SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS GEGURITAN BERBASIS AUDIO VISUAL UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI SMP

andri pebriana wati

Abstrak


ABSTRAK

 

Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harafiah berarti “tengah”, “perantara” atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pembelajaran. Dengan memanfaatkan media, siswa dapat belajar secara mandiri. Unsur gambar (visual) dan unsur suara (audio) yang disusun secara menarik dan mudah dipahami akan membuat pengguna media tertarik untuk memperoleh informasi yang ada di dalamnya. Kreativitas pengembang media sangat menentukan efektivitas penggunaan media dalam memberikan informasi yang ada di media pembelajaran.

Tujuan penelitian ini adalah (1) menghasilkan produk pengembangan media pembelajaran menulis geguritan SMP kelas VIII berbasis audio visual yang menarik dan (2) menghasilkan produk pengembangan media pembelajaran menulis geguritan SMP kelas VIII berbasis audio visual yang layak digunkan dalam pembelajaran menulis geguritan. Kemenarikan dilihat dari aspek tampilan. Kelayakan dilihat dari aspek materi.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model penelitian dan pengembangan. Model pengembangan ini terdapat delapan tahap prosedur penelitian dan pengembangan, yakni (1) menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) merumuskan tujuan instruksional, (3) mengembangkan materi pembelajaran, (4) mengembangkan alat evaluasi media, (5) menulis naskah media, (6) produksi media, (7) uji coba media, dan (8) revisi media.

Uji coba produk dilakukan empat kali, yakni (1) uji ahli materi, (2) uji ahli media, (3) uji guru bahasa Jawa, dan (4) uji siswa. Angket digunakan dalam uji coba produk media pembelajaran menulis geguritan sebagai instrumen pengambilan data. Data penelitian ini berupa data verbal dan nonverbal. Data verbal berupa komentar dan saran perbaikan, sedangkan data nonverbal berupa skor penilaian. Data dianalisis dengan (1) mendeskripsikan kemenarikan produk media pembelajaran melalui nilai rata-rata dan (2) mendeskripsikan kelayakan produk media pembelajaran melalui nilai rata-rata. Perbaikan media pembelajaran dilakukan berdasarkan komentar dan saran perbaikan dari ahli, praktisi, dan siswa.    

Hasil penelitian dan pengembangan media pembelajaran menulis geguritan ini layak dan dapat diimplementasikan. Kemenarikan media pembelajaran menulis geguritan mendapat persentase sebesar 82,03%, sedangkan kelayakan media pembelajaran menulis geguritan mendapat persentase 83,71%. Walaupun tergolong layak dan dapat diimplementasikan, terdapat bagian-bagian yang harus direvisi sesuai komentar dan saran perbaikan dari ahli, guru bahasa Jawa, dan siswa. Produk media penelitian dan pengembangan berupa soft copy dengan menggunakan aplikasi Macromedia Flash. Produk media disimpan dalam compact disk sehingga siap digunakan sebagai media pembelajaran.

Media pembelajaran ini memiliki keunggulan dari media pembelajaran yang lain. media pembelajaran menyediakan dasanama yang dapat membantu mempermudah siswa menulis geguritan. Media pembelajaran menulis geguritan menyediakan tiga tema untuk menjaring ide, yakni, (1) katresnan marang gusti kang murbeng dumadi, (2) katresnan marang wong, (3) katresnan marang kewan, Produk media pembelajaran menulis geguritan terdiri atas tujuh menu utama. yakni (1) Layar Kawitan, (2) Pituduh Media, (3) Kompetensi, (4) Materi, (5) Makaraya, (6) Tugas, dan (7) Biodata Pengrembakan. Menu utama yang sebelumnya hanya terdapat enam menu utama menjadi tujuh dengan penembahan menu “Tugas”. Materi dalam produk menulis geguritan disajikan empat aspek materi yang dipelajari, yakni (1) Tegese Geguritan, (2) Pamilihing Tembung, (3) Purwakanti Geguritan, dan (4) Tatacara Nulis Geguritan. Pada sub menu materi, yakni “Tatacara Nulis Geguritan” terdapat satu video yang digunakan untuk contoh serta dilengkapi contoh geguritan berdasarkan video yang ditampilkan. Dalam menu “Tugas” terdapat dua tugas dapat digunakan siswa untuk belajar sendiri menulis geguritan sesuai dengan materi yang sudah dipelajari sebelumnya.   

Media pembelajaran menulis geguritan ini menjadi salah satu alternatif sumber belajar dalam menulis geguritan. sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan menggunakan media pembelajaran ini dan siswa dapat menggunakan media ini secara mandiri. Pengembangan media pembelajaran ini dapat dijadikan pertimbangan dan sumber inspirasi dalam mengembangkan media pembelajaran menulis geguritan yang lebih baik lagi. Selanjutnya, produk pengembangan dapat disebarluaskan melalui jurnal dan Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia.