SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Struktur Tema-Rema dalam Teks Abstrak Skripsi Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

DANANG SATRIA NUGRAHA

Abstrak


ABSTRAK

 

Nugraha, Danang Satria. 2014. Struktur Tema-Rema dalam Teks Abstrak Skripsi Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Abdul Syukur Ibrahim, (II) Dr. Mudjianto, M.Pd.

 

Kata kunci: struktur tema-rema, teks abstrak skripsi.

Teks abstrak skripsi merupakan manifestasi pesan-pesan yang disampai-kan penulis kepada pembaca dalam peristiwa komunikasi. Pengaturan pesan-pesan dalam teks terumuskan dalam konsep yang dikenal dengan istilah struktur tema-rema. Penelitian ini meneliti struktur tema-rema dalam teks abstrak skripsi.

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur tema-rema dalam teks abstrak skripsi. Secara khusus, terdapat empat subtujuan yang menyertainya, yaitu mendeskripsikan (1) tema tunggal, (2) tema ganda, (3) rema tidak berekor, dan (4) rema berekor.

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data adalah panduan pengum-pul data dan panduan analisis data.Data penelitian berwujud kalimat deklaratif yang mengandung tema tunggal, tema ganda, rema tidak berekor, dan rema ber-ekor. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Untuk mempe-roleh keabsahan data dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai sejak tahap pengumpulan data, tahap kodifikasi data, tahap reduksi data,hingga tahap penyajian hasil analisis.

Hasil penelitian ini adalah struktur tema-rema dalam teks abstrak skripsi dapat dideskripsikan melalui empat klasifikasinya, yaitu tema tunggal, tema ganda, rema tidak berekor, dan rema berekor. Pertama, tema tunggal. Tema tung-gal terdiri atas dua subklasifikasi, yaitu (a) tema tunggal berupa frasa dan (b) tema tunggal berupa klausa. Tema tunggal yang berupa frasa terdiri atas lima jenis, yaitu tema tunggal yang berupa frasa nominal, frasa verbal, frasa numeralia, preposisional, atau frasa konjungsional. Tema tunggal yang berupa klausa terdiri atas dua jenis, yaitu tema tunggal berupa klausa yang tidak berkonjungsi atau klausa yang berkonjungsi.

Kedua, tema ganda. Tema ganda terdiri atas dua subklasifikasi, yaitu (a) te-ma ganda yang salah satu konstituennya berupa frasa dan (b) tema ganda yang salah satu konstituennya berupa klausa. Tema ganda yang salah satu konstitu-ennya berupa frasa terdiri atas lima jenis, yaitu tema ganda yang salah satu konsti-tuennya berupa frasa nominal, frasa verbal, frasa numeralia, frasa preposisional, atau frasa konjungsional. Tema ganda yang salah satu konstituennya berupa klausa terdiri atas dua jenis, yaitu tema ganda yang salah satu konstituennya berupa klausa tidak berkonjungsi atau klausa berkon-jungsi.

Ketiga, rema tidak berekor. Rema yang tidak berekor dalam teks abstrak skripsi terdiri atas dua subklasifikasi, yaitu (a) rema yang tidak berekor yang salah satu konstituennya berupa frasa dan (b) rema yang tidak berekor yang salah satu konstituennya berupa klausa. Rema yang tidak berekor yang salah satu konstitu-ennya berupa frasa terdiri atas lima jenis, yaitu  rema yang tidak berekor yang sa-lah satu konstituennya berupa frasa nominal,  frasa verbal, frasa ajektival, frasa numeralia, atau frasa preposisional. Rema yang tidak berekor yang salah satu konstituennya berupa klausa terdiri atas dua jenis, yaitu rema tidak berekor yang salah satu konstituennya berupa klausa yang tidak berkonjungsi atau klausa yang berkonjungsi.

Keempat,rema berekor. Rema yang berekor terdiri atas dua subklasifikasi, yaitu (a) rema berekor yang ekornya berupa frasa dan (b) rema berekor yang ekornya berupa klausa. Rema berekor yang ekornya berupa frasa terdiri atas tujuh jenis, yaitu rema berekor yang ekornya berupa frasa agentif, pasientif, lokatif, frasa temporal, frasa instrumental, frasa komitatif, atau frasa benefaktif. Rema berekor yang ekornya berupa klausa terdiri atas dua jenis, yaitu rema berekor yang ekornya berupa klausa tidak berkonjungsi atau klausa berkonjungsi.

Saran penelitian untuk tiga pihak sebagai berikut. Peneliti selanjutnya dapat meneliti struktur tema-rema pada konstruksi kalimat interogatif dan imperatif. Mahasiswa dapat memanfaatkan adanya contoh-contoh analisis kalimat sebagai panduan praktis menyusun prioritas pesan dalam teks abstrak skripsi mereka. Tim Penyusun Pedoman Penyusunan Karya Ilmiah (PPKI) Universitas Negeri Malang hendaknya memerikan petunjuk yang lebih detail tentang prosedur penyusunan teks abstrak skripsi seperti spesifikasi jenis kalimatdan ketentuan jumlah kalimat dalam satu paragraf.