SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Media Kliping Berita Bervariasi untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa Kelas VIII SMPN 2 Gandusari

Dian . Kusumaningsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Ningsih, Dian Kusuma. 2013. Penggunaan Media Kliping Berita Bervariasi untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa Kelas VIII SMPN 2 Gandusari. Skripsi. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Dawud, M.Pd, (II) Dr. Titik Harsiati, M.Pd.

 

Kata Kunci : Media Kliping Berita Bervariasi, Menulis Teks Berita

             Menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas merupakan salah satu kompetensi dasar menulis dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 kelas VIII SMP semester 2. Berdasarkan studi pendahuluan tentang pembelajaran menulis teks berita yang dilakukan di SMPN 2 Gandusari, ditemukan bahwa siswa belum mampu menulis teks berita secara maksimal. Untuk itu diperlukan media pembelajaran yang dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita adalah media kliping berita bervariasi.

            Media kliping berita bervariasi ini dipilih karena terdapat langkah-langkah menulis teks berita yang sesuai dengan langkah-langkah menulis teks berita yang sehat untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengembangkan judul, teras, dan tubuh berita. Langkah-langkah menulis teks berita yang sehat, yaitu (1) penemuan peristiwa atau kejadian, (2) pencarian sumber berita, agar isi berita akurat, (3) wawancara, (4) pencatatan hal-hal penting, dan (5) penyusunan berita. 

Secara umum, penelitian yang dirancang dengan berbasis PTK ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan media kliping berita bervariasi untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII SMPN 2 Gandusari dalam menulis judul, teras, dan tubuh berita. Data yang diperoleh berupa data proses dan data hasil. Data proses diperoleh dari wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi foto. Data hasil diperoleh dari skor kemampuan menulis judul, teras, dan tubuh berita. Data kualitatif meliputi kegiatan siswa saat pembelajaran, tulisan siswa, respon siswa melalui angket, dan dokumentasi foto. Data kuantitatif diperoleh dari hasil tulisan siswa berdasarkan indikator penilaian, dan respon siswa melalui angket, kemudian dijabarkan dalam bentuk angka atau tabel penghitungan skor.

            Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kliping berita bervariasi efektif meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis judul, teras, dan tubuh berita.

Pertama, melalui empat tahapan, pembelajaran menulis teks berita menggunakan media kliping berita bervariasi terbukti meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis judul berita. Tahap membandingkan contoh kliping, melengkapi bagian-bagian berita, memvariasikan letak 5W+1H, dan menentukan topik berita yang setema kliping membuat siswa mahir membuat judul berita yang setema dengan kliping sesuai indikator judul berita yang singkat, jelas, judul yang menarik, mengandung subjek dan predikat, bisa menggambarkan isi berita secara keseluruhan dan relevan dengan isi. Peningkatan skor siswa pada pembelajaran menulis judul berita menggun/akan media kliping berita bervariasi pada studi pendahuluan sebesar 21,42%, meningkat pada siklus I sebesar 63,4%, dan pada siklus II meningkat 86,7%.

            Kedua, melalui empat tahapan, pelaksanaan pembelajaran menulis teks berita menggunakan media kliping berita bervariasi terbukti meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teras berita. Kegiatan membandingkan contoh kliping dan memvariasikan letak 5W+1H dalam kliping membuat siswa mahir dalam mengenali bagian-bagian berita dan menyusun bagian-bagian berita secara lengkap. Kegiatan menyusun daftar pertanyaan 5W+1H serta mendata hasil wawancara dan mengklasifikasikannya berdasarkan aspek 5W+1H, membuat siswa dapat menyusun lebih dari 10 pertanyaan 5W+1H dan mendata hasil wawancara secara terorganisir berdasarkan aspek 5W+1H sehingga membantu siswa untuk mengembangkan teras berita secara lengkap sesuai dengan indikator  mampu menuliskan empat unsur esensial apa, siapa, kapan, dan dimana serta mampu menjelaskan fakta terpenting berita. Peningkatan skor siswa pada pembelajaran menulis teras berita menggunakan media kliping berita bervariasi pada studi pendahuluan sebesar 0%, meningkat pada siklus I sebesar 70%, dan pada siklus II meningkat 100%.

Ketiga, melalui empat tahapan, pelaksanaan pembelajaran menulis teks berita menggunakan media kliping berita bervariasi terbukti meningkatkan kemampuan siswa menulis tubuh berita. Tahapan memvariasikan letak 5W+1H membuat siswa dapat menulis tubuh berita secara lengkap. Tahapan menyusun daftar pertanyaan dan wawancara juga mampu meningkatkan kreativitas siswa dalam mengembangkan tubuh berita sesuai indikator  mampu memaparkan tambahan unsur mengapa dan bagaimana secara lengkap berdasarkan fakta. Kemampuan siswa dalam menulis lebih dari 10 daftar pertanyaan 5W+1H membantu siswa dalam mengembangkan pertanyaan dan jawaban-jawaban narasumber sebagai bahan dalam menyusun tubuh berita. Peningkatan skor siswa pada pembelajaran menulis tubuh berita menggunakan media kliping berita bervariasi pada studi pendahuluan sebesar 0%, meningkat pada siklus I sebesar 96,6%, dan pada siklus II meningkat 100%.

            Berdasarkan penelitian ini, dapat disarankan untuk guru mata pelajaran Bahasa Indonesia bahwa media kliping berita bervariasi, khususnya pada tahapan membandingkan beberapa contoh kliping, memvariasikan letak 5W+1H, menyusun daftar pertanyaan 5W+1H, dan wawancara, dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan kemampuan proses dan hasil menulis teks berita siswa pada aspek judul, teras, dan tubuh berita. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini disarankan dapat dijadikan landasan untuk penelitian serupa dengan menggunakan media pembelajaran yang lebih beragam sehingga didapatkan berbagai alternatif media pembelajaran yang dapat memperkaya khasanah pendidikan.