SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Penggunaan Piranti Kohesi pada Karangan Argumentasi Siswa Kelas X-2 di SMA Negeri 4 Malang

Dwi Fatmalasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Fatmalasari, Dwi. 2013. Analisis Penggunaan Piranti Kohesi pada Karangan Argumentasi Siswa Kelas X-2 di SMA Negeri 4 Malang. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Widodo Hs, M.Pd, (II) Dr. Sunaryo HS., S.H., M.Hum.

 

Kata Kunci: Analisis piranti kohesi, karangan argumentasi

 

Menulis merupakan salah satu cara berkomunikasi untuk menyampaikan informasi, gagasan, dan pesan dari penulis kepada pembaca. Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang memiliki tingkat kesulitan paling tinggi dibandingkan berbicara, menyimak, dan membaca. Hal tersebut dikarenakan perlunya pengorganisasian gagasan yang baik untuk memperoleh keterpautan antarkalimat dan paragraf dalam kesatuan wacana.  Keterpautan dan kesatuan tersebut dapat diamati dari penggunaan piranti kohesi dalam wacana. Salah satu wacana yang dapat menunjukkan penggunaan piranti kohesi dalam komposisinya adalah karangan argumentatif.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk piranti kohesi yang digunakan dalam karangan argumentasi siswa kelas X-2 di SMA Negeri 4 Malang. Jenis penelitin ini adalah kualitatif deskriptif. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan laporan penelitian. Sumber data dalam penelitian berasal dari 30 karangan argumentasi siswa kelas X-2 di SMA Negeri 4 Malang. Data tersebut kemudian dianalisis untuk menjelaskan fokus penelitian dan menjawab rumusan masalah penelitian. Fokus penelitian adalah penggunaan piranti kohesi pada karangan argumentasi, sedangkan rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja bentuk, jenis, dan ketepatan penggunaan piranti kohesi siswa kelas X-2 di SMA Negeri 4 Malang.

Bentuk piranti kohesi yang digunakan dalam karangan argumentasi siswa kelas X-2 di SMA Negeri 4 Malang, yaitu gramatikal dan leksikal. Bentuk piranti kohesi gramatikal pada karangan argumentasi siswa kelas X-2 di SMA Negeri 4 Malang menunjukkan penggunaan jenis referensi endofora, elipsis, subtitusi, dan konjungsi. Pertama, referensi endofora tersebut dibedakan berdasarkan jarak acu antesedennya, sehingga menunjukkan penggunaan referensi endofora anafora dan katafora. Lebih lanjut, referensi endofora anafora menunjukkan penggunaan pronomina persona, demonstrativa, dan komparatif, sedangkan referensi endofora katafora menunjukkan penggunaan pronomina demonstrativa dan komparatif.

Kedua, elipsis pada karangan argumentasi siswa ditemukan pelesapan pada subjek, predikat, objek, dan pelengkap. Ketiga, subtitusi yang ditemukan, yaitu penyulihan dengan demonstrativa dan bilangan lanjutan. Keempat, konjungsi dibedakan penggunaannya pada intrakalimat dan antarkalimat, sehingga ditemukan penggunaan 19 konjungsi intrakalimat dan 15 konjungsi antarkalimat yang dibedakan berdasarkan fungsi dan posisinya dalam karangan argumentasi siswa kelas X-2 SMA Negeri 4 Malang.

Selanjutnya, bentuk piranti kohesi leksikal yang digunakan siswa kelas X-2 di SMA Negeri 4 Malang adalah jenis reiterasi. Jenis reiterasi dalam karangan argumentasi siswa dibedakan lagi berdasarkan bentuknya dalam wacana, yaitu repetisi penuh, repetisi dengan pengimbuhan, dan repetisi dengan penggantian. Masing-masing jenis piranti kohesi gramatikal dan leksikal dianalisis ketepatan penggunaannya untuk menjawab rumusan masalah ketiga dalam penelitian ini.

Digunakan indikator ketepatan untuk menentukan ketepatan penggunaan jenis piranti kohesi gramatikal dan leksikal yang ditemukan dalam karangan argumentasi siswa kelas X-2 di SMA Negeri 4 Malang. Setiap jenis piranti kohesi gramatikal dan leksikal tersebut memunyai indikator yang dilihat dari fungsi, posisi, aturan, dan konteks penggunaan. Bentuk piranti kohesi gramatikal ditemukan ketidaktepatan pada jenis referensi endofora anafora dan katafora, subtitusi, dan konjungsi. Namun, pada elipsis tidak ditentukan ketidaktepatannya dikarenakan elipsis adalah kepekaan pembaca untuk mengetahui konteks dan tindak komunikatif siswa kelas X-2 di SMA Negeri 4 Malang dalam karangan argumentasinya. Selanjutnya, jenis piranti kohesi leksikal juga menunjukkan ketidaktepatan penggunaan pada reiterasi dengan penggantian.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat saran yang ditujukan kepada dua pihak. Pertama, peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti penggunaan piranti kohesi pada jenis karangan yang lain, yaitu narasi, deskripsi, eksposisi, dan persuasif. Peneliti selanjutnya juga perlu memfokuskan penelitian pada satu penggunaan bentuk piranti kohesi untuk mendapatkan hasil penelitian yang maksimal. Kedua, diharapkan siswa dapat menulis argumentasi dengan memperhatikan kriteria karangan argumentasi yang baik dan memperhatikan penggunaan piranti kohesi dalam karangan. Hal tersebut penting diperhatikan untuk memperoleh keberkualitasan karangan argumentasi.