SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Gaya Bahasa dalam Cerpen Karya Siswa Kelas XII SMA Brawijaya Smart School (BSS) Malang Tahun Ajaran 2013/2014.

Dian Risdiawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Risdiawati, Dian. 2014. Gaya Bahasa dalam Cerpen Karya Siswa Kelas XII SMA Brawijaya Smart School (BSS) Malang Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumadi, M.Pd. (II) Dr. Widodo Hs, M.Pd.

 

Kata Kunci : gaya bahasa, kiasan, retoris, cerpen

Karya sastra diciptakan untuk memberikan keindahan bagi pembaca. Salah satu keindahan tersebut adalah gaya bahasa. Gaya bahasa diartikan sebagai bahasa indah yang digunakan untuk meningkatkan efek dengan cara memperkenalkan serta membandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum. Penggunaan gaya bahasa tertentu dapat mengubah serta menimbulkan konotasi tertentu. Penggunaan gaya bahasa dalam cerpen mempunyai fungsi sebagai pengemban nilai estetika karya itu sendiri untuk menimbulkan efek tertentu, menimbulkan tanggapan pikiran pada pembaca, dan mendukung makna suatu cerita. Cerpen sebagai salah satu bentuk prosa fiksi memerlukan pengungkapan yang lebih rumit. Cerpen dituntut untuk mencari momen yang menarik, kemudian diekspresikan melalui bahasa secara personal sehingga menimbulkan nilai estetik. Salah satu kekhasan seorang pengarang dapat dilihat dari gaya bahasa yang digunakan untuk menggambarkan karakter tokoh-tokoh dalam karya-karyanya.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna, yaitu gaya bahasa retoris dan kiasan dalam cerpen karya siswa kelas XII SMA Brawijaya Smart School (BSS) Malang dilihat dari penggunaan dan fungsinya. Penelitian jenis kualitatif ini menggunakan pendekatan stilistika dengan desain deskriptif. Sumber data penelitian ini berupa cerpen karya siswa kelas XII A2 SMA Brawijaya Smart School  (BSS) Malang Tahun Ajaran 2013/ 2014 yang berjumlah 15 cerpen.Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa LKS, panduan kodifikasi gaya bahasa, dan rubrik pengumpul dan analisis data.  LKS berisi perintah dan petunjuk menulis cerpen yang digunakan untuk mengambil data dari siswa. Panduan kodifikasi gaya bahasa digunakan untuk mengklasifikasi data. Rubrik pengumpul dan analisis data digunakan untuk identifikasi kalimat dari data.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan (1) memberi tugas menulis cerpen kepada siswa, (2) mengumpulkan semua cerpen karya siswa, (3) membuat tabel pengumpul data dan kodifikasi data, yaitu memberikan kode-kode terhadap data, (4) memasukkan data yang telah dikumpulkan ke dalam tabel pengumpul data, dan (5) melakukan penyajian data berdasarkan teori-teori yang menjadi landasan penelitian ini.Data dalam penelitian ini adalah data verbal yang berupa gaya bahasa dalam cerpen karya siswa kelas XII A2 SMA Brawijaya Smart School  Malang. Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan maksud memperoleh deskripsi tentang gaya bahasa dalam cerpen karya siswa yang meliputi gaya bahasa retoris dan gaya bahasa kiasan yang dilihat dari segi penggunaan dan fungsi.

Berdasarkan hasil analisis gaya bahasa dalam cerpen karya siswa kelas XII SMA Brawijaya Smart School (BSS) Malang tahun ajaran 2013/2014 ditemukan dua hal. Pertama, gaya bahasa retoris yang digunakan pada cerpen siswa kelas XII SMA Brawijaya Smart School (BSS) Malang ada enam belas, yaitugaya bahasa aliterasi, gaya bahasa asonansi, gaya bahasa anastrof, gaya bahasa asindenton, gaya bahasa polisidenton, gaya bahasa kiasmus, gaya bahasa elipsis, gaya bahasa eufimisme, gaya bahasa litotes, gaya bahasa prolepsis, gaya bahasa erotesis, gaya bahasa pleonasme, gaya bahasa hiperbola, gaya bahasa perifrasis, gaya bahasa silepsis, dan gaya bahasa paradoks. Gaya bahasa retoris yang paling banyak digunakan adalah gaya bahasa eufimisme, yaitu ada 22 kalimat. Fungsi dari gaya bahasa retoris adalah memaparkan gagasan secara lebih hidup dan menarik, menggambarkan suasana secara lebih hidup dan menarik, untuk menekankan ataupun menyanggahkan suatu gagasan, dan untuk menyampaikan gagasan secara tidak langsung.Kedua, gaya bahasa kiasan yang digunakan dalam cerpen karya siswa kelas XII SMA Brawijaya Smart School (BSS) Malang ada sepuluh jenis gaya bahasa, yaitu gaya bahasa metafora, gaya bahasa personifikasi, gaya bahasa sinekdoke, gaya bahasa sinisme, gaya bahasa ironi, gaya bahasa sarkasme, gaya bahasa metonimia, gaya bahasa simile, gaya bahasa antonomasia, dan gaya bahasa epitet. Gaya bahasa kiasan yang paling sering digunakan adalah gaya bahasa metafora, yaitu sebanyak 39 kalimat. Fungsi dari gaya bahasa kiasan adalah memaparkan gagasan secara lebih hidup dan menarik, menggambarkan suasana secara lebih hidup dan menarik, untuk menekankan ataupun menyanggahkan suatu gagasan, dan untuk menyampaikan gagasan secara tidak langsung.

Saran penelitian ini disampaikan pada tenaga pengajar Bahasa Indonesia, siswa, peneliti selanjutnya, bagi masyarakat umum, dan cerpenis. Tenaga pengajar Bahasa Indonesia, disarankan untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan menambah pemahaman tentang jenis gaya bahasa yang nantinya dapat diajarkan kepada perserta didik. Siswa disarankan untuk belajar lebih mendalam mengenai gaya bahasa dan memperbanyak latihan menggunakan gaya bahasa secara tepat. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian pada aspek lain yang terkait dengan gaya bahasa. Masyarakat atau pembaca umum, disarankan untuk lebih mencintai karya sastra Indonesia, terutama prosa. Cerpenis, disarankan untuk memperhatikan penggunaan gaya bahasa, sehingga menimbulkan efek keindahan dan dramatisasi.