SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakteristik Cerpen Mahasiswa Universitas Negeri Malang

Mellyasari Natania Dwi Puspo

Abstrak


ABSTRAK

 

Puspo, Mellyasari Natania Dwi. 2013. Karakteristik Cerpen Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd.

 

Kata kunci: karakteristik, cerpen

 

Cerpen adalah cerita berbentuk prosa yang relatif pendek dan berupa rekaan. Ukuran pendek diartikan dapat dibaca sekali duduk dalam waktu kurang dari satu jam. Selain itu cerpen hanya mempunyai efek tunggal, karakter, plot, dan setting yang terbatas, tidak beragam, dan tidak kompleks. Cerpen memiliki unsur-unsur yang membangun dari dalam cerpen tersebut yang disebut unsur intrinsik. Unsur-unsur intrinsik tersebut meliputi: tema, tokoh, perwatakan, alur, latar, sudut pandang, dan gaya bahasa. Unsur-unsur tersebut saling berkaitan sehingga menjalin suatu cerita yang utuh.

Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mendeskripsikan karakteristik cerpen mahasiswa Universitas Negeri Malang. Secara operasional, tujuan khusus yang ingin dicapai dapat dirumuskan sebagai berikut. (1) Mendeskripsikan karakteristik tema dalam cerpen mahasiswa Universitas Negeri Malang, (2) mendeskripsikan karakteristik tokoh dalam cerpen mahasiswa Universitas Negeri Malang, (3) mendeskripsikan karakteristik perwatakan dalam cerpen Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, (2) mendeskripsikan karakteristik latar dalam cerpen mahasiswa Universitas Negeri Malang, (3) mendeskripsikan karakteristik alur dalam cerpen Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.

Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Desain yang digunakan adalah telaah teks-struktural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik cerpen mahasiswa Universitas Negeri Malang pada aspek tema, tokoh, perwatakan, alur, dan latar. Penelitian ini dilakukan pada naskah cerpen pada lomba penulisan cerpen antarmahasiswa Universitas Negeri Malang yang diselenggarakan HMJ Sastra Indonesia Fakultas Sastra pada Februari 2012. Naskah cerpen yang ikut serta dalam lomba berjumlah 39 buah. Sumber data penelitian ini adalah tujuh naskah cerpen yang telah dipilah berdasarkan aspek yang diteliti. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tabel pengumpul data. Dalam setiap tabel terdapat rincian kategori berupa deskriptor untuk mengklasifikasikan data. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahap yaitu kodifikasi data, klasifikasi data, dan perapian data. Tahap pertama, kodifikasi data merupakan pemberian kode berdasarkan abjad judul cerpen dan nama mahasiswa untuk pengurutan data. Tahap kedua, klasifikasi data merupakan suatu cara untuk mengkategorikan data ke dalam tabel. Tahap ketiga, data yang telah dikategorikan kemudian diperiksa keabsahannya. Data penelitian ini yaitu paparan bahasa yang mengandung tema, alur, tokoh, perwatakan, atau latar cerita dalam cerpen mahasiswa berupa kutipan teks.  Analisis data dilakukan dengan telaah teks-struktural. Peneliti menggunakan hal-hal yang muncul dari dalam isi cerpen dengan panduan deskriptor untuk menemukan karakteristik cerpen berdasarkan pikiran, pengertian peneliti dan

pendapat para ahli yang melandasi penelitian ini. Selanjutnya adalah penyajian data. Data yang disajikan meliputi data analisis tema, tokoh dan perwatakan, alur, dan latar dengan teknik deskriptif interpretatif. Terakhir dilakukan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian ini adalah karakteristik cerpen mahasiswa Universitas Negeri Malang pada aspek tema lebih didominasi dengan tema percintaan. Tema cinta yang sifatnya universal ini akrab dengan kehidupan para muda. Namun demikian, tema percintaan yang dipilih lebih luas jangkauannya dari sekedar percintaan di dalam kampus yang identik dijalani mahasiswa. Sedangkan tema lain yang muncul yaitu masalah politik, kebudayaan, dan religi.

Karakteristik tema cerpen mahasiswa Universitas Negeri Malang didominasi tema percintaan yang digarap secara detail sehingga menampilkan tema khusus yang kesannya mendalam. Tema yang lain seperti tema pendidikan, kebudayaan, religi, dan politik jarang dipilih oleh mahasiswa namun demikian temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa pun kritis dengan masalah-masalah yang ada diluar kehidupan kampus.

Karakteristik tokoh cerpen mahasiswa Universitas Negeri Malang didominasi oleh tokoh-tokoh protagonis yang digambarkan secara langsung oleh pengarang. Tokoh-tokoh ini merupakan tokoh-tokoh yang seringkali ditemui dikehidupan nyata seperti tokoh ibu, tokoh gadis muda, tokoh nenek, dan tokoh laki-laki muda.

Karakteristik perwatakan cerpen mahasiswa Universitas Negeri Malang yang didominasi oleh kemampuan mahasiswa menggunakan teknik pemaparan langsung. Misal tokoh Ajeng memiliki senyum menawan dan semampai. Watak tokoh disebutkan secara runtut dalam kalimat narasi sehingga watak tokoh langsung dikenali.

Karakteristik alur cerpen yang ditulis mahasiswa Universitas Negeri Malang didominasi oleh penggunaan alur maju. Meskipun demikian penggunaan alur mundur sudah banyak dipilih sebagai usaha untuk menambah tegangan terutama saat klimaks cerita. Penyelesaian cerita didominasi dengan cerita yang menggantung. Hal tersebut umumnya ditemukan pada cerpen. 

Karakteristik latar cerpen mahasiswa Universitas Negeri Malang didominasi oleh kemampuan mahasiswa menggunakan pemaparan langsung. Latar tempat disebutkan langsung tanpa penggambaran yang mendetail seperti taman di halaman rumah, di dapur, di tepi jalan, dan di parkiran kantor. Latar suasana didominasi kemampuan mahasiswa menggunakan dialog tokoh sehingga tergambar suasana dalam peristiwa cerpen. Latar waktu disebutkan tanpa ada penggarapan yang detail hanya menyebutkan waktu yang umum seperti pagi hari, siang bolong, dan tengah malam.

Berdasarkan temuan penelitian diajukan dua saran. Pertama, disarankan agar lebih banyak wadah untuk melatih mahasiswa mengenai kepenulisan karya sastra terutama menulis cerpen. Hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen. Kedua, hendaknya dalam penelitian sejenis, peneliti berikutnya lebih memperbanyak sumber data pada penelitian serta menambahkan aspek yang diteliti sehingga menghasilkan data yang lebih banyak  dan mendapatkan hasil yang lebih sesuai dengan keadaan mahasiswa sekarang.