SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Media Peta Konsep Bergambar Siswa Kelas II MI Nurul Iman Dempok, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang

ALFIYATUL KHOIRIYAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Khoiriyah, Alfiyatul. 2013. Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Media Peta Konsep Bergambar Siswa Kelas II MI Nurul Iman Dempok, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M. Pd (II) Dwi Sulistyorini,S.S., M.Hum.

 

Kata kunci: kemampuan menulis, karangan deskripsi, media peta konsep bergambar.

 

Menulis adalah kemampuan menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis untuk disampaikan kepada pembaca. Salah satu kompetensi dasar  aspek menulis dalam standar isi bahasa Indonesia kelas II SD adalah mendeskripsikan tumbuhan atau binatang di sekitar  secara sederhana dengan menggunakan bahasa tulis. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kemampuan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan media peta konsep bergambar siswa kelas II MI Nurul Iman Dempok, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Kemampuan menulis ini dilihat dari aspek  kelengkapan isi, kerincian isi, dan penggunaan pilihan kata deskriptif.

Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini mendeskripsikan hasil analisis sesuai dengan kenyataannya. Data penelitian ini berupa skor dengan instrumen penelitian berupa petunjuk dan perintah tes menulis, dan pedoman penilaian. Penyekoran dilakukan dengan memberikan skor pada setiap aspek yang diteliti. Setelah semua data terkumpul dilakukan analisis data. Analisis data meliputi: (1) persiapan, (2) tabulasi, (3) penilaian, dan (4) penafsiran hasil penelitian. Tahap persiapan meliputi tiga kegiatan, yaitu (1) mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi, (2) memeriksa kelengkapan data, dan (3) mengecek isian data. Kegiatan tabulasi berisi pemberian skor dan pengodean terhadap siswa, sedangkan kegiatan penilaian berisi penilaian terhadap data dengan rumus penghitungan skor. Kegiatan penafsiran hasil penilaian berisi penentuan kualifikasi kemampuan siswa.

Hasil analisis penelitian kemampuan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan media peta konsep bergambar siswa kelas II MI Nurul Iman Dempok, Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang dinyatakan sudah mampu dari aspek kelengkapan isi, sebanyak 18 siswa (78%) mampu menyebutkan seluruh bagian dari burung Elang, dan 5 siswa (22 %) mampu menyebutkan 5−6 bagian dari burung Elang. Pada kemampuan menulis karangan deskripsi dari aspek kerincian isi siswa dinyatakan tidak mampu, sebanyak 6 siswa (26%) mampu menyebutkan ciri-ciri bentuk dan warna dari 5−6 bagian dari burung Elang, 11 siswa (49%) mampu menyebutkan ciri-ciri bentuk dan warna dari 3−4 bagian dari burung Elang, dan 5 siswa (22%) mampu menyebutkan ciri-ciri bentuk dan warna dari 1−2 bagian dari burung Elang. Pada kemampuan menulis cerita karangan deskripsi dari aspek pilihan kata deskriptif siswa dinyatakan tidak mampu, sebanyak  5 siswa (23%) mampu menyebutkan ≥20 pilihan kata deskriptif, sebanyak 10 siswa (43%) mampu menyebutkan 15−19 pilihan kata deskriptif, sebanyak 7 siswa (30%) mampu menggunakan 10−14 pilihan kata deskriptif, dan 1 siswa (4%) mampu menyebutkan 5−9 pilihan kata deskriptif . Siswa sudah mampu menggunakan kata konkret sesuai gambar objek deskripsi dan beberapa kata abstrak yang sesuai dengan objek deskripsi.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diberikan saran kepada tiga pihak. Pertama, kepada kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan di lingkungan sekolah disarankan untuk mengupayakan media dan sarana yang dapat menunjang pembelajaran menulis karangan deskripsi dan memberikan dukungan kepada guru untuk meningkatkan kreativitas dalam mengajar menulis karangan deskripsi. Kedua, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia disarankan untuk menggunakan media pembelajaran yang bervariasi agar pembelajaran menulis karangan deskripsi menjadi menarik dan tidak membosankan. Ketiga, peneliti berikutnya disarankan untuk mengadakan penelitian terhadap kegiatan pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan metode penelitian atau dengan rumusan masalah yang berbeda.