SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN MEMBACA INTENSIF SISWA KELAS XI SMA

HENY PUJI LESTARI

Abstrak


ABSTRAK

 

Lestari, Heny Puji. 2013. Pengembangan Instrumen Asesmen Membaca Intensif Siswa Kelas XI SMA. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumadi, M. Pd., (II) Dr. Nurchasanah, M. Pd.

 

Kata kunci: instrumen asesmen, membaca intensif.

 

Salah satu komponen terpenting dalam pembelajaran membaca intensif adalah penilaian. Asesmen merupakan kegiatan terpenting untuk  mengetahui hasil yang telah dicapai dalam proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Guru dapat menentukan keberhasilan dalam pembelajaran membaca intensif melalui kegiatan penilaian. Hal yang melatarbelakangi pengembangan instrumen asesmen membaca intensif siswa kelas XI SMA adalah instrumen asesmen yang ada saat ini kurang mendeskripsikan cara penilaian membaca intensif dengan benar.

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan instrumen asesmen membaca intensif siswa kelas XI SMA. Tujuan khusus penelitian ini adalah (1) mengembangkan instrumen asesmen yang berupa tes subjektif dalam pembelajaran membaca intensif siswa kelas XI SMA dan (2) mengembangkan instrumen asesmen yang berupa portofolio dalam pembelajaran membaca intensif siswa kelas XI SMA.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan model prosedural dan memodifikasi dari sepuluh langkah penelitian dan pengembangan Borg dan Gall. Dalam penelitian ini terdapat empat tahap utama prosedur penelitian pengembangan, yaitu (1) tahap perencanaan, (2) tahap pengembangan produk, dan (3) tahap validasi dan revisi. Untuk mengetahui kelayakan produk, dilakukan uji kepada ahli asesmen, praktisi atau guru bahasa dan sastra Indonesia, dan siswa kelas XI SMA. Jenis data yang dikumpulkan pada kegiatan pengembangan ini adalah data verbal dan data nominal. Data verbal tentang kekurangan instrumen asesmen membaca intensif meliputi data tertulis dan tidak tertulis. Data tertulis berupa catatan uji coba, saran, koreksi, dan komentar para subjek uji coba. Data tidak tertulis berupa rekaman wawancara dan saran secara lisan dari subjek uji coba. Data nominal berupa skor uji validasi dan skor uji lapangan.

Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah  pedoman wawancara, pedoman observasi, angket uji ahli, angket uji lapangan, dan panduan penilaian. Data prapengembangan dianalisis dengan cara mendeskripsikan secara keseluruhan data. Data pascapengembangan atau data uji coba dianalisis dengan cara (1) mengumpulkan data kualitatif yang diperoleh dari angket dan mentranskrip data lisan, (2) menghimpun, menyeleksi, dan mengklasifikasi data kualitatif dan kuantitatif berdasarkan aspek yang dinilai, (3) menghitung data kuantitatif dengan menggunakan rumus Arikunto, dan (4) menganalisis data serta merumuskan simpulan analisis sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut terhadap produk yang dikembangkan.

Berikut hasil uji produk  instrumen asesmen membaca intensif yang berupa soal objektif dan esai. Pertama,  hasil uji produk kepada praktisi I diperoleh hasil uji validitas perwajahan sebesar 87,5%, kepraktisan sebesar 100%, dan keterbacaan sebesar 95%. Kedua, hasil uji produk kepada praktisi II diperoleh hasil uji validitas perwajahan sebesar 100%, kepraktisan sebesar 100%, dan keterbacaan sebesar 100%. Ketiga, hasil uji produk kepada siswa kelas XI SMA sebesar 83,49%. Hasil uji instrumen asesmen pembelajaran membaca intensif menunjukkan bahwa produk tergolong layak dan siap diimplementasikan.

Berikut hasil uji produk instrumen asesmen membaca intensif berupa portofolio. Pertama, hasil uji produk kepada praktisi I diperoleh validitas perwajahan sebesar 95,83%, kepraktisan sebesar 100%, dan keterbacaan sebesar 100%. Kedua, hasil uji produk kepada praktisi II diperoleh hasil uji validitas perwajahan sebesar 100%, kepraktisan sebesar 100%, dan keterbacaan sebesar 100%. Hasil uji instrumen asesmen membaca intensif berupa portofolio menunjukkan bahwa produk tergolong layak dan siap diimplementasikan.

Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan untuk dapat memanfaatkan instrumen asesmen membaca intensif ini untuk keperluan menilai kemampuan siswa dalam hal membaca intensif. Bagi peneliti lain, instrumen asesmen membaca intensif ini dapat  digunakan sebagai pertimbangan dan sumber bacaan untuk mengembangkan instrumen asesmen pembelajaran bahasa Indonesia dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang lain demi mempermudah penilaian siswa.