SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2014

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Rwspon Argumentasi Siswa dalam Interaksi Belajar-Mengajar di Kelas X SMK PGRI 3 Malang

Fadhilah Hardini UM

Abstrak


 

ABSTRAK

 

Asih, Fadhilah Hardini Wahyuni. 2013. Respon Argumentatif Siswa dalam Interaksi Belajar-Mengajar di Kelas X SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd  , (II) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd

 

Kata kunci: respon argumentatif, interaksi belajar-mengajar

Dalam kegiatanbelajar-mengajar di kelas, pasti terjadi interaksi yang dilakukan oleh siswa dan guru. Interaksi dilakukan dengan cara bercakap atau melalui sebuah percakapan. Percakapan terdiri dari inisiasi, respon (tanggapan), dan timbal balik. Inisiasi atau pemicu (I) berfungsi sebagai pembuka interaksi. Inisiasi diikuti oleh suatu respon atau tanggapan (R). Respon atau tanggapan diikuti oleh feedbackatau umpan balik (F) yang sifatnya manasuka.

Percakapan disampaikan melalui media lisan berupa tuturan atau ujaran yang merupakan bagian dari sebuah wacana, yaitu wacana lisan. Salah satu bentuk wacana berdasarkan tujuan komunikasinya adalah wacana argumentatif. Wacana argumentatif merupakan wacana yang berisi gagasan-gagasan yang menjelaskan suatu topik dengan menunjukkan kebenaran fakta-fakta  dan merangkainya menjadi satu gagasan utuh dengan tujuan mempengaruhi pendengar atau pembaca agar berfikir sesuai dengan pemikiran pembicara atau penulis.

Kemampuan berargumentasi sangat penting untuk siswadi sekolah, terutama siswa SMK dalam menghadapi dunia kerja yang merupakan orientasi sekolah kejuruan. Oleh karena itu, peneliti mengambil objek siswa SMK dengan tujuan untuk mengetahui penggunaan wacana argumentatif dalam respon yang disampaikan oleh siswa SMK tersebut.

Penelitian ini dilakukan di SMK PGRI 3 Malang yang merupakan sekolah kejuruan swasta favorit di Kota Malang. Penelitian tentang respon argumentatif siswa ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan mengkaji secara rinci modus penyampaian, fungsi, dan strategi penyampaian respon argumentatif siswa kelas X SMK PGRI 3 Malang. Data yang dihasilkan merupakan data verbal berupa kalimat tuturan yang dianalisis menggunakan model Miles &Huberman.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa modus penyampaian respon argumentatif siswa menggunakan tuturan deklaratif, interogatif, dan imperatif. Fungsi respon argumentatif antara lain (1) fungsi pernyataan, (2) alasan, (3) pengusulan, (4) pengeluhan, (5) penghindaran, (6) penolakan, (7) penyanggahan, (8) perintah, (9) pembenaran, (10) permohonan, dan (11) humor. Strategi penyampaian yang digunakan adalah secara langsung untuk menyampaikan pernyataan, alasan, pengusulan, penyanggahan, pembenaran dan perintah. Secara tidak langsung juga digunakan untuk menyampaikan alasan dan perintah, dan juga untuk menyampaikan pengeluhan, penghindaran, penolakan, perintah, permohonan, dan humor. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tidak selalu ada kesejajaran antara modus yang digunakan dengan fungsi yang dihasilkan, tergantung pada strategi yang digunakan.

Penelitian ini menganalisis penggunaan wacana argumentatif pada respon siswa dalam interaksi belajar-mengajar , bukan pada kemampuan siswa ataupun pada penggunaan wacana dalam materi. Oleh karena itu, hasil yang diperoleh dari penelitian ini dapat ditindaklanjuti dengan meningkatkan kemampuan berargumentasi siswa, atau memilih strategi dan metode untuk mengajarkan  wacana argumentatif berdasarkan kompetensi dasar.