SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakteristik Tokoh dan Penokohan dalam Cerpen Karya Buruh Migran Indonesia Hong Kong

Naila Kamalia

Abstrak


ABSTRAK

 

Kamalia, Naila. 2013. Karakteristik Tokoh dan Penokohan dalam Cerpen Karya Buruh Migran Indonesia di Hong Kong. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd., (II) Dwi Sulistyorini,S.S.,M.Hum.

 

Kata kunci: Karateristik tokoh, penokohan, cerpen, buruh migran indonesia, Hong Kong

 

Sastra merupakan salah satu komponen kehidupan yang dapat membuat manusia lebih peka terhadap kehidupan. Sastra dapat ditulis oleh siapa saja, termasuk Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong. Sastra yang ditulis oleh BMI memuat ceritatentang kehidupan mereka sebagai pekerja migran. Kesukaan BMI terhadap menulis membuat mereka merasa harus mendirikan satu komunitas menulis, yaitu komunitas Sekar Bumi. Karya BMI layak untuk diteliti karena cerpen karya mereka begitu istimewa. Cerpen yang dihasilkan adalah karya seorang buruh migran yang bekerja di Hong Kong. BMI tidak pernah belajar tentang teori menulis cerpen, tetapi hasil karya BMI dapat disandingkan dengan hasil karya orang yang belajar tentang teori menulis cerpen. Cerpen hasil karya BMI telah banyak memenangkan kejuaraan dan meraih penghargaan. Cerpen karya BMI layak untuk menjadi bacaan, bahkan media pembelajaran di sekolah.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan 1) karakteristik tokoh dan 2) penokohan dalam cerpen karya BMI di Hong Kong. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa unit teks dari cerpen Seharusnya Berjudul Celana Dalam karya Etik Juwita, cerpen Di Tepi Kolam Cinta karya Widya Arum, cerpen Hamili Aku Yo karya Bonari Nabonenar, cerpen Bayang Tua Akhir Keputusanku karya Indira Margareta, cerpen Ibu Kembali Padamu Nak karya Jaladara, cerpen Jalan Pilihan karya Indira Margareta, cerpen Bukan Yem karya Etik Juwita, cerpen Lambaian Tangan Laki-lakiku karya Indira Margareta, dan cerpen Gadis Kayu Putih karya Indira Margareta. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis tekstual, yaitu dengan cara membaca cerpen secara berulang-ulang, mendaftar data yang telah diperoleh, memberi kode, dan mengklasifikasikan data yang telah dikodifikasi berdasarkan fokus penelitian. Keabsahan data dilakukan dengan meningkatkan ketekunan yang dibarengi dengan mencari informasi tentang karakteristik tokoh, penokohan, cerpen karya BMI dan kehidupan BMI yang dijadikan acuan oleh pengarang dalam membuat tokoh. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan atau melakukan verifikasi data.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh dua hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, tentang karakteristik tokoh yang melingkupi karakteristik fisik, sosial, dan psikologis tokoh. Karakteristik fisik tokoh dalam cerpen karya BMI meliputi indikator jenis kelamin, usia, postur tubuh, rambut, dan mata. Indikator jenis kelamin didominasi oleh tokoh perempuan daripada tokoh laki. Usia tokoh dalam cerpen karya BMI didominasi oleh tokoh dengan usia dewasa daripada tokoh dengan usia remaja dan tua. Postur tubuh, rambut, dan mata tokoh dalam cerpen karya BMI bukan merupakan indikator yang selalu ada di dalam cerpen karya BMI, sehingga sedikit sekali karakteristik fisik tokoh yang digambarkan dengan postur tubuh, rambut, dan mata.

Karakteristik sosial memiliki empat indikator, yaitu latar belakang kebangsaan, latar belakang pendidikan, status sosial, dan status ekonomi. Latar belakang kebangsaan tokoh dalam cerpen karya BMI didominasi oleh kebangsaan Indonesia daripada Hong Kong dan Jazirah Arab. Latar belakang pendidikan tokoh dalam cerpen karya BMI hanya ditemukan sebagai mahasiswa. Latar belakang pendidikan tidak banyak digunakan untuk menggambarkan karakteristik sosial tokoh dalam cerpen karya BMI. Indikator selanjutnya adalah status sosial. Status sosial tokoh dalam cerpen karya BMI didominasi sebagai pembantu dan majikan daripada sebagai ibu, anak, dan suami-istri. Indikator terakhir dalam ciri-ciri sosial tokoh adalah status ekonomi. Status ekonomi tokoh dalam cerpen karya BMI adalah kaya dan miskin. Karakteristik psikologis tokoh dalam cerpen karya BMI meliputi pandangan hidup dan sikap hidup tokoh. Tidak semua tokoh dalam cerpen karya BMI memiliki pandangan dan sikap hidup. Pandangan dan sikap hidup tokoh dalam cerpen karya BMI lebih banyak digambarkan pada tokoh utama.

Kedua, penokohan dalam cerpen karya BMI di Hong Kong. Pengarang menggunakan semua teknik penokohan dalam cerpen kayra BMI dengan tujuan yang berbeda. Teknik naratif atau teknik langsung digunakan pengarang untuk menggambarkan fisik, sifat, dan psikologis tokoh. Karakter tokoh juga digambarkan menggunakan teknik dramatik, yaitu melalui cakapan antar tokoh, pikiran dan perasaan tokoh, arus kesadaran tokoh, reaksi tokoh, reaksi tokoh lain, dan pelukisan alur.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa (1) masalah karakteristik tokoh yaitu bahwa karakteristik tokoh dalam cerpen karya BMI merupakan gambaran kehidupan pribadi pengarang. (2) Masalah penokohan dalam cerpen karya BMI, bahwa penokohan dalam cerpen karya BMI disajikan dengan menggunakan dua teknik, yaitu naratif dan dramatik. Kedua teknik tersebut digunakan oleh pengarang untuk menggambarkan karakter tokoh dengan tujuan yang berbeda.

Berdasarkan simpulan di atas, maka disarankan kepada guru dan peneliti selanjutnya sebagai berikut.

Pertama, kepada guru, disarankan untuk menjadikan karakter yang digunakan BMI sebagai contoh dalam mengajarkan cara membuat karakter tokoh dalam pembelajaran menulis cerpen yang dibuat berdasarkan pengalaman pribadi. Guru juga dapat menjadikan penokohan yang digunakan BMI sebagai contoh dalam mengajarkan cara menggambarkan karakter tokoh dalam cerpen yang dibuat berdasarkan pengalaman pribadi. Kedua, kepada peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan kembali rumusan masalah terkait karya-karya BMI.