SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENANGGAPI BERITA DENGAN MACROMEDIA FLASH PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BATU

Mardiyah Putri Astuti

Abstrak


ABSTRAK

 

 

 

Putri,Mardiyah. 2013. Pengembangan Media Pembelajaran Menanggapi Berita

dengan Macromedia flash untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Batu.

Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang.

Pembimbing: (1) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd., (2) Drs. Dwi Saksomo, M.Si.

 

Kata Kunci: media pembelajaran, menyimak berita, menanggapi berita,

          macromedia flash

 

            Salah satu standar kompetensi Pelajaran Bahasa Indonesia di SMA kelas X dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung/tidak langsung dengan KD Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita/non berita).  Pembelajaran menyimak merupakan salah satu aspek kebahasaan yang harus dimiliki siswa selain menulis, membaca, dan berbicara. Tindak lanjut yang dilakukan setelah menyimak yaitu menanggapi berita. Menanggapi berita dapat tercapai dengan baik apabila berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

            Hasil pengamatan peneliti, pada aspek menyimak, ragam media yang digunakan relatif kurang. Koran, majalah, serta media masa sejenisnya digunakan sebagai bahan simakan. Pembelajaran menyimak dilaksanakan secara konvensional dengan model guru membacakan dan siswa menyimak apa yang dituturkan oleh guru. Berdasarkan hal tersebut, baik guru maupun siswa memerlukan adanya inovasi media pembelajaran. Inovasi media pembelajaran tersebut digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjadikan pembelajaran menenanggapi berita menjadi lebih menarik dan tidak monoton lagi.

Produk teknologi yang dapat digunakan sebagai inovasi dalam pembelajaran adalah komputer. Salah satu program komputer yang dapat digunakan sebagai media pendidikan adalah macromedia flash, yaitu program animasi yang telah banyak digunakan untuk menghasilkan desain profesional dan berguna untuk pembelajaran interaktif. Melalui macromedia flash, siswa secara langsung dapat mengamati, menelaah, dan memahami materi secara jelas melalui gambar dan tabel-tabel instruksi sesuai dengan tayangan. Dengan menggunakan media pembelajaran macromedia flash, siswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar mandiri secara langsung.

            Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan isi media pembelajaran menanggapi berita dengan Macromedia flash pada siswa SMA. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan penelitian pengembangan. Langkah-langkah yang disimpulkan meliputi (1) analisis kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) perancangan media yang mencakup materi menanggapi berita, video berita, kuis, dan permainan, (3) pengembangan produk media, (4) uji produk media, dan (5) revisi produk.

            Data yang dihasilkan dari penelitian ini adalah data kualitatif berupa kritik dan saran dari ahli materi, ahli media, praktisi (guru) dan siswa. Data kuantitatif dihasikan dari uji kelayakan media dengan rentang skor 4,3,2, dan 1 pada tiap pertanyaannya. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara dan angket.

            Perolehan hasil penilaian kelayakan media dijabarkan dalam tujuh aspek, yaitu (1) Rumusan tujuan pembelajaran 54.2%, (2) Penyajian materi menurut ahli materi 68.7% dan menurut ahli media 67.8%, (3) Soal evaluasi menurut ahli materi 62.5% dan menurut ahli media 75%, (4) Bahan penarik perhatian 89.3%, (5) Keinteraktifan 87.5%, (6) Lain-lain 80.5%, dan (7) Presentasi kelayakan media menurut siswa adalah 81.5%. Produk dikatakan layak apabila memiliki tingkat kelayakan 76%-100%. Jika produk memperoleh presenyase sebesar 56%-75% maka, produk dikatakan cukup layak, tetapi memerlukan revisi. Hal itu perlu dilakukan agar produk dianggap benar-benar layak dan dapat diaplikasikan sebagai media pembelajaran.

Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan (1) Menurut ahli materi, tujuan pembelajaran masih kurang sempurna dan perjelas penggunaan taksonomi dalam membuat pertanyaan-pertanyaan pada kuis, (2) Menurut ahli media, ganti warna huruf pada media, ganti background pada layer permainan, dan memisahkan layer penyajian materi dengan layer utama, (3) Menurut praktisi (guru), secara keseluruhan media yang digunakan praktis dan bisa dilaksanakan secara terpadu dengan paket Pelajaran Bahasa Indonesia yang tersedia, dan (4) Menurut hasil uji lapangan, siswa melaksanakan kegiatan belajar dengan bersemangat karena pembelajaran dengan menggunakan macromedia flash baru pertama kali dilakukan oleh siswa.

Hasil penelitian berupa produk CD interaktif media pembelajaran menanggapi berita dengan Macromedia flash dan diujicobakan pada siswa-siswi kelas X SMA Negeri 1 Batu. Secara keseluruhan media sudah bisa diimplementasikan di lapangan dengan catatan beberapa revisi pada aspek-aspek tertentu sesuai dengan hasil uji kelayakan yang telah dilaksanakan. Terkait dengan hal tersebut, maka disarankan kepada peneliti lain untuk lebih mengkaji, memodifikasi, dan memperkecil kekurangan pada media pembelajaran menanggapi berita dengan macromedia flash ini. Media ini dapat digunakan sebagai referensi dan salah satu media belajar bagi siswa yang tidak dibatasi oleh waktu dan jarak. Selain itu media ini diharapkan dapat menjadi salah satu model pembelajaran menanggapi berita oleh guru dengan model dan contoh-contoh berita yang lebih menarik dan variatif agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.