SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implikatur Percakapan dalam Wacana Humor Berbahasa Indonesia

Syaifatul Anina

Abstrak


Humor sebagai suatu keadaan atau gejala yang dapat menimbulkan efek tertawa  merupakan suatu unsur yang sering dijumpai di dalam kehidupan sehari-hari. Humor terdapat di mana-mana, dan tidak mengenal kelas sosial, latar pendidikan, dan tinggi rendahnya intelegensi manusia. Humor ada di semua lapisan masyarakat, di desa maupun di kota. Humor dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang untuk melampiaskan perasaan tertekan dan bertujuan untuk mengurangi berbagai ketegangan yang ada di sekeliling manusia. Kegiatan berhumor antara penutur (Pn) dan mitratutur (Mt) disebut tindak tutur.

            Tindak tutur yang termasuk wacana humor ada yang disampaikan secara jelas dan langsung dapat ditangkap maksudnya. Dengan demikian, humor langsung merangsang orang untuk tertawa. Tetapi, sering terdapat wacana humor yang penyampaian maksudnya secara terselubung atau yang disebut dengan implikatur percakapan. Dengan kata lain, implikatur percakapan adalah menerangkan yang mungkin diartikan, disarankan, atau dimaksudkan oleh penutur dapat berbeda dengan yang dikatakan oleh penutur.

            Di dalam wacana humor, penggunaan implikatur percakapan akan menimbulkan kelucuan, kegelian atau tertawa bagi mitratutur (Mt) yang dapat menangkap maksud yang disampaikan dalam wacana humor tersebut. Apabila mitratutur (Mt) tidak dapat menangkap maksud wacana humor yang mengandung implikatur percakapan sudah dapat dipastikan orang tersebut tidak akan merasa lucu, geli, atau tertawa, bahkan dia bisa marah dalam menanggapi wacana tersebut. Dengan demikian, ada kendala dalam penyampaian maksud yang sebenarnya. Seringkali mitratutur (Mt) mengalami kesalahpahaman dalam berinteraksi atau bahkan kegagalan berkomunikasi hanya karena kurang menguasai implikatur percakapan dengan baik. Karena itu, penelitian mengenai implikatur percakapan perlu dilakukan untuk membuka lebih lebar kawasan dunia pragmatik dalam bahasa Indonesia.

 Penelitian ini difokuskan pada implikatur percakapan yang ada dalam wacana humor berbahasa Indonesia. Adapun fokus permasalahan yang diangkat meliputi tiga hal yaitu, (1) wujud lingual yang mewadahi implikatur percakapan dalam wacana humor berbahasa Indonesia, (2) implikasi pragmatis dalam wacana humor berbahasa Indonesia, dan (3) fungsi implikatur percakapan dalam wacana humor berbahasa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ketiga hal tersebut dengan harapan dapat memberikan sumbangan kepada pihak-pihak yang berkecimpung dalam dunia penelitian sebagai bandingan hasil penelitian sebelumnya. Di samping itu, hasil penelitian ini juga dimanfaatkan sebagai rujukan bagi penelitian sejenis lebih lanjut.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan studi dokumentasi. Data penelitian berupa humor tulis verbal berbahasa Indonesia dalam teks yang diambil dari tiga buah buku humor sebagai sumber data. Katiga buku tersebut adalah (1) Lagi-Lagi Hua Ha Ha Ha (kumpulan humor kekuasaan, seks, militer, bisnis, neraka, percintaan, dan ratusan hua ha ha ha eksklusif lainnya) dihimpun dan disunting oleh Tim Hua Ha Ha Ha, (2) Humor Mahasiswa oleh James Danandjaja, dan (3) Humor Obat Stres 2 oleh Joginder Singh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen utama dan instrumen penunjang yang berupa buku-buku untuk menemukan data, dan tabel pengumpul data. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan analisis alir dengan dua ciri yang menonjol, yaitu (1) model analisis data, dan (2) analisis data selama dan setelah pengumpulan data. Adapun langkah-langkahnya yaitu (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penyimpulan/verifikasi.

            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wacana humor berbahasa Indonesia memiliki karakteristik wujud lingual implikatur percakapan, implikasi pragmatis implikatur percakapan, dan fungsi implikatur percakapan. Wujud lingual implikatur percakapan dalam wacana humor berbahasa Indonesia dapat berupa (1) kalimat deklaratif, (2) kalimat imperatif, dan (3) kalimat interogatif, (4) gabungan antara kalimat interogatif dengan deklaratif, (5) gabungan antara kalimat interogatif dengan kalimat imperatif, (6) gabungan antara kalimat deklaratif dengan kalimat imperatif, dan (7) gabungan antara kalimat deklaratif, interogatif, dan kalimat imperatif. Wujud lingual implikatur percakapan yang dibangun dengan kalimat deklaratif, kalimat imperatif, dan kalimat interogatif tersebut dimanfaatkan sebagai sumber kelucuan dalam wacana humor berbahasa Indonesia. Selain itu, implikasi pragmatis implikatur percakapan dalam wacana humor berbahasa Indonesia meliputi implikasi pragmatis yang menyatakan (1) penutur kurang memahami tuturan yang disampaikan oleh mitratutur, (2) penutur meminta pengertian mitratutur akan tuturan yang disampaikannya, (3) penutur mengelabuhi mitratutur, (4) penutur merasa senang, (5) penutur harus atau pasti melakukan pekerjaan yang dimaksudkan oleh penutur, dan (6) apa yang disampaikan penutur sesuai dengan yang sebenarnya terjadi. Dan fungsinya meliputi (1) menyindir, (2) menghibur, (3) memerintah, dan (4) mengejek.

Teks Penuh: DOC