SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Strategi Suka Dokumen (Susun Kerangka, Dialog, Lakuan, dan Komentari) Dalam Pembelajaran Bermain Peran dengan Cara Improvisasi untuk Kelas VIII

AIK VELA PRATISCA

Abstrak


ABSTRAK

 

Pratisca, Aik Vela. Pengembangan Strategi Suka Dokumen (Susun Kerangka, Dialog, Lakuan, dan Komentari) dalam Pembelajaran Bermain Peran dengan Cara Improvisasi untuk Siswa SMP Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd, (II) Indra Suherjanto, S.Pd, M.Sn.

 

Kata Kunci: Pengembangan Strategi, Suka Dokumen, Bermain Peran, Improvisasi, kerangka naskah drama.

 

 Pembelajaran bermain peran pada sekolah menengah pertama sangat penting dilakukan untuk mengembangkan keterampilan berbicara secara ekspresif. Pembelajaran bermain peran dengan cara improvisasi sesuai kerangka naskah drama merupakan salah satu kompetensi dasar untuk mencapai keterampilan tersebut. Bermain peran dengan cara improvisasi memiliki beberapa kelebihan, diantaranya (1) kreativitas sutradara dan pemain dapat dikembangkan seoptimal mungkin, (2) arahan lakuan lebih terbuka, (3) konflik dan sudut pandang penyelesaian bisa dikembangkan, (4) memungkinkan percampuran bentuk dan gaya pementasan, dan (5) cerita bisa disesuaikan denga sumber daya yang dimiliki.

Namun, pembelajaran bermain peran dengan cara improvisasi sesuai kerangka naskah drama saat ini belum optimal. Berdasarkan penelitian pendahuluan, diperoleh informasi bahwa strategi yang digunakan belum memadai. Guru cenderung meminta siswa untuk membuat naskah drama utuh, lalu mementaskannya tanpa membimbing dan mengontrol proses latihan siswa. Selain itu, buku panduan yang berisi metode dan materi bermain peran yang digunakan masih bersifat kompleks dan kurang aplikatif. Adapun, penelitian tentang pengembangan media dengan kompetensi dasar sejenis masih belum optimal karena cerita yang dikembangkan tidak bervariatif dan media bersifat permanen yang tidak memungkinkan guru untuk menambah atau menggantinya. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti mengembangkan strategi Suka Dokumen(Susun Kerangka, Dialog, Lakuan, dan Komentari) dalam bentuk buku panduan yang dapat digunakan guru untuk mengajar kompetensi dasar tersebut.

Tujuan penelitian pengembangan ini mengembangkan produk strategi bermain peran dengan cara improvisasi sesuai kerangka naskah drama yang memerhatikan isi dan langkah-langkah strategi dengan metode bermain peran. Upaya dalam mencapai tujuan tersebut, maka digunakan rancangan pengembangan yang dimodifikasi dari model pengembangan Borg & Gall. Modifikasi model pengembangan tersebut meliputi: (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji produk, (5) revisi, (6) uji lapangan, (7) penyempurnaan produk akhir, (8) diseminasi dan implementasi. Uji produk dilakukan kepada ahli strategi pembelajaran, ahli pembelajaran drama dan praktisi.

Berdasarkan uji produk yang telah dilakukan, diperoleh hasil rata-rata nilai keseluruhan buku panduan strategi Suka Dokumen mencapai 39.2 % pada ahli strategi pembelajaran, 67.1 % pada ahli drama, dan 78.3% pada praktisi. Nilai keseluruhan dari hasil semua uji produk mencapai 61.5% yang berarti produk cukup valid dan dapat digunakan atau diimplementasikan.

Adapun revisi yang dilakukan berdasarkan komentar dan saran yang diberikan pada saat uji produk. Pada aspek relevansi, yaitu (1) penambahan teori pembelajaran yang berkaitan dengan judul penelitian, (2) penambahan keterangan capaian aspek pemeranan pada langkah-langkah pembelajaran, dan (3) penjabaran indikator yang lebih praktis sesuai kompetensi dasar. Pada aspek keefektivan dan efisiensi, revisi yang dilakukan adalah membuat langkah-langkah pembelajaran lebih praktis dan operasional, membuat latihan-latihan improvisasi lebih aplikatif agar tampak kebermaknaannya. Pada aspek visibilitas strategi, revisi yang dilakukan adalah menambahkan kualifikasi guru sebagai prasyarat menggunakan strategi dan ciri-ciri akting tokoh protagonis dan antagonis karena siswa masih pemula.

Uji lapangan dilakukan pada kelompok terbatas, yaitu siswa kelas VIII D SMP Negeri 13 Malang. Hasil yang diperoleh antara lain: (1) pada tahap Susun Kerangka, siswa telah mampu mengembangkan tema yang berkaitan denga lingkungan sekolah menjadi kerangka cerita sesuai plot dramatik, (2) pada tahap Dialog,  siswa telah mampu melatih improvisasi dialog dengan menyebutkan kata dan atau kalimat secara spontan dan relevan sesuai karakter tokoh yang diperankan, (3) pada tahap Lakuan, siswa telah mampu melatih improvisasi lakuan dengan merespon benda dan pemain sesuai kerangka cerita, (4)  pada tahap Komentari, siswa telah mampu menampilkan drama sederhana sebagai hasil latihan improvisasi dan member komentar tentang aspek-aspek pemeranan teman sejawat.

Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa strategi Suka Dokumen dapat diimplementasikan pada pembelajaran bermain peran dengan cara improvisasi sesuai kerangka naskah drama untuk kelas VIII. Terkait dengan hal tersebut, maka disarankan kepada guru sebagai subjek pengguna buku panduan agar dapat menerapkan strategi Suka Dokumen dengan cara kreatif, inovatif, dan memerhatikan prasyarat penggunaan strategi agar pembelajaran bisa berjalan secara optimal. Selain itu, guru dapat memanfaatkan strategi Suka Dokumen sebagai sarana pembelajaran menulis naskah drama utuh dari hasil pengolahan ide dan latihan siswa. Dalam penyebarannya, dapat dilakukan dengan penulisan artikel atau disebarluaskan melalui pihak penerbitan buku yang kemudian dapat dijual di berbagai toko buku. Kemudian, peneliti selanjutnya disarankan agar mempelajari dan memanfaatkan produk ini sebagai pijakan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih kreatif.