SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERWAWANCARA UNTUK SMP

AJENG MARETYA NUR UTAMI

Abstrak


ABSTRAK

 

Utami, Ajeng. M. N, 2013. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Berwawancara SMP. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Kusubakti Andajani, M.Pd, (2) Dr. H. Nurhadi, M.Pd

 

Kata Kunci: pengembangan multimedia, pembelajaran berwawancara

 

Media pembelajaran menjadi salah satu unsur penting dalam kegiatan pembelajaran. Keberadaan media pembelajaran menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Media pembelajaran merupakan sarana pendukung yang berfungsi untuk membantu guru dalam proses transfer ilmu kepada siswa.

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia terdapat empat keterampilan berbahasa. Keempat keterampilan tersebut adalah (1) keterampilan menyimak, (2) keterampilan berbicara, (3) keterampilan membaca, dan (4) keterampilan menulis. Keempat keterampilan tersebut merupakan keterampilan yang harus dicapai siswa. Dalam penelitian ini, peneliti mengembangkan  media pembelajaran untuk menunjang pembelajaran berbicara khususnya berwawancara.

Wawancara merupakan bentuk percapakan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara bertujuan mendapatkan informasi dimana pewawancara melontarkan pertanyaan untuk dijawab narasumber.

Hasil observasi awal menunjukkan media yang digunakan untuk mengajarkan keterampilan wawancara di sejumlah sekolah biasanya hanya berupa video wawancara. Media tersebut memberikan contoh bagaimana wawancara berlangsung. Namun, setelah diamati lebih lanjut, media yang ada belum sepenuhnya dapat memberikan penjelasan tentang wawancara secara mendalam. Di samping itu, media yang ada hanya memperlihatkan contoh wawancara, tetapi tidak mengajarkan siswa untuk berwawancara dengan baik. Dengan kata lain, model wawancara yang ditampilkan tidak layak ditiru oleh siswa. Untuk itu diperlukan media yang menunjang kegiatan pembelajaran berwawancara yang baik.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berwawancara berbasis multimedia serta buku panduan yang berfungsi untuk mempermudah pengguna media. Multimedia pembelajaran berwawancara ini berisi materi, contoh wawancara yang baik dengan memperhatikan etika berwawancara dan video wawancara.

Penelitian ini menggunakan model pengembangan (Research and Development) Borg and Gall yang telah disesuaikan. Model penelitian dan pengembangan ini dirumuskan dalam langkah-langkah berikut ini (1) melakukan analisis kebutuhan, (2) melakukan perencanaan (pendefinisian media, perumusan tujuan, dan penentuan urutan pengajaran), (3) mengembangkan bentuk produk awal, (4) melakukan validasi terhadap ahli, (5) melakukan uji coba produk, (6) melakukan revisi produk (berdasarkan saran-saran dan hasil uji coba lapangan), dan (7) membuat laporan mengenai produk pada jurnal.

Berdasarkan hasil uji coba diperoleh data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kelayakan isi oleh uji praktisi diperoleh hasil 100%. Analisis data kelayakan isi oleh uji lapangan diperoleh hasil 100%. Analisis data kelayakan isi uji lapangan diperoleh diperoleh hasil 100%. Analisis sajian uji praktisi diperoleh hasil 90%. Analisis sajian uji lapangan diperoleh hasil 81,25%. Analisis data grafika uji lapangan diperoleh diperoleh hasil 87,50%. Analisis data bahasa uji praktisi diperoleh hasil 100%. Analisis data bahasa uji lapangan diperoleh data 87,25%. Analisis data desain pembelajaran uji ahli media diperoleh hasil 68,75%. Analisis data desainn pembelajaran uji praktisi diperoleh hasil 93,75%. Analisis data kemudahan navigasi uji ahli media diperoleh hasil 75%. Analisis data kemudahan navigasi uji praktisi diperoleh hasil 100%. Analisis data komunikasi visual uji ahli media diperoleh hasil 95,83%. Analisis data komunikasi visual uji praktisi diperoleh hasil 96,30%. Analisis data komunikasi visual uji lapangan diperoleh hasil 81,25%. Berdasarkan paparan hasil analisis data uji coba, media ini tergolong layak dan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran berwawancara untuk SMP.

Saran untuk guru Bahasa Indonesia SMP agar dapat menggunakan media ini dalam proses belajar mengajar  di kelas pada pembelajaran berwawancara.  Untuk   peneliti   lain, multimedia pembelajaran berwawancara  ini   dapat   dijadikan contoh untuk pengembangan   media   yang   lainnya.