SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGGUNAAN DIKSI DAN GAYA BAHASA DALAM KARANGAN CERPEN SISWA KELAS IX SMPN 1 PURWOSARI

Pradicta Nurhuda

Abstrak


ABSTRAK

 

Mengarang cerpen merupakan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa SMP kelas IX, seperti yang disebutkan dalam kompetensi dasar SMP kelas IX semester 1 (Permendiknas, 2006) ”Menuliskan kembali dengan kalimat sendiri cerita pendek yang pernah dibaca”. Hal tersebut menunjukkan bahwa mengarang cerpen merupakan salah satu keterampilan sastra yang wajib diajarkan di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dalam menulis sebuah karangan cerpen, semestinya siswa memahami dengan benar cara menggunakan diksiyang tepat dan gaya bahasa yang sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan, supaya tidak terjadi kesalahpahaman makna antara penulis dan pembaca.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan penggunaan diksi dan gaya bahasa dalam karangan cerpen siswa dengan fokus penelitian pada penggunaan diksi kata umum dan kata khusus, makna denotatif dan makna konotatif, serta gaya bahasa yang terdapat dalam karangan cerpen siswa kelas IX SMPN 1 Purwosari.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah diksi dan gaya bahasa dalam karangan cerpen siswa kelas IX-E SMPN 1 Purwosari Kabupaten Pasuruan tahun pelajaran 2013/2014. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan dokumentasi karangan cerpen siswa kelas IX-E SMPN 1 Purwosariyang diperoleh dari guru bahasa Indonesia kelas IX. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa perintah dan petunjuk menuliskan karangan cerpen dengan rubrik kodifikasi data serta menggunakaninstrumen data diksi dan instrumen data gaya bahasa. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan dengan tiga cara, yaitu(1) perpanjangan keikutsertaan peneliti, (2) ketekunan pengamatan, dan (3) pemeriksaan sejawat melalui diskusi.Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengidentifikasian data, pengodean data, penyajian data, dan penyimpulan data.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, penggunaan diksi kata umum dan kata khusus selalu muncul pada setiap karangan cerpen siswa. Kata khusus lebih banyak muncul daripada kata umum karena kata khusus digunakan untuk menyempitkan cakupan dari kata umum yang sifatnya lebih luas. Seperti kata umum perasaan yang mempunyai ruang lingkup luas dijelaskan menggunakan kata khusus senang, benci, bahagia, marah, dan sedih yang sempit ruang lingkupnya.

Kedua, penggunaan diksi denotatif dan konotatif selalu muncul pada setiap karangan cerpen siswa. Diksi denotatif dalam karangan cerpen siswa banyak digunakan untuk menjelaskan tokoh, tempat, benda dan kata kerja yang bersifat memberikan informasi cerita, sehingga pembaca langsung mengerti makna dari kata yang dibacanya, tanpa memikirkan makna lain yang terkandung dalam diksi denotatif dalam cerita. Diksi konotatif dalam karangan cerpen siswa banyak digunakan untuk menjelaskan perasaan dan kemampuan tokoh yang bersifat melebih-lebihkan kata yang sebenarnya, serta digunakan pada kata kiasan yang mempunyai makna kata tidak sebenarnya, sehingga pembaca perlu menafsirkan diksi konotatif dalam cerita dulu agar mengerti dengan baik cerita dalam cerpen.

Ketiga, penggunaan gaya bahasa dalam karangan cerpen siswa berupa (1) gaya bahasa perbandingan meliputi gaya bahasa simile, metafora, dan personifikasi, (2) gaya bahasa pertentangan meliputi gaya bahasa hiperbola, litotes, paradoks, sinisme, dan sarkasme, (3) gaya bahasa pertautan meliputi gaya bahasa antonomasia, eufemisme, epitet, erotesis, dan sinekdoke, dan (4) gaya bahasa perulangan, terdapat gaya bahasa mesodilopsis. Gaya bahasa hiperbola paling banyak digunakan dalam karangan cerpen siswa dengan menggunakanpernyataanyang berlebih-lebihan dan banyak digunakan untuk mengungkapkan perasaan, sifat dan kemampuan tokoh.