SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Membaca Puisi dengan Teknik Pemodelan pada Siswa Kelas V SD Negeri I Kalangan Ngunut

MOCHAMAD ARIFIN ALATAS

Abstrak


ABSTRAK

 

Alatas, Mochamad Arifin. 2013. Peningkatan Kemampuan Membaca Puisi dengan Teknik Pemodelan pada Siswa Kelas V SD Negeri I Kalangan Ngunut. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd, (II) Indra Suherjanto, S.Pd., M.Sn.

 

Kata kunci: kemampuan membaca, puisi, pemodelan

 

Keterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang kompleks dan menuntut sejumlah pengetahuan seseorang. Keterampilan membaca telah diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. Siswa SD/MI hingga SMA/MA diharapkan memiliki keterampilan membaca dalam berbagai bentuk, termasuk dalam bentuk membaca puisi. Salah satu keterampilan  membaca yang diajarkan pada siswa kelas V adalah membaca puisi dengan kompetensi dasar yakni membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat. Pembelajaran tersebut bertujuan agar siswa secara leluasa berlatih membaca puisi dengan lafal dan intonasi hingga siswa mampu membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat. Namun kenyataannya, guru enggan menjadi model dan tidak menggunakan media dan metode yang tepat. Akibatnya, kemampuan membaca puisi dengan lafal dan intonasi siswa masih rendah.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan diadakan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan membaca puisi siswa dengan menggunakan teknik pemodelan. Adapun tahap-tahap dalam teknik pemodelan, yaitu (1) perhatian, (2) retensi, (3) reproduksi, dan (4) motivasi. Masing-masing tahap tersebut diharapkan dapat dianalisis dan diketahui peningkatan kemampuan siswa.

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Mei 2013 pada kelas V SD Negeri I Kalangan Ngunut. Fokus penelitian ditujukan pada peningkatan kemampuan membaca puisi siswa pada aspek volume dan lafal, intonasi, mimik, dan gestur. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II sebagai efesiensi waktu. Pemberian tindakan pada tiap siklus didasarkan pada hasil refleksi pada tes identifikasi dan siklus sebelumnya.

Berdasarkan hasil penilaian membaca puisi siswa dengan mengacu pada pedoman penskoran dan standar keberhasilan yang telah ditentukan, diketahui bahwa pada tahap prates, yakni sebelum menggunakan teknik pemodelan, rata-rata kemampuan membaca puisi siswa hanya mencapai 56,14% sehingga belum mampu mencapai KKM sebesar 75%. Setelah diberikan tindakan dengan menggunakan teknik pemodelan pada siklus I, rata-rata kemampuan membaca puisi siswa mengalami peningkatan sebesar 12,86% sehingga mencapai 69%. Pada siklus II, rata-rata kemampuan membaca puisi siswa mengalami peningkatan sebesar 17% dari siklus I sehingga mencapai 86%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa setelah menggunakan teknik pemodelan, kemampuan siswa kelas V SD Negeri I Kalangan Ngunut dalam membaca puisi mengalami peningkatan sebesar 29,86% dan mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan.

Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca puisi siswa kelas V SD Negeri I Kalangan Ngunut pada setiap aspeknya. Kemampuan membaca puisi siswa mengalami peningkatan pada: (1) aspek volume dan lafal, dengan peningkatan sebesar 43%; (2) aspek intonasi, dengan peningkatan sebesar 30%; (3) aspek mimik, dengan peningkatan sebesar 21%; dan (4) aspek gestur, dengan peningkatan sebesar 20%.

Berdasarkan penelitian peningkatan kemampuan membaca puisi siswa kelas V SD Negeri I Kalangan Ngunut dengan menggunakan teknik pemodelan, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia disarankan: (1) menggunakan teknik pemodelan dalam pembelajaran membaca puisi, (2) menggunakan langkah-langkah pembelajaran sebagaimana langkah-langkah pembelajaran membaca puisi dengan menggunakan teknik pemodelan, dan (3) membimbing siswa untuk melakukan tahapan-tahapan dalam pembelajaran membaca puisi, yakni tahap perhatian, retensi, reproduksi, dan motivasi. Adapun untuk peneliti selanjutnya disarankan melaksanakan penelitian dengan menggunakan teknik pemodelan untuk meningkatkan kemampuan siswa pada keterampilan membaca yang lain.