SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Kalimat dalam Teks Penulisan Kembali Dongeng Siswa Kelas VII B SMP Negeri 19 Malang

Sabitul Kirom

Abstrak


ABSTRAK

 

Kirom, Sabitul. 2013. Penggunaan Kalimat dalam Teks Penulisan Kembali Dongeng Siswa Kelas VII B SMP Negeri 19 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Nurhadi, M.Pd., (II) Drs. Dwi Saksomo, M.Si.

 

Kata Kunci: penggunaan kalimat, teks penulisan kembali dongeng, dongeng

 

Dongeng merupakan cerita prosa rakyat yang bersifat khayal, tidak terikat pada latar belakang sejarah dan warna lokal, serta di dalamnya mengandung unsur hiburan, pelajaran (moral), atau bahkan sindiran. Dongeng memiliki berbagai fungsi, di antaranya sebagai sistem proyeksi keinginan tersembunyi, pedagogi, hiburan, dan pengendali masyarakat (social control). Dongeng merupakan salah satu bentuk cerita prosa rakyat, sehingga bahasa yang digunakan bersifat tidak resmi. Kegiatan menulis kembali dongeng merupakan salah satu bentuk resepsi dari pembaca. Resepsi pembaca terhadap teks yang telah dibaca dapat berupa reaksi atau respon yang bersifat positif maupun negatif. Kegiatan menulis kembali dongeng dengan menggunakan bahasa sendiri merupakan bentuk reaksi positif dari pembaca. Penelitian ini dilaksanakan untuk memperoleh deskripsi yang objektif tentang penggunaan kalimat dalam teks penulisan kembali dongeng yang ditulis siswa berdasarkan (1) struktur intern, (2) urutan S dan P, dan (3) jumlah klausanya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan disusun dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah teks penulisan kembali dongeng yang ditulis siswa kelas VII B SMP Negeri 19 Malang tahun pelajaran 2012–2013. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan struktural. Data yang terkumpul berupa kalimat yang terdapat dalam teks penulisan kembali dongeng hasil pekerjaan siswa dianalisis melalui tiga tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan dan diskusi dengan peneliti atau pengamat lain.

Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, penggunaan kalimat tunggal berdasarkan struktur internnya terdiri atas kalimat lengkap dan kalimat tidak lengkap. Jumlah penggunaan kalimat lengkap lebih banyak dibandingkan dengan penggunaan kalimat tidak lengkap. Kedua, penggunaan kalimat tunggal berdasarkan urutan S dan P terdiri atas kalimat susun tertib dan kalimat susun balik (inversi). Penggunaan kalimat susun tertib lebih banyak dibandingkan dengan penggunaan kalimat susun balik (inversi). Ketiga, penggunaan kalimat berdasarkan jumlah klausa terdiri atas kalimat sederhana (kalimat tunggal) dan kalimat luas. Penggunaan kalimat luas lebih banyak dibandingkan penggunaan kalimat sederhana. Kalimat luas yang ditemukan terdiri atas kalimat luas setara, kalimat luas tidak setara, dan kalimat luas campuran. Penggunaan kalimat luas tidak setara lebih banyak dibandingkan dengan penggunaan kalimat luas setara maupun penggunaan kalimat luas campuran. Pada penggunaan kalimat sederhana dan kalimat luas juga ditemukan kalimat tidak berterima dan penggunaan artikula yang bersifat gelar, yaitu Si dan Sang. Selain kalimat tidak berterima dan artikula, pada penggunaan kalimat luas juga ditemukan adanya pelesapan atau elipsis.

Saran dalam penelitian ini disampaikan kepada peneliti dan guru bidang studi Bahasa Indonesia. Bagi peneliti bahasa Indonesia disarankan supaya dapat melakukan penelitian serupa lebih mendalam lagi terkait masalah kebahasaan, khususnya bidang sintaksis. Bagi guru bidang studi Bahasa Indonesia disarankan supaya hasil penelitian ini bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan sumber belajar, khususnya yang berkaitan dengan keterampilan menulis. Hasil penelitian ini juga bisa dijadikan bahan evaluasi bagi guru bidang studi Bahasa Indonesia. Evaluasi yang dimaksud berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menulis kalimat. Hal ini karena dalam teks penulisan kembali dongeng yang ditulis siswa ditemukan kalimat yang tidak berterima. Oleh karena itu, ketika menilai karya siswa yang berupa teks hasil menulis kembali dongeng, hendaknya lebih diteliti struktur kalimat yang digunakan. Jadi, guru bisa langsung memberikan masukan, saran, dan penguatan materi, khususnya yang berkaitan dengan menulis kalimat.