Melayu dengan media interaktif dan (2) menghasilkan media pembelajaran mentransliterasi huruf Arab-Melayu ke Latin dengan kaidah yang lazim maupun perkecualian dengan media interaktif.

Spesifikasi media mencakup isi, bahasa, sistematika, dan tampilan media. Media mengikuti alur 5 M, yaitu mengamati, mempertanyakan, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan, yang sesuai dengan metode ilmiah atau saintifik. Media disusun dari program PowerPoint, FlippingBook, dan WondershareQuizMaker. Penyusunan media penting bagi siswa untuk belajar dan melestarikan tulisan Arab-Melayu, penting bagi guru untuk membantu guru menyiapkan pembelajaran, dan penting bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian Arab-Melayu.

Model penelitian dan pengembangan ini adalah model prosedural, yaitu mendeskripsikan setiap langkah. Prosedur yang dipilih adalah (1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan, (2) mengembangkan produk awal, (3) validasi ahli dan revisi, dan (4) uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk. Uji coba produk dilakukan dengan uji coba ahli dan uji coba lapangan skala kecil. Subjek uji coba adalah dosen ahli materi Arab-Melayu, dosen media pembelajaran, guru SMA yang mengajarkan Arab-Melayu, dan siswa SMA kelas XII program bahasa. Data penelitian berupa data verbal dan data numerik. Data tersebut didapat dari instrumen pengumpulan data, yaitu format observasi lapangan, angket, dan pedoman wawancara.

Penelitian pengembangan menghasilkan produk berupa Media Pembelajaran Arayu (Arab-Melayu) yang dikemas di dalam CD dan disertai Buku Panduan Media Arayu (Arab-Melayu) yang dicetak ke dalam kertas A5. Guru mendapat CD khusus berisi rencana pelaksanaan pembelajaran Arab-Melayu. Media pembelajaran dikemas dengan format tayangan PowePointmakro diaktifkan dengan versi 2007 dan 2010, tiga buku elektronik, lima program soal, sebuah video pembelajaran berjudul Selayang Pandang, dan sebuah peta konsep Arab-Melayu. Media pembelajaran berisi pengenalan huruf, angka, tanda baca, kaidah baik yang lazim maupun perkecualian, contoh-contoh, dan soal-soal latihan Arab-Melayu.

Kaidah yang digunakan secara keseluruhan adalah kaidah Zaba, sesuai dengan kaidah yang digunakan buku pelajaran Sastra Indonesia SMA program bahasa kelas XII. Namun, kaidah ejaan Jawi yang disempurnakan juga diajarkan untuk diperkenalkan kepada siswa. Kutipan teks Melayu Klasik ditulis kembali sesuai dengan tulisan asli untuk memahamkan siswa bahwa kaidah Arab-Melayu berkembang dari masa ke masa.

Motif batik khas Melayu digunakan sebagai tampilan sampul CD dan buku panduan penggunaan media. Musik instrumen khas Melayu digunakan sebagai musik pengiring sajian media. Media pembelajaran dikembangkan berdasarkan standar isi di kurikulum 2006, tetapi media juga disesuaikan dengan kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan saintifik. Penyesuaian yang dimaksud adalah penyesuaian kegiatan pembelajaran 5 M, yaitu mengamati, mempertanyakan, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan, ke dalam kegiatan pembelajaran di dalam media. Menu pertama adalah Cari Tahu Arab-Melayuyang digunakan sebagai kegiatan mengamati. Menu kedua adalah Aku Ingin Tahu Arab-Melayuyang digunakan sebagai kegiatan mempertanyakan. Menu ketiga adalah Uji Kemampuanmu! yang digunakan sebagai kegiatan menalar dan mengasosiasi. Menu keempat adalah Berbagi Ilmu Arab-Melayuyang digunakan sebagai kegiatan mengomunikasikan.

Hasil uji coba ahli materi didapat hasil 71% yang menunjukkan media dapat diimplementasi dengan sedikit revisi dan hasil uji coba media didapat hasil 57% yang menunjukkan media perlu direvisi sesuai catatan ahli. Hasil uji coba guru menunjukkan hasil 78%, yaitu media dapat diimplementasi dengan sedikit revisi dan hasil uji coba siswa menunjukkan hasil 91%, yaitu media dapat diimplementasi tanpa revisi. Revisi media dilakukan dua tahap, yaitu tahap revisi pascaujiahli dan revisi pascaujipraktisi.

Berdasarkan kajian produk, didapatkan hasil bahwa media sesuai dengan konsep interaktif dari tombol-tombol navigasi yang memiliki makna universal dan respons tombol yang berbeda-beda. Media juga sudah memenuhi format drillandpracticeyang ditunjukkan dari penyajian soal dan balikan jawaban yang berbeda di setiap butir soal. Keberdayagunaan media juga tampak dari sumber teks yang disajikan seasli dan sedekat mungkin dengan siswa.

Dari kajian produk yang telah direvisi, diketahui keunggulan dan kekurangan media. Keunggulan media adalah kemenarikan tampilan, dapat digunakan lintas kurikulum, pembiasaan siswa terhadap tulisan Arab-Melayu, dan dapat memandirikan siswa. Kekurangan media adalah keterbatasan pengguna, yaitu tidak dapat digunakan kepada siswa di bawah jenjang SMA dan keterbatasan perangkat pendukung. Saran pemanfaatan media adalah dimanfaatkan oleh guru dan siswa kelas XII program bahasa. Saran diseminasi media adalah penyebaran oleh guru, siswa, atau diunggah ke internet. Saran pengembangan produk lebih lanjut adalah mengembangkan media pembelajaran transliterasi Arab-Melayu dengan berbagai sasaran pengguna.