SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Penyediaan Bentuk Salah-Benar terhadap Kualitas Penggunaan Bahasa pada Karangan Siswa Kelas VII SMPN 4 Malang

Endang Resmiati

Abstrak


ABSTRAK

 

Resmiati, Endang. 2014. Pengaruh Penyediaan Bentuk Salah-Benar terhadap Kualitas Penggunaan Bahasa pada Karangan Siswa Kelas VII SMPN 4 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd., (II) Drs. Dwi Saksomo, M.Si.

 

Kata Kunci: bentuk salah-benar, pembelajaran menulis.

 

Mengarang adalah keterampilan menulis untuk menuangkan ide dan pikiran dalam sebuah tulisan. Karangan terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah jenis deskriptif. Karangan deskriptif atau karangan pemerian merupakan karangan yang menjelaskan suatu hal pada pembaca yang menyebabkan pembaca seakan-akan melihat, mengalami, dan merasakan apa yang ditulis oleh penulis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pembelajaran menulis menggunakan penyediaan bentuk salah-benar. Penyediaan bentuk salah-benar adalah pembelajaran yang turun dari pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran bentuk salah-benar, guru berperan memberikan contoh yang salah dan yang benar tentang kebahasaan dari kehidupan sehari-hari.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Data penelitian ini berupa teks deskriptif yang ditulis siswa dari proses pretest dan postest. Postest atau tes akhir dilakukan setelah siswa mendapatkan perlakuan pembelajaran bentuk salah-benar. Jadi hasil akhir karangan siswa sudah mendapat pengaruh dari pembelajaran yang diajarkan. Pengaruh yang dibedakan dalam penelitian ini adalah pengaruh yang timbul dari dua perlakuan yang berbeda antara pengaruh pembelajaran dengan metode ceramah dan pengaruh penyediaan bentuk salah-benar. Instrumen penelitian berupa tes menulis teks deskripsi dan pedoman penilaian menulis teks deskripsi. Pengaruh pembelajaran dilihat dari penilaian yang dilakukan dengan memberikan skor terhadap aspek-aspek yang diteliti. Aspek-aspek yang diteliti dalam penelitian ini adalah aspek kebahasaan yang terdiri atas aspek penataan paragraf pada karangan, ketepatan pemilihan kalimat, ketepatan pemilihan kata atau diksi, dan ketepatan penggunaan ejaan dan tanda baca. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes. Instrument penelitian berupa tes yang berisi petunjuk dan perintah menulis teks deskriptif tentang kebudayaan Indonesia.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil belajar bahwa siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang tahun pelajaran 2013/2014 mampu menulis karangan dengan memperhatikan kualitas penggunaan bahasa lebih baik dengan adanya  pengaruh penyediaan bentuk salah-benar. Ada empat hasil belajar yang diperoleh. Pertama, adanya pengaruh penyediaan bentuk salah-benar terhadap kualitas penataan paragraf ditunjukkan dari nilai kemampuan awal rata-rata 7,8966 menjadi 8,0690 setelah mendapatkan perlakuan. Kedua, adanya pengaruh penyediaan bentuk salah-benar terhadap kualitas pemilihan kalimat ditunjukkan dari nilai kemampuan awal rata-rata 7,0345 menjadi 8,2415 setelah mendapatkan perlakuan. Ketiga, adanya pengaruh penyediaan bentuk salah-benar terhadap kualitas pemilihan kata ditunjukkan dari nilai kemampuan awal rata-rata 6,2069 menjadi 8,6707 setelah mendapatkan perlakuan. Keempat, adanya pengaruh penyediaan bentuk  terhadap kualitas penggunaan ejaan dan tanda baca ditunjukkan dari nilai kemampuan awal rata-rata 6,8276 menjadi 8,3103 setelah mendapatkan perlakuan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dikemukakan dua saran. Pertama, bagi guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia hendaknya memanfaatkan penyediaan bentuk salah-benar sebagai masukan untuk menambah pengetahuan dan kreativitas siswa dalam pembelajaran menulis karangan. Kedua, bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian tentang kemampuan mengarang siswa, disarankan untuk mencoba mengembangkan strategi pembelajaran yang lain agar siswa memiliki pengetahuan yang luas dan lebih baik. Selain itu, peneliti lain dapat menggunakan metode penelitian yang berbeda, fokus yang berbeda, serta instrumen penelitian yang berbeda, baik dari segi kebahasaan maupun nonkebahasaan.