SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pembelajaran Menulis Lintas Kurikulum terhadap Pemahaman Materi dan Kualitas Tulisan Siswa

Rhesi Elmia Ningsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Ningsih, Rhesi Elmia. 2014. Pengaruh Pembelajaran Menulis Lintas Kurikulum terhadap Pemahaman Materi dan Kualitas Tulisan Siswa. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, FS, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M. Pd., (II) Dewi Pusposari, S. Pd, M.Pd.

 

Kata Kunci: menulis lintas kurikulum, pemahaman materi siswa, kualitas tulisan siswa.

 

Menulis merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat untuk membantu siswa mengorganisasikan ide-ide atau menuangkan pikiran kritis siswa pada sebuah gagasan yang tertata. Menulis menggabungkan berbagai pengetahuan yang baru diperoleh dengan pengetahuan yang telah ada. Dengan kebermanfaatannya, menulis dapat membantu siswa mengorganisasikan pengetahuan menjadi sebuah pemahaman. Untuk itu, perlu diterapkannya pembelajaran menulis di berbagai disiplin ilmu, tidak hanya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia saja namun di berbagai bidang disiplin ilmu lainnya. Menggunakan menulis sebagai sebuah metode pembelajaran berarti melakukan dua aktivitas kemampuan berpikir yakni mengingat sekaligus memahami.

Berangkat dari hal itu, diaplikasikanlah sebuah pembelajaran yang menjadikan menulis sebagai metode pembelajarannya, yakni pembelajaran menulis lintas kurikulum. Melalui penelitian inilah pengaruh pembelajaran menulis lintas kurikulum terhadap kemampuan siswa dalam memahami materi dan kualitas tulisan siswa diuji. Tujuan penelitian adalah mengetahui (1) pengaruh penerapan pembelajaran menulis lintas kurikulum terhadap pemahaman isi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada siswa, dan (2) pengaruh penerapan pembelajaran menulis lintas kurikulum terhadap kualitas tulisan teks eksposisi siswa.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu

(Quasy Experimental Design) dengan pretest, posttest, dan tes menulis. Populasi penelitian adalah siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Purwosari, dengan sampel kelas X MIA 3 (kelas eksperimen) dan kelas X MIA 1 (kelas kontrol). Kelas eksperimen

dikenai perlakuan metode Menulis Lintas Kurikulum dan kelas kontrol dikenai perlakuan metode guru (Discovery Learning). Instrumen yang digunakan berupa

instrumen perlakuan yaitu (1) RPP mata pelajaran Bahasa Indonesia, (2) RPP mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, (3) RPP mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan instrumen pengukuran yaitu (1) soal pemahaman materi pelajaran Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan rubrik penskorannya, dan (2) perintah-petunjuk menulis teks eksposisi serta rubrik penskorannya.

Hasil penelitian pengaruh metode pembelajaran menulis lintas kurikulum terhadap pemahaman materi dan kualitas tulisan siswa menunjukkan bahwa nilai kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis statistik uji beda tes akhir kemampuan memahami mata pelajaran Bahasa Indonesia diketahui t hitung adalah 9,415, signifikansi  < 0,05 yakni 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor kemampuan memahami mata pelajaran Bahasa Indonesia antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hasil analisis statistik uji beda tes akhir kemampuan memahami mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti diketahui t hitung adalah 6,317, signifikansi  < 0,05 yakni 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor kemampuan memahami mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hasil analisis statistik uji beda tes akhir kemampuan memahami mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan diketahui t hitung adalah 6,393, signifikansi  < 0,05 yakni 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor kemampuan memahami mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hasil analisis statistik uji beda tes menulis teks eksposisi t hitung adalah 20,238, signifikansi  < 0,05 yakni 0,000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor tes menulis teks eksposisi antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.

Dari hasil analisis di atas, menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan kemampuan memahami isi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan (2) ada perbedaan kemampuan menulis teks eksposisi siswa, antara kelas yang menggunakan metode Menulis Lintas Kurikulum dengan kelas yang menggunakan metode guru (Discovery Learning). Ditinjau dari nilai rerata, kelas eksperimen lebih unggul dibanding kelas kontrol. Saran yang diajukan peneliti berdasarkan temuan pada saat penelitian adalah (1) perlu diadakan penelitian bagi sekolah dengan kondisi serupa, (2) metode bisa digunakan untuk mata pelajaran di bidang disiplin ilmu lainnya baik di bidang ilmu sosial maupun sains, (3) pembelajaran menulis perlu inovasi agar pembelajaran menarik dan tidak membuat siswa cepat bosan ataupun lelah, dan (4) lakukan uji coba dan validasi instrumen.