SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PEMETAAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DAN DAERAH JURUSAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS NEGERI MALANG ANGKATAN TAHUN 2010-2013

Dekki Priyatama Novian Agni

Abstrak


ABSTRAK

 

Agni, Dekki Priyatama Novian. 2013. Pemetaan Kemampuan Membaca Cepat Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Sastra UM Angkatan Tahun 2010-2013. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Martutik, M.Pd, (II) Dewi Pusposari, S.Pd, M.Pd.

 

Kata kunci: membaca cepat, kecepatan membaca, pemahaman dalam membaca, kemampuan membaca cepat dan efektif.

 

Membaca cepat merupakan keterampilan yang memiliki banyak manfaat. Membaca cepat ialah membaca dengan waktu yang singkat. Tujuan dalam membaca ini ialah memahami informasi secara luas dan dangkal. Setiap orang memiliki kecepatan membaca yang berbeda-beda. Ada banyak faktor yang menyebabkan perbedaan kecepatan membaca setiap orang. Pada tingkat mahasiswa S1, standar kecepatan membaca yang memadahi ialah 325 kpm.

Pemahaman merupakan tujuan utama dalam membaca, dapat dikatakan pula pemahaman merupakan esensi dari kegiatan membaca. Dalam pemahaman ini terjadi  proses asimilasi dan atau akomodasi antara fakta,  konsep, dan generalisasi yang baru dengan keseluruhan khasanah kejiwaan yang dimiliki pembaca. Pemahaman dalam membaca dapat dikatakan memadahi apabila sudah mencapai 40%-60%.

Membaca cepat dan efektif ialah membaca yang memperhatikan kecepatan  yang memadai dan persentase pemahaman yang tinggi. Pada tingkat mahasiswa S1, dapat dikatakan sudah memiliki kemampuan membaca cepat dan efektif bila kecepatan membacanya sudah lebih dari 325 kpm dan tingkat pemahamannya mencapai 40%-60%. Pemahaman yang dibutuhkan merupakan pemahaman yang interpretatif (pemahaman tersirat) dalam bacaan seperti menarik kesimpulan, menangkap hubungan sebab akibat, dan sebagainya. Ada kecenderungan mahasiswa lebih mengutamakan kecepatan membaca dan mengabaikan pemahaman, begitu juga sebaliknya.

Penelitian tentang membaca cepat sebenarnya sudah banyak dilakukan, namun mayoritas penelitian tersebut masih meneliti tentang siswa, sedangkan untuk meneliti tentang kemampuan membaca cepat mahasiswa masih jarang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan kemampuan membaca cepat dan efektif mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia (JSI) UM Prodi Kependidikan angkatan tahun 2010-2013. Adanya perbedaan angkatan, diasumsikan akan membuat hasil membaca juga berbeda.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini ialah mahasiswa JSI UM angkatan tahun 2010-2013, dengan sampel satu kelas offering setiap angkatan. Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data ialah bacaan (tes membaca), soal pemahaman bacaan, dan kunci jawaban soal pemahaman. Wujud data berupa skor kemampuan membaca cepat mahasiswa setiap angkatan. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, (1) persiapan, (2) tabulasi dan (3) penerapan data.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga hasil penelitian. Pertama, tingkat kecepatan membaca mahasiswa JSI UM angkatan tahun 2010-2013. Kecepatan membaca mahasiswa JSI UM angkatan tahun 2010, mencapai 227 kpm, angkatan tahun 2011 mencapai 250 kpm, angkatan tahun 2012 mencapai 226 kpm, dan angkatan tahun 2013 mencapai 236 kpm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kecepatan membaca mahasiswa JSI UM angkatan 2010-2013 masih belum sesuai standar kecepatan membaca mahasiswa S1, yakni 325 kpm. Mahasiswa angkatan tahun 2011 memiliki kecepatan membaca yang lebih tinggi dari pada angkatan lainnya.

Kedua, tingkat pemahaman mahasiswa JSI UM angkatan tahun 2010-2013. Tingkat pemahaman mahasiswa JSI UM angkatan tahun 2010 mencapai 66%, angkatan tahun 2011  mencapai 60%, angkatan tahun 2012 mencapai 59%, dan angkatan tahun 2013 mencapai 57%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tingkat pemahaman mahasiswa JSI UM angkatan tahun 2010-2013 sudah sesuai dengan standar pemahaman dalam membaca cepat, yakni 40%-60%. Mahasiswa angkatan 2010 memiliki pemahaman yang lebih tinggi dari pada angkatan lainnya.

Ketiga, kemampuan membaca cepat dan efektif mahasiswa JSI UM angkatan tahun 2010-2013. Membaca cepat tidak hanya mengutamakan kecepatan saja, tetapi pemahaman juga harus memadahi. Kemampuan membaca cepat mahasiswa JSI UM angkatan tahun 2010-2013 masih tergolong rendah. Hal ini dikarenakan jumlah mahasiswa yang memiliki kemampuan membaca cepat dan efektif, hanya sekitar 17% (22 orang) dari seluruh jumlah sampel (133 orang). Setiap angkatan hanya terdapat 6-8 orang mahasiswa yang memiliki kemampuan membaca cepat dan efektif. Kecenderungannya, mahasiswa masih lebih mengutamakan untuk memahami isi bacaan dan mengabaikan kecepatan dalam membaca. Pembaca yang demikian merupakan pembaca yang tidak efisien.  

Berdasarkan hasil penelitian ini, dikemukakan tiga saran. Pertama, untuk mahasiswa JSI UM agar mengadakan penelitian lanjutan dari penelitian ini, yakni penelitian tindakan kelas (PTK) guna mengatasi masih rendahnya kemampuan membaca cepat dan efektif mahasiswa. Kedua, untuk mahasiswa JSI UM agar berusaha untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat dan efektif dengan cara berlatih secara intensif. Ketiga, untuk Jurusan Sastra Indonesia agar membuat strategi pembelajaran khusus untuk mengatasi masalah mahasiswanya ini. Strategi tersebut bisa berupa penambahan jam mata kuliah tentang membaca ekstemsif