SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEMAMPUAN MENULIS CERITA BERBAHASA JAWA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 CANDI SIDOARJO

Ayuningtiastutik .

Abstrak


ABSTRAK

 

Ayuningtiastutik. 2013. Kemampuan Menulis Cerita Berbahasa Jawa Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Candi Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Bahasa Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Roekhan, M.Pd, (II) Dr. Heri Suwignyo, M.Pd

 

Kata kunci: kemampuan menulis, berbahasa Jawa, pembelajaran bahasa Jawa

 

Menulis adalah kemampuan menuangkan atau memaparkan informasi yang berupa pikiran, perasaan, atau kemauan dengan menggunakan media tulis. Melalui tulisan, siswa diharapkan dapat berkomunikasi dan mengungkapkan pikiran mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kemampuan menulis cerita berbahasa Jawa Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Candi Sidoarjo. Kemampuan menulis ini dilihat dari aspek  penggunaan gaya bahasa, penggarapan latar, kelogisan alur, pengembangan tema, dan penggambaran tokoh.

Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini mendeskripsikan hasil analisis sesuai dengan kenyataanya. Data penelitian ini berupa skor dengan instrumen penelitian berupa pedoman penilaian dan tes menulis. Penyekoran dilakukan dengan memberikan skor pada setiap aspek yang diteliti. Setelah semua data terkumpul dilakukan analisis data. Analisis data meliputi, (1) persiapan, (2) tabulasi, dan (3) penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian.

Hasil analisis penelitian kemampuan menulis cerita berbahasa Jawa siswa kelas IX SMP Negeri 1 Candi Sidoarjo dinilai dari aspek penggunaan gaya bahasa sebanyak 15 siswa (41, 7%) berkualifikasi sangat tinggi, 17 siswa (47,2 %) berkualifikasi tinggi, dan 2 siswa (5,5%) berkualifikasi rendah.Kemampuan  menulis cerita berbahasa Jawa dari aspek menggarap latar sebanyak 9 siswa (25%) mendapat kualifikasi  sangat tinggi, 14 siswa (38,9%) mendapat kualifikasi tinggi, dan 13 siswa (36,1%) mendapat kualifikasi rendah. Kemampuan menulis cerita berbahasa Jawa dari aspek kelogisan alur sebanyak  10 siswa (27,8%) mendapat kualifikasi sangat tinggi, sebanyak 24 siswa (66,7%) mendapat kualifikasi tinggi, dan 2 siswa (5,5%) mendapat kualifikasi rendah. Kemampuan menulis cerita berbahasa Jawa dari aspek penggambaran tokoh sebanyak 5 siswa (13,9%) mendapat kualifikasi sangat tinggi, sebanyak 29 siswa (80,5%) mendapat kualifikasi tinggi, dan sebanyak 2 siswa (5,5%) mendapat kualifikasi rendah. Kemampuan menulis cerita berbahasa Jawa dari aspek pengembangan tema sebanyak 28 siswa (77,8%) mendapat kualifikasi sangat tinggi, sebanyak 7 siswa (19,4%) mendapat kualifikasi tinggi, dan sebanyak 1 siswa (2,8%) berkualifikasi rendah.Kemampuan menulis cerita berbahasa Jawa siswa kelas IX SMP Negeri 1 Candi Sidoarjo beberapa aspek yang masuk dalam SKM yaitu, aspek tema sebesar 77,8%. Beberapa aspek yang mendapatkan nilai di bawah SKM dan dinyatakan belum mampu yaitu (1) gaya bahasa sebanyak 52,2%, (2) penggarapan latar sebanyak 75%, (3) kelogisan alur sebanyak 72,2%, dan (5) penggambaran tokoh 86%.

Secara umum siswa sudah mampu dalam menulis cerita berbahasa jawa, hanya saja SKM yang dtentukan terlalu tinggi sehingga kualifikasi sangat tinggi sulit untuk dipenuhi. Maka dari itu siswa SMP Negeri 1 Candi Sidoarjo dinyatakan belum mampu. Saran bagi guru mata pelajaran bahasa daerah agar menemukan metode pembelajaran yang menyenangkan khususnya untuk kompetensi dasar menulis cerita berbahasa Jawa, agar siswa lebih mudah menuangkan pikiran melalui cerita dan lebih mencintai bahasa daerahnya. Bagi peneliti lanjutan, memperluas dan menambah kajian untuk penelitian sejenis.