SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pendidikan Karakter dalam Novel Edensor Karya Andrea Hirata

Angga Setya Adi Utama

Abstrak


ABSTRAK

 

Utama, Angga Setya Adi. 2013. Pendidikan Karakter dalam Novel Edensor Karya Andrea Hirata. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. PembimbingI: Dr. Roekhan, M.Pd. Pembimbing II: Dr. Muakibatul Hasanah, M. Pd.

 

Kata Kunci : pendidikan, karakter, novel

 

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pendidikan karakter pada novel Edensor karya Andrea Hirata. Adapun pendidikan karakter  tersebut meliputi : (1) pengetahuan moral, (2) perasaan moral, dan (3) tindakan moral.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, karena menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis. Data penelitian ini adalah kutipan novel yang berupa paparan naratif dan dialog yang mengandung pendidikan karakter. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Edensor karya Andrea Hirata. Novel ini diterbitkan oleh Bentang Pustaka Yogyakarta pada tahun 2007. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai human instrument yang bertugas mengumpulkan dan mengolah data. Prosedur pengumpulan dan analisis data dilakukan dengan tahapan berikut: (1) membaca dengan cermat novel Edensor,(2) mengidentifikasi teks yang mengandung pendidikan karakter, (3) memilah-milah naskah yang sesuai dengan rumusan masalah, dan (4) menginterpretasi data, kemudian dari hasil interpretasi terdapat hasil temuan.

Deskripsi yang diperoleh dari hasil analisis adalah pendidikan karakter berdasarkan: (1) pengetahuan moral, (2) perasaaan moral,dan (3) tindakan moral dalam novel Edensor karya Andrea Hirata (2007).

Pertama, pendidikan karakter berdasarkan pengetahuan moral dapat dilihat dari empat aspek yakni (1) kesadaran moral terdapat pendidikan karakter yang menyatakan bahwa kesadaran moral bukanlah sekadar mengetahui kebiasaan baik tetapi harus diikuti dengan menghargai nilai-nilai moral , (2) pengetahuan nilai moral berkaitan erat dengan kesadaran moral yang berorientasi pada budi pekerti, (3) penentuan perspektif , terdapat pendidikan karakter bahwa seseorang harus mampu mengambil sudut pandang orang lain agar mampu memahami orang lain, dan (4) pengetahuan pribadi , terdapat pendidikan karakter bahwa seseorang yang menyadari kemampuan dan kekurangan diri sendiri akan mampu mengevaluasi diri. Kedua, pendidikan karakter berdasarkan perasaan moral dapat dilihat dari enam aspek yakni (1) hati nurani terdapat pendidikan karakter bahwa orang-orang dengan hati nurani memiliki kepekaan yang lebih tinggi, (2) harga diri terdapat pendidikan karakter bahwa ukuran harga diri tiap orang berbeda, (3) empati terdapat pendidikan karakter bahwa orang yang memiliki rasa empati tinggi akan mampu bersosialisasi dengan baik, (4) mencintai hal baik terdapat pendidikan karakter bahwa orang yang mencintai hal baik akan berkeinginan melakukan hal yang baik pula, (5) kendali diri dapat menjadi benteng diri yang mampu melindungi seseorang, dan (6) kerendahan hati terdapat pendidikan karakter bahwa kerendahan hati dapat memerangi segala hal buruk yang ada pada diri seseorang. Ketiga, pendidikan karakter berdasarkan tindakan moral dapat dilihat dari aspek keinginan moral. Terdapat pendidikan karakter bahwa keinginan yang baik akan mendorong seseorang untuk bertindak hal baik.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada guru agar penelitian ini dapat dijadikan referensi pengajaran Bahasa Indonesia terutama untuk menemukan pendidikan karakter dalam teks sastra . Bagi pembaca, diharapkan penelitian ini dapat menambah referensi tentang pendidikan karakter. Selain itu, bagi peneliti selanjutnya diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan rujukan tentang pendidikan karakter.