SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Menulis Puisi Melalui Strategi B-G-T (Baca- Gunting-Tempel) Teks Cerita Pendek (Studi Kasus Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 19 Malang)

Ulfie Mufida

Abstrak


Salah satu aspek yang diajarkan dalam pembelajaran sastra adalah menulis puisi. Dalam pembelajaran menulis puisi, siswa diharapkan  mampu menuliskan apa yang dirasa, atau apa yang dipikirkan dalam bahasa yang indah yang mengandung
bahasa kiasan, dan berkonotasi. Kemampuan menulis puisi merupakan salah satu materi pembelajaran menulis sastra yang diajarkan di kelas VIII. Untuk itu, dibutuhkan strategi pembelajaran yang memudahkan siswa dalam menulis puisi.
Strategi B-G-T (Baca-Gunting-Tempel) teks cerpen dipandang dapat memudahkan siswa dalam menulis puisi.
Strategi B-G-T merupakan strategi pembelajaran yang diawali dengan tahap membaca. Dalam kegiatan ini siswa menangkap objek penulisan puisi yaitu berupa teks cerpen yang kaya akan diksi yang akan digunakan dalam menulis puisi. Pada
tahap ini, siswa memilih diksi teks cerpen. Diksi tersebut dijadikan diksi puisi, kemudian diksi tersebut digunting. Setelah menggunting, dilakukan kegiatanmenempel. Pada tahap ini siswa menyusun diksi yang telah mereka gunting menjadi puisi yang menarik secara kreatif.
Secara umum, tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang pemanfaatan teks cerpen dalam pembelajaran menulis puisi dengan strategi B-G-T yang meliputi, (1) proses pembelajaran, (2) aktivitas siswa dalam
pembelajaran menulis puisi, (3) hasil karya tulis puisi siswa, dan (4) kesulitan siswa dalam pembelajaran menulis puisi di kelasVIII SMP.Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif, dengan rancangan studi kasus. Data dalam penelitian ini adalah informasi yang berupa kata-kata, tindakan, dan
dokumen hasil karya tulis puisi siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII C dan VIII D SMP 19 Malang sebanyak 71 orang siswa. Sumber data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu sumber data manusia dan sumber data
nonmanusia. Sumber data manusia adalah siswa dan guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Sumber data nonmanusia berupa peristiwa berlangsungnya pembelajaran menulis puisi serta dokumen yang berupa puisi hasil karya siswa. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri.Berdasarkan hasil analisis data tentang kegiatan dan hasil pembelajaran menulis puisi melalui strategi B-G-T teks cerpen disimpulkan empat temuan sebagai berikut. Pertama, tahap pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan siswa dibagi dalam tiga kegiatan, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Dalam kegiatan awal, guru melakukan kegiatan apersepsi tentang puisi, dan siswa memaparkan skemata yang dimiliki tentang puisi, bahasa puisi, dan pengalaman siswa dalam menulis puisi. Dalam kegiatan inti, siswa melakukan tahapan menulis puisi melalui strategi B-G-T dengan memanfaatkan teks cerpen, dengan melakukan
kegiatan membaca, menulis, dan menggunting teks cerpen. Tahap membaca dilakukan siswa dengan membaca dua buah cerpen. Siswa menentukan tema dan diksi cerpen yang akan digunakan untuk menulis puisi. Setelah itu, siswa menulis puisi berdasarkan tema yang telah ditentukan, dan menulis puisi menggunakan diksi yang telah dipilih. Tahap menggunting dilakukan dengan kegiatan menggunting diksi yang terdapat dalam teks cerpen. Tahap selanjutnya adalah menempel, yaitu
menempelkan diksi yang telah digunting untuk disusun  menjadi sebuah puisi berdasarkan puisi yang telah ditulis sebelumnya. Kegiatan penutup yang dilakukan adalah kegiatan refleksi. Dalam kegiatan ini, guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Kedua, aktivitas siswa yang mendukung pembelajaran yaitu, (1) siswa tertarik dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran menulis puisi, (2) siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, (3) melaksanakan instruksi dan
arahan yang diberikan oleh guru, (4) memusatkan perhatian pada penjelasan yang diberikan oleh guru, (5) memusatkan perhatian pada tugas yang diberikan oleh guru, (6) memberikan perhatiannya pada puisi yang dibacakan oleh siswa, (7) bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas, (8) tugas dikumpulkan tepat waktu, dan (9)mengerjakan tugas dengan baik. Ketiga, hasil karya tulis puisi siswa dengan strategi B-G-T pada teks cerpen menggunakan berbagai tema, yaitu tema kerinduan (26%), penantian pada kekasih
(26%), ungkapan rasa cinta (17.5%), dan sisanya adalah bertema ketulusan, kenangan pada kekasih, serta tema keindahan alam. Diksi digunakan sebagai
pembentuk majas dan citraan. Majas yang digunakan siswa dalam puisinya yaitu personifikasi, metonimia, sinekdok, metafora, dan simile. Citraan yang muncul
dalam puisi siswa yaitu citra penglihatan, rabaan, gerak, dan pendengaran. Makna yang disampaikan oleh penulis puisi adalah ungkapan perasaan atas permasalahan
yang dihadapi. Tipografi yang digunakan siswa dalam menuliskan puisinya yaitumodel zig-zag, model tidak beraturan dan model konvensional. Keempat, dalam pelaksanaan pembelajaran menulis puisi melalui strategi B-
G-T siswa mengalami kesulitan. Kesulitan yang dihadapi oleh siswa yaitu, (1) kesulitan menggali ide yang akan dikembangkan menjadi sebuah puisi, (2) kesulitan
mencari diksi dalam cerpen yang telah dibaca, (3) kesulitan merangkai diksi yang telah didapat menjadi sebuah puisi, dan (4) belum mengetahui cara menulis puisi yang benar.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP untuk memberikan bacaan tentang puisi lebih banyak, dan mengenalkan puisi lebih banyak kepada siswa. Kepada peneliti lain disarankan untuk menggunakan strategi ini dalam penelitian yang lain. Kepada badan penyelenggara pendidikan, seperti sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk menyelenggarakan pembelajaran yang berbasis aktivitas siswa, dan menyediakan bahan pustaka yang berkaitan dengan puisi.

Teks Penuh: DOC