SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Instrumen Asesmen Menyimak Cerita Rakyat dan Dongeng Bahasa Jawa untuk Siswa SMP Negeri 2 Ngunut

Imro'atus Solikah

Abstrak


ABSTRAK

 

Solikah, Imro’atus. 2013. Pengembangan Instrumen Asesmen Menyimak Cerita Rakyat dan Dongeng Bahasa Jawa untuk Siswa SMP Negeri 2 Ngunut. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suyono, M. Pd., (II) Dr. Dwi Saksomo, M. Pd.

 

Kata kunci: instrumen asesmen, menyimak cerita rakyat dan dongeng Bahasa Jawa.

 

Instrumen asesmen merupakan salah satu alat penilaian yang digunakan oleh guru untuk menilai kemampuan siswa menyimak cerita rakyat dan dongeng bahasa Jawa. Instrumen asesmen yang digunakan meliputi instrumen asesmen hasil dan instrumen asesmen proses. Instrumen asesmen yang digunakan harus mampu mengukur keberhasilan belajar yang dicapai siswa disetiap indikator pembelajaran. Hal yang melatarbelakangi pengembangan instrumen asesmen menyimak cerita rakyat dan dongeng bahasa Jawa antara lain, Pertama, pada kenyataannya di lapangan banyak guru yang belum mengembangkan penilaian menyimak secara maksimal. Kedua, pada waktu menilai ketercapaian suatu Kompetensi Dasar (KD) guru hanya mengacu soal-soal di Lembar Kerja Siswa (LKS) MGMP tanpa membuat soal yang lain. Ketiga, rambu-rambu jawaban dan rubrik penilaian yang dibuat belum jelas.

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah, (1) mengembangkan instrumen asesmen hasil menyimak cerita rakyat dan dongeng Bahasa Jawa dan (2) mengembangkan instrumen asesmen proses menyimak cerita rakyat dan dongeng bahasa Jawa.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan model prosedural dan memodifikasi dari sepuluh langkah penelitian dan pengembangan Borg dan Gall, yaitu (1) tahap prapengembangan atau perencanaan, meliputi studi pendahuluan, analisis kurikulum, dan studi kepustakaan, (2) tahap pengembangan, meliputi, merumuskan tujuan penilaian, mengembangkan indikator, menyusun kisi-kisi, merancang draf instrumen, mengembangkan draf instrumen, dan revisi, (3) uji coba produk, dan (4) revisi. Penelitaian ini melakukan uji coba produk dengan ahli asesmen, ahli materi bahasa Jawa, praktisi (guru Bahasa Jawa) dan siswa kelas VII dan VIII SMP untuk mengetahui kelayakan produk. Jenis data yang diperoleh pada penelitian dan pengembangan ini adalah data numerik dan data verbal. Data numerik berupa skor hasil penilaian kelayakan oleh dua ahli, praktisi dan siswa. Adapun data verbal berupa catatan, komentar dan saran perbaikan pada saat uji coba produk yang ditulis pada angket penilaian yang disediakan peneliti dan hasil wawancara dengan para subjek uji coba setelah dilakukan uji coba. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian dan pengembangan ini, yakni pedoman wawancara, angket penilaian dan pendoman observasi. Data numerik dan data verbal yang diperoleh dianalisis kemudian diterapkan pada produk pengembangan sebagai revisi.

Data uji coba instrumen asesmen hasil menyimak cerita rakyat bahasa Jawa sebagai berikut. (1) Data uji coba validitas isi dengan ahli asesmen sebesar 62,5%, (2) data uji coba validitas konstruk dengan ahli asesmen sebesar 69,6%, (3) data uji coba kelayakan materi dengan ahli materi bahasa Jawa sebesar 85,9%, (4) data uji coba pemilihan teks menyimak dengan ahli materi bahasa Jawa sebesar 75%, (5) data uji coba kelayakan isi dengan praktisi sebesar 98%, (6) data uji coba keterbacaan dengan ahli asesmen sebesar 60%, ahli materi bahasa Jawa sebesar 75%, praktisi sebesar 75%, dan siswa sebesar 72%, (7) data uji coba kepraktisan dengan ahli asesmen sebesar 65%, ahli materi bahasa Jawa sebesar 69,4%, praktisi sebesar 94,4%, dan siswa sebesar 73,2%, dan (8) data uji coba soal objektif skor reliabilitas sebesar 0,85 dan soal subjektif skor reliabilitas sebesar 0,91. Hasil uji instrumen asesmen hasil menujukkan produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan.

Data uji coba instrumen asesmen proses menyimak cerita rakyat bahasa Jawa sebagai berikut. (1) Data uji coba validitas isi dengan ahli asesmen sebesar 75%, (2) data uji coba validitas konstruk dengan ahli asesmen sebesar 75%, (3) data uji coba kelayakan materi dengan ahli materi bahasa Jawa sebesar 75%, (4) data uji coba kelayakan isi dengan praktisi sebesar 100%, (5) data uji coba keterbacaan dengan ahli asesmen sebesar 90%, ahli materi bahasa Jawa sebesar 75%, dan praktisi sebesar 90%, dan (6) data uji coba kepraktisan dengan ahli asesmen sebesar 75%, ahli materi bahasa Jawa sebesar 80,5%, dan praktisi sebesar 86,1%, Hasil uji instrumen asesmen proses menujukkan produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan.

Data uji coba instrumen asesmen hasil menyimak dongeng bahasa Jawa sebagai berikut. (1) Data uji coba validitas isi dengan ahli asesmen sebesar 68,8%, (2) data uji coba validitas konstruk dengan ahli asesmen sebesar 68,8%, (3) data uji coba kelayakan materi dengan ahli materi bahasa Jawa sebesar 82,8%, (4) data uji coba pemilihan teks menyimak dengan ahli materi bahasa Jawa sebesar 75%, (5) data uji coba kelayakan isi dengan praktisi sebesar 96,1%, (6) data uji coba keterbacaan dengan ahli asesmen sebesar 70%, ahli materi bahasa Jawa sebesar 78,1%, praktisi sebesar 70%, dan siswa sebesar 79,2%, (7) data uji coba kepraktisan dengan ahli asesmen sebesar 62,5%, ahli materi bahasa Jawa sebesar 66,7%, praktisi sebesar 88,9%, dan siswa sebesar 75,4%, dan (8) data uji coba soal objektif skor reliabilitas sebesar 0,60 dan soal subjektif skor reliabilitas sebesar 0,4. Hasil uji instrumen asesmen hasil menujukkan produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan.

Data uji coba instrumen asesmen proses menyimak dongeng bahasa Jawa sebagai berikut. (1) Data uji coba validitas isi dengan ahli asesmen sebesar 75%, (2) data uji coba validitas konstruk dengan ahli asesmen sebesar 75%, (3) data uji coba kelayakan materi dengan ahli materi bahasa Jawa sebesar 75%, (4) data uji coba kelayakan isi dengan praktisi sebesar 100%, (5) data uji coba keterbacaan dengan ahli asesmen sebesar 85%, ahli materi bahasa Jawa sebesar 75%, dan praktisi sebesar 85%, dan (6) data uji coba kepraktisan dengan ahli asesmen sebesar 77,6%, ahli materi bahasa Jawa sebesar 75%, dan praktisi sebesar 86,1%. Hasil uji instrumen asesmen proses menujukkan produk tergolong layak dan dapat diimplementasikan.

Langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan untuk memanfaatkan produk instrumen asesmen menyimak cerita rakyat dan dongeng bahasa Jawa di lapangan. Bagi peneliti lain, dapat digunakan sebagai sumber bacaan dan pertimbangan mengembangan instrumen asesmen yang lebih baik lagi. Produk pengembangan ini dapat disebarluaskan melalui forum MGMP.