SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi dengan Menggunakan Teknik Menyunting Mandiri Siswa Kelas X SMK

Windia Lestiana

Abstrak


ABSTRAK

 

Lestiana, Windia. 2013. Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi dengan Menggunakan Teknik Menyunting Mandiri Siswa Kelas X SMK. Skripsi, Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Suyono, M. Pd, (2) Moch. Syahri, S.Sos, M.Si

 

Kata Kunci: keterampilan menulis, karangan narasi, teknik menyunting mandiri

 

Kemampuan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa. Nurchasanah dan Widodo (1993:3) berpendapat bahwa menulis adalah proses menuangkan atau memaparkan informasi yang berupa pikiran, perasaan, dan kemauan dengan menggunakan wahana bahasa tulis berdasarkan tataran tertentu sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan penulis. Siswa yang sudah mendapatkan pelajaran menulis sejak bangku Sekolah Dasar pun, saat duduk di bangku SMK masih kesulitan saat diminta menulis apalagi untuk membuat sebuah karangan narasi. Kemampuan menulis mereka masih dapat dikatakan rendah. Mereka masih banyak membuat kesalahan pada saat menulis. Kesalahan-kesalahan itu banyak terdapat pada aspek substansi (penyampaian tujuan, pendeskripsian tokoh, penggambaran tindakan (action), penyampaian konflik) dan aspek kebahasaan (pengembangan paragraf, penggunaan kalimat efektif, dan penggunaan ejaan dan tanda baca). Agar siswa lebih menguasai keterampilan menulis karangan narasi dengan baik, perlu dilakukan pembelajaran menulis dan latihan-latihan atau dengan menerapkan suatu metode yang menarik.

Salah satu cara yang dapat dikembangkan untuk mengatasi kesulitan siswa dalam menulis karangan adalah penggunaan suatu teknik yang inovatif dan efisien dalam pembelajarannya. Penggunaan teknik menyunting mandiri menuntut siswa untuk lebih aktif, dan kritis dalam pembelajarannya, karena dalam penerapan teknik ini siswa diharuskan untuk (1) menyadari kesalahan atau kekurangan yang ada pada tulisan, (2) mengendapkan tulisan yang telah dibuat, (3) mengedit tulisan yang telah dibuat, (4) mengoreksi tulisan teman, (5) merevisi tulisan yang telah diedit, dan (6) langkah terakhir adalah publikasi.

Penelitian ini dilakukan di SMKN 5 Malang dengan menggunakan siswa kelas X TKJ1 sebagai subjek penelitian. Penelitian ini merupakan jenis peneliian tindakan kelas yang dalam pelaksanaannya ada dua siklus. Prosedur penelitian ini meliputi: (1) perencanaan penelitian (planning), (2) pelaksanaan tindakan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflekting). Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, sedangkan tehnik pengumpulan datanya menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X TKJ1 SMKN 5 Malang. Adapun data dalam penelitian ini adalah data proses dan data hasil. Data proses diperoleh dari hasil pengamatan, catatan lapangan, dan hasil wawancara terkait proses pembelajaran. Data hasil diperoleh dari hasil tes menulis karangan narasi oleh siswa. Berdasarkan analisis data siklus I dan II, diketahui bahwa keterampilan siswa dalam menulis karangan narasi meningkat setelah diterapkannya teknik menyunting mandiri. Pada aspek substansi, terjadi peningkatan pada setiap unsurnya. Pada unsur menyampaikan tujuan, siklus I belum ada siswa yang mendapatkan skor empat sedangkan pada siklus II mencapai 58,6%. Pada unsur kemampuan mendeskripsikan tokoh, siklus I rata-rata siswa hanya mendapatkan skor dua dan sebesar 57,7%, siklus II rata-rata siswa sudah mendapatkan skor tiga dan sebesar 62,1% juga sudah ada siswa yang mendapatkan skor empat. Pada unsur menggambarkan tindakan, pada siklus I siswa yang mendapatkan skor tiga sebesar 42,3% sedangkan pada siklus II sebesar 83,7%. Pada unsur merangkaiakan peristiwa, pada siklus I belum ada siswa yang mendapatkan skor empat sedangkan pada siklus II mencapai 62,2%. Pada unsur menggambarkan konflik, siklus I siswa yang mendapatkan skor tiga sebesar 19,2% sedangkan pada siklus II sebesar 48,3%. Unsur yang terakhir adalah penggambaran latar. Pada siklus I siswa yang mendapatkan skor tiga sebesar 53,8% sedangkan pada siklus II sebesar 55,2%.

Pada aspek kebahasaan, juga terjadi peningkatan pada setiap unsurnya. Pertama, pada unsur pengembangan paragraf, pada siklus I siswa yang mendapatkan skor empat sebesar 19,2% sedangkan pada siklus II sebesar 51,7%. Kedua, pada unsur penggunaan kalimat efektif, pada siklus I siswa yang mendapatkan skor tiga sebesar 42,3% sedangkan pada siklus II 79,3%. Siswa yang mendapatkan skor empat pada siklus II sebesar 6,9%. Ketiga, pada unsur penggunaan ejaan dan tanda baca, pada siklus I belum ada siswa yang mendapatkan skor empat sedangkan pada siklus II mencapai 44,8%. Peningkatan kemampuan menulis karangan narasi pada tiap siklus diikuti dengan kemampuan peningkatan proses siswa yakni perhatian siswa, keseriusan siswa, dan keaktifan siswa. Peningkatan perhatian siswa mencapai 93,1% dari 78,6%, peningkatan keseriusan siswa mencapai 82,7% dari 78,6%, dan peningkatan keaktifan siswa mencapai 24,1% pada siklus I belum ada siswa yang aktif.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia hendaknya bisa menerapkan pembelajaran dengan menggunakan teknik menyunting mandiri karena dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menanggapi. Disarankan kepada peneliti berikutnya yang melakukan penelitian sejenis, diharapkan dapat mengembangkan teknik menyunting mandiri sebagai dasar untuk melakukan penelitian lain secara lebih kreatif dengan mengembangkan keterampilan berbahasa yang lainnya.