SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Resepsi Siswa terhadap Legenda Gong Kyai Pradah di Lodoyo Kabupaten Blitar.

AGUNG .

Abstrak


ABSTRAK

 

Agung. 2014. Resepsi Siswa terhadap Legenda Gong Kyai Pradah di Lodoyo Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd., (II) Karkono, S.S., M.A.

 

Kata kunci: resepsi, legenda, pembaca

 

Legenda Gong Kyai Pradah (LGKP) merupakan bagian kebudayaan Indonesia yang sampai sekarang masih hidup dan berkembang di Desa Lodoyo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Legenda ini merupakan cerita yang berhubungan dengan benda pusaka dan suatu tempat. Hal ini terbukti dengan adanya tradisi rakyat, yakni acara siraman Gong Kyai Pradah yang diadakan setiap bulan Maulud dan Syawal. Ceritanya yang belum tersebar luas di kalangan masyarakat Lodoyo, sangat perlu diketahui karena disamping sebagai wawasan baru bagi masyarakat khususnya siswa sehingga dapat mengetahui perkembangan pengetahuan siswa mengenai sastra lisan di daerahnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) resepsi siswa terhadap tokoh cerita LGKP, (2) resepsi siswa terhadap alur cerita LGKP, (3) resepsi siswa terhadap latar cerita LGKP, dan (3) resepsi siswa terhadap amanat cerita LGKP.

Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik, karena fokus penelitian adalah pembaca. Sementara itu, jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa teks hasil resepsi siswa terhadap LGKP. Teks hasil resepsi ini tidak ada campur tangan peneliti, siswa secara bebas menuliskan hasil resepsi sesuai apa yang siswa ketahui. Sumber data penelitian ini yakni siswa SMA kelas satu. Siswa SMA dipilih, karena pada jenjang SMA terdapat pembelajaran mengenai cerita rakyat. Siswa SMA yang dipilih berasal dari daerah yang memilki cerita LGKP, yaitu SMA 1 Sutojayan Kabupaten Blitar.

Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa poin dalam empat kajian resepsi siswa terhadap LGKP (tokoh, alur, latar, dan amanat) yang telah diresepsiakan. Terdapat dua kajian dalam resepsi siswa, yakni pemahaman dan tanggapan siswa terhadap LGKP. Pemahaman dan tanggapan siswa terhadap LGKP menunjukan perbedaan dan kesamaan. Hal ini dipengaruhi oleh horison dan cakrawala setiap siswa berbeda. Perbedaan resepsi siswa juga dipengaruhi oleh letak geografis siswa yang berasal dari Lodoyo dengan siswa berasal dari luar Lodoyo. Pemahaman siswa terhadap LGKP dikatakan kurang. Terdapat beberapa data yang menunjukan resepsi siswa menyimpang dari apa yang telah difokuskan pada instrument angket yang telah dibuat oleh peneliti. Resepsi siswa dipengaruhi oleh pengetahuan siswa mengenai sastra dalam hal ini ialah unsur instrinsik.

Berdasarkan penelitian ini, dikemukakan saran sebagai berikut. Pertama, bagi dunia pembelajaran, penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan ajar apresiasi cerita rakyat siswa SMA kelas  X semester 1. Kedua, bagi masyarakat Blitar, disarankan agar melestarikan Gong Kyai Pradah sebagai warisan leluhur serta ceritanya dapat dijadikan pemerkasa khasanah kearifan lokal sebagai edukasi masyarakat Kota Blitar khususnya pelajar siswa Lodoyo. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam mengembangkan atau menemukan gagasan baru pada objek yang sama, karena tidak menutup kemungkinan masih banyak hal-hal yang harus dikembangkan pada penelitian ini.