SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakteristik Karangan Persuasi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Magetan Tahun Pelajaran 2012/2013

Vita Novian Rondang

Abstrak


ABSTRAK

 

Rondang, Vita Novian. 2013. Karakteristik Karangan Persuasi Siswa Kelas X SMA 1 Negeri Magetan Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumadi, M.Pd. (II) Moch. Syahri, S.Sos., M.Si.

 

Kata Kunci : karakteristik, karangan persuasi

 

Karangan persuasi merupakan jenis karangan yang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis. Menulis karangan persuasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa SMA. Kebutuhan orang terhadap persuasi pada umumnya  untuk menarik massa atau mempengaruhi keyakinan orang lain. Delapan puluh lima persen dari keberhasilan seseorang bergantung pada kemampuannya untuk menyampaikan gagasan, khususnya kemampuan dalam meyakinkan orang lain untuk bekerja sama dan memperoleh hasil yang diinginkan. Untuk meyakinkan seseorang, penulis harus menguasai teknik persuasi dalam menulis karangannya agar tepat sasaran. Suatu karangan dapat dilihat dari segi bahasa yang digunakan, yaitu penggunaan bahasa, paragraf, dan diksi yang tepat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh karateristik karangan persuasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Magetan tahun pelajaran 2012/2013 dilihat dari penggunaan (1) teknik persuasi, (2) diksi, (3) gaya bahasa, dan (4) pola pengembangan paragraf.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan merupakan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian ini adalah karangan persuasi siswa. Sumber data penelitian ini berupa adalah siswa kelas X.4 dan X.6 SMA Negeri 1 Magetan tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 65 orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti dan alat bantu berupa deskriptor karakteristik karangan persuasi dan perintah berbentuk lembar kersa siswa (LKS) yang berisi petunjuk menulis karangan persuasi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data penelitian kualitatif yang dikemukakan Miles dan Huberman. Teknik analisis data terdiri atas tiga kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan ketekunan pengamatan, konsultasi kepada dosen pembimbing, dan diskusi teman sejawat.

Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh empat hasil penelitian. Pertama, karakteristik karangan persuasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Magetan dilihat dari penggunaan teknik persuasi terdiri atas penggunaan teknik rasionalisasi, teknik identifikasi, teknik sugesti, teknik konformitas, dan teknik kompensasi. Dari kelima teknik persuasi yang ditemukan dalam karangan siswa, identifikasi adalah teknik yang paling banyak digunakan. Kedua, karakteristik karangan persuasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Magetan dilihat dari penggunaan diksi terdiri atas penggunaan kata umum dan kata khusus, kata indra, kata ilmiah, idiom, kata atau frasa asing, dan kata pergaulan. Kata khusus adalah jenis diksi yang paling banyak ditemukan dalam karangan persuasi siswa. Ketiga, karakteristik karangan persuasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Magetan dilihat dari penggunaan gaya bahasa terdiri atas, penggunaan gaya bahasa klimaks, gaya bahasa antitesis, gaya bahasa repetisi, gaya bahasa retoris, dan gaya bahasa kiasan. Dari kelima gaya bahasa tersebut, gaya bahasa retoris paling banyak ditemukan dalam karangan persuasi siswa. Gaya bahasa retoris dibagi menjadi beberapa macam dan yang ditemukan dalam karangan persuasi siswa adalah gaya bahasa erotesis dan hiperbola. Gaya bahasa erotesis yang paling banyak ditemukan dalam karangan persuasi siswa. Keempat, karakteristik karangan persuasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Magetan dilihat dari penggunaan pola pengembangan gagasan terdiri atas penggunaan pola pengembangan alamiah, pola pengembangan umum-khusus dan khusus-umum, pola pengembangan pertentangan, pola pengembangan sebab-akibat dan akibat-sebab, pola pengembangan contoh, pola pengembangan definisi luas, dan pola pengembangan klasifikasi. Pola umum-khusus adalah pola yang paling banyak ditemukan dalam karangan persuasi siswa.

Saran penelitian ini disampaikan pada tenaga pengajar bahasa Indonesia, siswa, dan peneliti selanjutnya. Bagi tenaga pengajara bahasa Indonesia, disarankan untuk memberikan penjelasan tentang teknik persuasi dan pola pengembangan kepada siswa secara mendalam. Bagi siswa, disarankan untuk sering belajar mempelajari lebih dalam mengenai pola pengembangan gagasan dan memperbanyak latihan menulis karangan persuasi dengan menggunakan berbagai teknik persuasi secara tepat sesuai tujuan, objek, dan sasaran persuasi. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian pada aspek lain yang terkait dengan karangan persuasi.