SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Berbicara pada Siswa Kelas VII SMP Brawijaya Smart School Malang

Elsa Dwi Ratna Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Elsa Dwi Ratna. 2013. Pembelajaran Berbicara pada Siswa Kelas VII SMP Brawijaya Smart School Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd, (II) Dra. Hj. Ida Lestari, M.Si.

 

Kata Kunci: pembelajaran berbicara, siswa SMP, SMP Brawijaya Smart School Malang

 

Berbicara merupakan aspek khusus yang paling praktis untuk digunakan dalam berkomunikasi. Kemampuan berbicara ragam formal tidak dapat diperoleh dengan sendirinya. Oleh karena itu, diperlukan adanya kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran berbicara, guru akan melatih dan mengembangkan kemampuan siswa dalam berbicara. Dalam Kurikulim Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006, pembelajaran berbicara merupakan salah satu aspek yang harus dikuasai siswa dalam  mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP/MTs kelas VII semester 1. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan pembahasan lebih dalam mengenai pembelajaran berbicara.

Tujuan penelitian ini agar dapat memperoleh gambaran deskriptif mengenai pembelajaran berbicara yang sesuai dengan tujuan umum mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam KTSP. Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun secara tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Data berupa informasi mengenai tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran berbicara diperoleh dari analisis dokumen, wawancara, dan pengamatan langsung. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa pedoman analisis RPP, lembar observasi dan pedoman observasi, serta pedoman wawancara. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi ahli. Analisis dilakukan terhadap dokumen, hasil wawancara, dan hasil pengamatan mengenai tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran berbicara.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh beberapa kesimpulan hasil penelitian. Pertama, perencanaan pembelajaran sudah sesuai dengan Standar Proses yang ditetapkan BSNP, namun perencanaan materi belum sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Kedua, secara umum, pelaksanaan kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan perencanaan guru dalam RPP, namun terdapat sedikit perbedaan mengenai langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Dalam pembelajaran, tidak ada pembentukan kelompok seperti yang terdapat pada RPP. Masing-masing siswa bekerja secara individu. Dalam penugasan, siswa tidak diminta mencari buku cerita di perpustakaan, menentukan pokok-pokok cerita, dan merangkaikan pokok-pokok cerita tersebut menjadi urutan cerita yang baik dan menarik. Siswa hanya diberikan tugas untuk mencari cerita dari berbagai sumber di rumah masing-masing untuk kemudian ditampilkan pada pertemuan selanjutnya. Ketiga, penilaian yang dilakukan oleh guru tidak sesuai dengan RPP. Di RPP guru hanya merencanakan penilaian hasil, sedangkan dalam pelaksanaannya guru menggunakan penilaian proses dan penilaian hasil. Di RPP, guru merencanakan dua instrumen penilaian hasil, yaitu rubrik penilaian tes tulis dan rubrik penilaian unjuk kerja, namun dalam pelaksanaannya guru hanya menggunakan satu instrumen, yaitu rubrik penilaian unjuk kerja siswa.