SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

SIKAP MORAL DALAM NOVEL 9 SUMMERS 10 AUTUMNS DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BAHAN AJAR SASTRA BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER PADA JENJANG SMP

Firda Dzurriyatunal Ulya

Abstrak


ABSTRAK

 

Ulya, Firda Dzurriyatunal. 2013. Sikap Moral dalam Novel 9 Summers 10 Autumn dan Potensinya sebagai Sumber Bahan Ajar Sastra Berbasis Pendidikan Karakter pada Jenjang SMP. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd., (II) Dr. Musthofa Kamal, S.Pd, M.Sn.

 

Kata Kunci: novel, moral individu, moral sosial, moral religi, sumber bahan ajar, pembelajaran sastra SMP, pendidikan karakter.

 

Karya fiksi memiliki dua fungsi, yaitu memberi kesenangan (dulce) dan manfaat (utile). Karya fiksi memberikan kesenangan artinya, pembaca dapat menikmati cerita dan menghibur diri untuk mendapatkan kepuasan batin. Adapun karya fiksi memberikan manfaat artinya, pembaca dapat memetik pesan moral yang dapat memperluas wawasan pembaca tentang kehidupan. Moral dalam karya fiksi biasanya mencerminkan pandangan hidup dan nilai-nilai luhur yang diyakini oleh pengarang untuk disampaikan kepada pembaca. Penelitian ini perlu dilakukan untuk memudahkan guru memilih novel berkualitas yang dapat digunakan sebagai sumber bahan ajar yang sesuai dengan pendidikan karakter. Pembelajaran sastra mengenai novel tidak hanya mengenalkan novel dari segi keindahan sastra, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai yang berguna sebagai pembelajaran untuk memahami hidup dari kisah perjalanan hidup tokoh yang terdapat dalam novel. Salah satu karya sastra yang mendapat komentar positif dari pembaca adalah novel 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setyawan. Novel ini menceritakan kisah hidup Iwan yang penuh dengan kerja keras dan perjuangan. Novel ini berpotensi untuk dijadikan bahan pembelajaran di sekolah. Sikap moral yang terkandung dalam novel 9 Summers 10 Autumns yaitu sikap moral individu, sikap moral sosial, dan sikap moral religi.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sikap moral individu novel 9 Summers 10 Autumns, (2) mendeskripsikan sikap moral sosial novel 9 Summers 10 Autumns, (3) mendeskripsikan sikap moral religi novel 9 Summers 10 Autumns, dan (4) mendeskripsikan potensi novel 9 Summers 10 Autumns sebagai sumber bahan pembelajaran sastra berbasis pendidikan karakter pada jenjang SMP.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah novel 9 Summers 10 Autumns dan penuturan responden. Data dalam penelitian ini berupa kutipan kalimat, paragraf, atau dialog dalam novel 9 Summers 10 Autumns dan data tentang potensi novel 9 Summers 10 Autumns sebagai sumber pembelajaran berupa hasil angket Guru Bahasa Indonesia terkait potensi novel sebagai sumber bahan pembelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh empat simpulan berikut. Pertama, sikap moral individu tokoh utama yang terkandung dalam novel9 Summers 10 Autumns memiliki tiga klasifikasi besar, yaitu  (1) memanfaatkan seluruh  potensi, kemampuan, dan keterampilan yang dimiliki, (2) bersikap baik dan tidak merugikan orang lain, dan (3) memperlakukan diri dengan baik dan hormat. Sikap moral yang berkaitan dengan memanfaatkan seluruh potensi, kemampuan, dan keterampilan yang dimiliki meliputi (a) semangat belajar, (b) optimis, (c) kerja keras, (d) berani bermimpi, dan (e) selalu belajar dari orang lain. Sikap moral yang berhubungan dengan sikap baik dan tidak merugikan orang lain, meliputi (a) besar hati, (b) sabar, (c) tanggung jawab, (d) cinta lingkungan, dan (e) introspeksi diri. Nilai moral yang berkaitan dengan sikap memperlakukan diri dengan baik dan hormat meliputi  (a) kebahagiaan diri dan (b) harga diri. Kedua,  Sikap moral sosial tokoh utama novel 9 Summers 10 Autumns memiliki dua klasifikasi besar, yaitu  (1) menjaga kerukunan dan kedamaian dan (2) menghormati orang lain. Sikap moral sosial tokoh utama yang berhubungan dengan menjaga kerukunan dan kedamaian, yaitu (a) saling berbagi, (b) kerja sama, (c) silaturrahmi, (d) balas budi, dan (e) cinta keluarga. Ketiga, sikap moral religi tokoh utama novel 9 Summers 10 Autumns diklasifikasikan menjadi empat, yaitu (1) taat, (2) berserah diri kepada Tuhan, (3) bersyukur, dan (4) bertaubat. Keempat, novel 9 Summers 10 Autumns berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber bahan pembelajaran sastra berbasis pendidikan karakter.

Berdasarkan simpulan hasil penelitian dapat dikemukakan beberapa saran: pertama, bagi pembaca disarankan untuk membaca novel 9 Summers 10 Autumns dan dapat mengambil pelajaran atau hikmah yang ada di dalamnya. Kedua, bagi peneliti lain disarankan untuk meneliti novel 9 Summers 10 Autumns dari aspek-aspek lain yang belum diteliti. Dengan adanya pengembangan penelitian di bidang sastra, maka hasil penelitiannya pun akan beragam. Ketiga, bagi penulis karya sastra disarankan untuk menulis karya sastra yang bertema seperti novel 9 Summers 10 Autumns yang memiliki nilai moral dan pendidikan di dalamnya. Novel yang demikian tidak hanya memberikan hiburan semata, tetapi juga memberikan pelajaran yang dapat diambil setelah membaca novel. Keempat, bagi pendidik atau guru disarankan untuk memanfaatkan novel 9 Summers 10 Autumns atau novel-novel yang bermuatan nilai moral sebagai sumber bahan ajar dalam melaksanakan pembelajaran sastra, khususnya pembelajaran yang menggunakan novel sebagai media pembelajaran