SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEMAMPUAN MENULIS TEKS PISATO SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 MALANG TAHUN AJARAN 2012/2013

Bayu Gusti Antri Hariyono

Abstrak


ABSTRAK

 

Hariyono, Bayu Gusti Antri. 2013. Kemampuan Menulis Teks Pidato Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Malang Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumadi, M.Pd., (II) Moch. Syahri, S. Sos, M. Si.

 

Kata Kunci: kemampuan menulis, teks pidato, pembelajaran menulis

 

Kemampuan berbicara penting untuk dikuasai. Hal itu disebabkan oleh kemampuan berbicara digunakan sebagai media interaksi dengan manusia yang lain. Salah satu ragam berbicara adalah pidato. Sebelum berpidato, diperlukan sebuah teks pidato. Tujuannya adalah agar ide atau gagasan yang ingin disampaikan dapat lebih runtut dan kompleks. Sebagai bahasa tulis, teks pidato harus memperhatikan aspek kebahasaan. Aspek kebahasaan itu meliputi ejaan dan tanda baca, diksi, dan kalimat efektif. Selain itu, teks pidato memiliki struktur yang berbeda dengan bahasa tulis yang lain. Oleh karena itu, teks pidato yang ditulis siswa dapat dinilai melalui aspek kelengkapan struktur teks pidato, ketepatan penggunaan ejaan dan tanda baca, ketepatan diksi, dan keefektifan kalimat.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data penelitian ini berupa teks pidato yang ditulis siswa. Instrumen penelitian berupa tes menulis teks pidato dan pedoman penilaian menulis teks pidato. Penilaian dilakukan dengan metode diskrit, yaitu dengan memberikan skor terhadap aspek-aspek yang diteliti. Aspek-aspek yang diteliti dalam penelitian ini terdiri atas aspek kelengkapan struktur teks pidato, ketepatan penggunaan ejaan dan tanda baca, ketepatan diksi, dan keefektifan kalimat. Selain itu, penilaian juga dilakukan dengan metode holistik, yaitu dengan penilaian teks pidato secara utuh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penugasan menulis teks pidato. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap persiapan, pengkodean, dan penilaian.

Berdasarkan temuan penelitian, diperoleh lima hasil penelitian. Pertama, siswa kelas X SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2012/2013 mampu menulis teks pidato berdasarkan aspek kelengkapan struktur teks pidato. Hal itu dibuktikan oleh jumlah persentase siswa yang mampu menulis teks pidato berdasarkan aspek kelengkapan struktur teks pidato sebesar 100% (72 siswa). Kedua, siswa kelas X SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2012/2013 belum mampu menulis teks pidato berdasarkan aspek ketepatan penggunaan ejaan dan tanda baca. Hal itu dibuktikan oleh jumlah persentase siswa yang mampu menulis teks pidato berdasarkan aspek ketepatan penggunaan ejaan dan tanda baca sebesar 59,7% (43 siswa), sedangkan persentase siswa yang tidak mampu sebesar 40,3% (29 siswa). Ketiga, siswa kelas X SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2012/2013 mampu menulis teks pidato berdasarkan aspek ketepatan diksi. Hal itu dibuktikan oleh jumlah persentase siswa yang mampu menulis teks pidato berdasarkan aspek ketepatan diksi sebesar 77,8% (56 siswa), sedangkan persentase siswa yang tidak mampu sebesar 22,2% (16 siswa). Keempat, siswa kelas X SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2012/2013 belum mampu menulis teks pidato berdasarkan aspek keefektifan kalimat. Hal itu dibuktikan oleh jumlah persentase siswa yang tidak mampu menulis teks pidato berdasarkan aspek keefektifan kalimat sebesar 100% (72 siswa). Kelima, siswa kelas X SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2012/2013 belum mampu menulis teks pidato secara utuh. Hal itu dibuktikan oleh jumlah persentase siswa yang mampu sebesar 33,3% (24 siswa), sedangkan yang tidak mampu sebesar 66,7% (48 siswa). Siswa dikategorikan mampu apabila terdapat minimal 75% siswa yang memperoleh nilai minimal 75. Ini terjadi karena penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis teks pidato seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 Malang tahun ajaran 2012/2013.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dikemukakan tiga saran. Pertama, guru Bahasa Indonesia disarankan untuk memberikan contoh teks pidato utuh, selanjutnya bersama-sama dengan siswa mengidentifikasi struktur teks pidato tersebut. Selain itu, guru juga disarankan memberikan banyak latihan dan contoh terkait dengan penggunaan bahasa Indonesia, khususnya pada aspek keefektifan kalimat, diksi (pilihan kata), dan penggunaan ejaan dan tanda baca. Kedua, Peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti karakteristik struktur teks pidato, karakteristik diksi, dan karakteristik pola kalimat yang digunakan dalam teks pidato siswa. Ketiga, siswa disarankan untuk banyak berlatih mengidentifikasi struktur teks pidato dan juga berlatih menulis menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).