SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Nilai Moral dalam Ungkapan Tradisional Masyarakat Jawa di Desa Sumberdadap Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung.

LATIF FATUS ZAHROIS

Abstrak


ABSTRAK

 

Zahrois, Latif Fatus. 2014. Nilai Moral dalam Ungkapan Tradisional Masyarakat Jawa di Desa Sumberdadap Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd, (II) Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd.

 

Kata Kunci: nilai moral, ungkapan tradisional, masyarakat Jawa

 

Ungkapan tradisional adalah salah satu bentuk sastra lisan yang hidup dalam masyarakat tertentu. Ungkapan tradisional mempunyai banyak nilai kebaikan yang dapat dijadikan alat kontrol sosial. Salah satunya nilai moral. Orang Jawa mengajarakan nilai moral kepada generasi berikutnya melalui ungkapan. Pada kenyataannya, keberadaan ungkapan tradisional sudah hamper punah. Di daerah lain, ungkapan tersebut sudah hampir punah, akan tetapi di Desa Sumberdadap Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung, ungkapan tersebut masih digunakan meskipun dalam lingkup yang lebih sempit. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan lebih mendalam.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data penelitian berupa ungkapan-ungkapan yang masih hidup di masyarakat dan mengandung nilai moral. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai masyarakat di daerah penelitian. Pengambilan data didasarkan pada beragam profesi yang terdapat di daerah penelitian. Untuk menjaga keabsahan temuan, peneliti menggunakan teknik cross check hasil wawancara narasumber satu dengan narasumber lain. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap identifikasi data, kategorisasi data, sintesisasi data dan penafsiran serta penjelasan makna data yang disertai dengan justifikasi dari teori-teori yang digunakan.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan terkait nilai moral dalam ungkapan tradisional masyarakat Jawa di Desa Sumberdadap Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung, yaitu nilai moral ketuhanan, nilai moral sosial, dan nilai moral individu.

Pertama, nilai moral ketuhanan menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan. Baik berupa perilaku, kepercayaan, serta semua hal yang berhubungan dengan Tuhan. Nilai moral ketuhanan dalam penelitian ini adalah (1) ketaqwaan berupa percaya adanya ciptaan Tuhan, (2) keimanan berupa percaya adanya takdir Tuhan, dan (3) keselamatan berupa menjaga keselamatan diri sendiri dan menjaga keselamatan keluarga.

Kedua, nilai moral sosial menyangkut hubungan manusia satu dengan manusia lainnya. Nilai moral sosial mengacu pada semua kegiatan yang menimbulkan kesatuan, kekuatan, kedamaian, dan kehormatan bagi masyarakat serta perbuatan yang menimbulkan pengaruh baik dan keselamatan bagi orang lain. Segala sesuatu yang dilakukan seorang manusia, tidak terlepas dari penilaian manusia lainnya. Nilai moral sosial dalam penelitian ini adalah (1) etiket makan berupa pantangan makan bersuara keras, pantangan makan dengan menyangga, pantangan makan menggunakan cobek, serta pantangan memakan sayap ayam, dan (2) kekasihsayangan berupa kasih sayang terhadap makhluk hidup.

Ketiga, nilai moral individu menyangkut hubungan manusia dengan diri sendiri serta kejiwaannya. Nilai moral individu mendorong individu yang bersangkutan untuk mencapai kesejahteraan dalam kehidupan sebagai individu yang mampu memanfaatkan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki tanpa melibatkan atau bahkan merugikan individu yang lainnya. Nilai moral individu dalam penelitian ini adalah (1) kehati-hatian berupa hati-hati memilih pasangan, hati-hati dalam tatacara makan dan memilih makanan bagi ibu hamil, ati-hati memilih makanan bagi ibu menyusui serta hati-hati dalam bertindak, dan (2) menjaga kebersihan berupa menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Berdasarkan hasil penelitian, ungkapan tradisional akan bertahan apabila masyarakat Desa Sumberdadap Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung menggunakan ungkapan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat ungkapan adalah salah satu tradisi yang mengandung nilai moral sekaligus dapat dijadikan alat kontrol bagi masyarakat. Selain itu, bagi tenaga pengajar formal ataupun nonformal, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dan referensi untuk pengajaran moral.