SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakteristik Karangan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 03 Kanigoro Madiun Tahun Pelajaran 2012/2013

Risqa Nurul Hidayah

Abstrak


ABSTRAK

 

Hidayah, Risqa Nurul. 2013. Karakteristik Karangan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 03 Kanigoro Madiun Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumadi, M.Pd., (II) Moch. Syahri, S.Sos., M.Si.

 

Kata kunci: karakteristik, karangan, pembelajaran menulis

 

Menulis merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa. Menulis karangan merupakan salah satu kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV sekolah dasar yang harus diajarkan dan dikuasai oleh siswa kelas IV sekolah dasar. Pada kenyataannya, menulis karangan masih dirasa sulit oleh siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 03 Kanigoro Madiun, sehingga pembelajaran ini diajarkan kepada siswa dengan menggunakan rangsang gambar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan karakteristik karangan siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 03 Kanigoro Madiun tahun pelajaran 2012/2013 berdasarkan aspek (1) teknik pengembangan karangan, (2) pilihan kata, dan (3) gaya bahasa yang digunakan dalam menulis karangan.

Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah karangan siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 03 Kanigoro Madiun tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 38 siswa. Wujud datanya berupa data verbal tentang menulis karangan yang berupa kata, kalimat, dan paragraf yang mengandung unsur (1) teknik pengembangan karangan, (2) pilihan kata, dan (3) gaya bahasa yang digunakan dalam menulis karangan. Data tersebut diperoleh dari lembar kerja siswa meulis karangan. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrumen utama pengumpul data dan dibantu oleh instrumen pendukung, yaitu (1) instrumen perintah, (2) tabel instrumen analisis data, dan (3) deskriptor karangan siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pemberian tugas. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan empat tahap analisis, yaitu (1) tahap mengoreksi dan mengidentifikasi, (2) tahap mengklasifikasi, (3) tahap menyajikan data, dan (4) tahap menyimpulkan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan melakukan ketekunan dan perpanjangan pengamatan.

Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh tiga hasil penelitian. Pertama, siswa menggunakan teknik pengembangan karangan model kronologis dan model sebab-akibat/akibat-sebab, yang dapat dijabarkan sebagai berikut: (a) terdapat 87 alinea karangan dari 37 karangan siswa yang dikembangkan dengan meng-gunakan teknik pengembangan karangan model kronologis, dan (b) terdapat tiga alinea karangan yang dikembangkan dengan menggunakan teknik pengembangan karangan model sebab-akibat/akibat-sebab. Kedua, siswa menggunakan pilihan kata (a) percakapan, (b) kata denotatif, (c) kata konkrit, dan (d) kata umum-khusus. Pilihan kata percakapan, denotatif, dan kata konkrit menunjukkan bahwa siswa kelas IV sekolah dasar memilih kata yang dekat dengan lingkungan dan kehidupannya sehari-hari. Ketiga, seluruh karangan siswa yang berjumlah 37 karangan menggunakan gaya bahasa percakapan. Gaya bahasa ini digunakan sesuai dengan pilihan kata yang dipilih, yaitu pilihan kata percakapan.

Saran penelitian ini disampaikan kepada tenaga pengajar Bahasa Indonesia, siswa, dan peneliti selanjutnya. Bagi tenaga pengajar Bahasa Indonesia disarankan untuk lebih sering mengajarkan siswa mengarang dengan teknik-teknik mengarang, sehingga siswa tidak lagi merasa kebingungan dalam mengarang. Selain itu, disarankan juga untuk mengajarkan siswa menulis dengan menggunakan bahasa baku atau bahasa formal dan pembentukan kata dengan benar, sehingga siswa dapat memilih kata dengan benar dalam menulis sebuah kalimat. Bagi siwa, disarankan agar sering berlatih menulis karangan, sehingga siswa dapat menulis karangan dengan lebih baik lagi dan tanpa dirangsang dengan gambar. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian pada aspek lain yang terkait dengan karangan siswa sekolah dasar.