SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Menyimak-Wicara untuk SMA Kelas X Menggunakan Pendekatan Kontekstual

Jannatul Mahfutti

Abstrak


ABSTRAK

 

Mahfutti, Jannatul. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Menyimak-Wicara untuk SMA Kelas X Menggunakan Pendekatan Kontekstual. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd., (II) Moch. Syahri, S.Sos, M.Si.

 

Kata kunci: pengembangan bahan ajar, menyimak-wicara, pendekatan kontekstual.

 

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh: (1) pentingnya pembelajaran menyimak-wicara, (2) hasil studi pendahuluan yang menyebutkan bahwa terdapat kendala dalam proses pembelajaran yang dialami oleh guru maupun siswa dalam pembelajaran menyimak-wicara, dan (3) terbatasnya sumber belajar yang layak digunakan. Adapun tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar menyimak-wicara untuk SMA kelas X menggunakan pendekatan kontekstual yang memiliki kelayakan dari aspek isi, penyajian, tampilan, dan bahasa. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg dan Gall. Metode pengembangan terdiri dari empat tahap, yaitu (1) tahap prapengembangan/perencanaan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba, dan (4) tahap pascapengembangan/revisi. Model pengembangan ini dipilih karena memiliki tahapan yang jelas dan sesuai dengan prosedur. 

Data hasil uji coba produk berupa data verbal dan no-verbal. Data verbal yaitu komentar dan saran, adapun data non-verbal (numerik) berupa skor. Kedua jenis data tersebut diperoleh dari hasil uji coba kepada ahli materi dan pembelajaran, ahli desain, praktisi, dan siswa sebanyak 15-25 siswa kelas X. Rata-rata hasil uji coba dengan keempat subjek uji coba menunjukkan bahwa produk bahan ajar ini tergolong layak dan dapat diimplementasikan, yaitu sebesar 79%. Berikut rincian perolehan data berupa skor rata-rata hasil uji bahan ajar aspek isi unit I sebesar 80,3%, unit II sebesar 80,3%. Rata-rata hasil uji bahan ajar aspek penyajian unit I sebesar 79,5% dan unit II sebesar 79,8%. Rata-rata hasil uji bahan ajar aspek tampilan 71,9% dan unit II sebesar 77,2%. Rata-rata hasil uji bahan ajar aspek bahasa unit I sebesar 82,5% dan unit II sebesar 81,2%. Adapun rincian data verbal berupa komentar dan saran yang diperoleh dari keempat subjek uji coba: Pertama, komentar dan saran perbaikan aspek isi dari ahli materi dan pembelajaran: (1) kelengkapan materi (a) menghilangkan kata ‘bahan ajar’ pada judul agar lebih menarik perhatian siswa dan tidak terkesan kaku, (b) menurunkan subjudul dari tujuan pembelajaran, (2) kedalaman materi (a) menyusun latihan secara bertahap, (b) memperbaiki latihan yang belum sesuai dengan kegiatan menyimak dan masih terpaku pada pemahaman konsep, (c) memperbaiki uji materi yang masih terpaku pada pemahaman konsep, dan  (d) memperbaiki berita yang belum memenuhi kriteria edukatif, terlalu panjang untuk diperdengarkan, baru (kecil kemungkinan siswa mengetahui). Sementara itu, komentar dan saran dari praktisi berkenaan dengan keakuratan materi, yaitu mengurangi porsi materi dasar bahan ajar.

Kedua, komentar dan saran perbaikan aspek penyajian dari ahli maupun praktisi yaitu memperbaiki teknik penyajian dan kelengkapan penyajian bahan ajar dengan menyajikan manfaat mempelajari kompetensi dan menambah variasi latihan dan mencantumkan nomor halaman untuk “daftar istilah”. Ketiga, komentar dan saran perbaikan aspek tampilan dari ahli materi dan pembelajaran: (1) desain sampul bahan ajar (memperbaiki gambar sampul bahan ajar), dan (2) desain isi bahan ajar (memperkecil penulisan sumber gambar). Adapun perbaikan yang akan dilakukan berdasarkan komentar dan saran perbaikan dari praktisi adalah memperbaiki desain isi bahan ajar dengan memperkecil subjudul bahan ajar. Komentar dan saran perbaikan dari ahli desain adalah: (1) desain sampul bahan ajar (a) memperbaiki warna huruf pada sampul bahan ajar, (b) mengurangi jenis huruf pada sampul bahan ajar, dan (2) desain isi bahan ajar (menghilangkan huruf dekoratif dalam isi bahan ajar). Keempat,  komentar dan saran terhadap aspek bahasa bahan ajar unit I. Revisi aspek bahasa yang dilakukan pada bahan ajar unit II adalah memperbaiki penggunaan kata yang kurang tepat, seperti kata sapaan.

Hasil penelitian yang diperoleh berupa produk bahan ajar yang disusun berdasarkan pemilihan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) sebagai berikut. SK memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung KD menanggapi siaran atau informasi dari  media  elektronik (berita dan nonberita) dan SK mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita KD mendiskusikan  masalah (yang ditemukan dari berbagai berita, artikel, atau buku)

Bahan ajar yang dihasilkan terdiri dari dua unit pelajaran. Masing-masing unit pelajaran menjabarkan indikator yang harus dikuasai siswa. Pada bagian pendahuluan bahan ajar terdiri atas: halaman sampul, kata pengantar, daftar isi,  manfaat mempelajari bahan ajar, dan petunjuk penggunaan bahan ajar. Pada bagian isi terdapat: tujuan pembelajaran, sapaan penulis, materi utama, latihan, uji kompetensi, dan rangkuman materi. Sementara pada bagian akhir terdapat: tes formatif, glosarium, daftar rujukan, dan tentang penulis.

Hasil penelitian pengembangan bahan ajar ini diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya dalam pembelajaran keterampilan menyimak-wicara. Bagi siswa, hasil penelitian pengembangan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bahan untuk belajar menyimak-wicara. Bagi guru, hasil penelitian pengembangan ini diharapkan dapat membantu proses pembelajaran, menambah pengetahuan, mengatasi problema yang selama ini sering dijumpai oleh guru, yaitu seperti buku kurang lengkap atau disertakannya teks berita dalam bahan ajar sehingga seringkali memicu bergantinya pembelajaran menyimak menjadi pembelajaran membaca. Bagi peneliti lain, hasil penelitian dapat digunakan untuk memperbanyak, memperluas dan memperjelas materi yang berkaitan dengan pengembangan bahan ajar menyimak-wicara. Produk pengembangan dapat disebarluaskan melalui jurnal penelitian dan forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)