SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Meningkatkan Kemampuan Menulis Narasi melalui Penerapan Metode STAD pada Siswa Kelas VII SLTP Negeri 11 Malang

Zakiyatul Fitri

Abstrak


Menulis narasi merupakan salah satu kemampuan yang diberikan kepada siswa mulai tingkat sekolah dasar, namun kenyataannya masih banyak siswa yang belum mampu menulis narasi secara benar. Mereka mengalami kesulitan dalam menuangkan kejadian-kejadian dalam bentuk tulisan. Tidak sedikit siswa yang masih bingung dalam memulai menulis narasi. Mereka masih kesulitan dalam menulis permulaan cerita. Selain itu, kejadian-kejadian yang mereka tuliskan sering terkesan melompat-lompat sehingga sulit ditangkap alur kejadian dalam cerita tersebut. Berdasar uraian tersebut peneliti memilih menulis narasi sebagai bahan penelitian ini. Salah satu materi dalam menulis narasi adalah menulis pengalaman pribadi. Untuk itu, dalam penelitian ini penulis lebih banyak membahas tentang menulis pengalaman pribadi.

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis narasi melalui penerapan metode STAD pada siswa Kelas VII. Secara khusus penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) penerapan metode STAD dalam meningkatkan tahapan prapenulisan dalam menulis narasi, (2) penerapan metode STAD dalam meningkatkan tahapan penulisan dalam menulis narasi, dan (3) penerapan metode STAD dalam meningkatkan tahapan penyuntingan dalam menulis narasi.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus melalui tahapan-tahapan, yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Tahapan dalam siklus tersebut dituangkan dalam tiap tahapan proses penulisan, yang terdiri dari prapenulisan, penulisan, dan penyuntingan. Siklus I dilaksanakan tanggal 19, 21, dan 28 Mei 2005. Siklus II dilaksanakan tanggal 31 Mei, 2 dan 4 Juni 2005. Adapun subjek penelitian adalah siswa kelas VIIB SLTP N 11 Malang yang berjumlah 42 siswa.

Dalam penerapan pelaksanaan tindakan diterapkan tahapan-tahapan metode STAD yang terdiri dari presentasi, kerja kelompok, tes, penentuan skor, dan penghargaan. Dalam presentasi, guru memberikan gambaran kegiatan yang akan dilakukan dan memberikan pemodelan. Kegiatan selanjutnya siswa secara berkelompok diminta untuk mengerjakan LKS (Lembar Kerja Siswa) yang telah dibagikan. Hasil kerja kelompok tersebut akan dibahas dalam diskusi kelas. Melalui kegiatan kerja kelompok itu guru akan menentukan skor yang dicapai oleh tiap kelompok untuk diberi penghargaan. Dengan diterapkannya metode STAD aktivitas belajar kelompok dapat ditingkatkan. Hal ini terbukti dengan siswa yang semakin berani untuk bertanya pada teman atau pun pada guru. Aktivitas belajar kelompok juga mengalami peningkatan, yang ditandai dengan peningkatan jumlah anggota kelompok yang ikut berperan serta dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Dalam hal ini, siswa mulai menyadari pentingnya belajar kelompok dalam pembelajaran menulis narasi. Selain itu metode STAD juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis narasi.  Hal ini berarti pembelajaran menulis narasi dengan metode STAD efektif dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, baik kelompok maupun individu.

Hasil penelitian pada tahap prapenulisan siklus tindakan I dan II menunjukkan taraf keberhasilan tindakan pembelajaran menulis narasi melalui metode STAD terhadap aktivitas belajar siswa menunjukkan peningkatan yang sangat baik. Aktivitas belajar siswa pada siklus tindakan I sebesar 2,9 meningkat pada siklus tindakan II menjadi 3,74. Hasil belajar siswa dalam kerja kelompok siklus tindakan I pada tahap prapenulisan menunjukkan tingkat keberhasilan 89 % dengan taraf keberhasilan “sangat bagus”. Dan meningkat menjadi 94,6 % dengan taraf keberhasilan “sangat baik”, walaupun belum mencapai maksimal pada siklus tindakan II. Pada tahap penulisan terjadi peningkatan taraf keberhasilan aktivitas belajar dari 2,82 menjadi 3,02. Aktivitas belajar tersebut mempengaruhi hasil belajar kelompok yang juga menunjukkan peningkatan dari 78 % menjadi 89,3 %. Peningkatan juga terjadi pada hasil belajar siswa dalam tahap penyuntingan menunjukkan persentase 78 % pada siklus tindakan I meningkat menjadi 89,3 % pada siklus tindakan II. Hal ini dipengaruhi aktivitas belajar siswa yang juga meningkat dari siklus tindakan I dengan 3,04 menjadi3,5. Selain itu ketuntasan belajar klasikal pada siklus tindakan I yaitu 73,6 % mengalami peningkatan pada siklus tindakan II yaitu 86 %.

Beberapa saran yang bisa peneliti sampaikan sehubungan dengan penelitian menulis narasi yang kiranya dapat dijadikan bahan pertimbangan guru untuk perbaikan proses pembelajaran, adalah (1) perlu diperhatikan dalam pengaturan tempat duduk pada saat kegiatan kerja kelompok, (2) pada kegiatan kerja kelompok hendaknya guru lebih intensif dalam memberikan bimbingan per kelompok maupun per individu, (3) selama pembelajaran berlangsung diharapkan guru mengkondisikan siswa pada situasi yang menyenangkan untuk mempelajari materi yang diajarkan, dan (4) penggunaan media hendaknya dibuat semenarik mungkin sehingga dapat merangsang siswa untuk tertarik mengikuti proses pembelajaran.


Teks Penuh: DOC