SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Validitas Konstruk Instrumen Penilaian Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berdasarkan Kurikulum 2004 di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang

Candra Setia Murni

Abstrak


Sistem penilaian berfungsi untuk mengetahui sejauh mana kemajuan siswa dalam mengikuti proses belajar, mendiagnosis kesulitan belajar, memberikan umpan balik, melakukan perbaikan, memotivasi guru agar menjadi lebih baik, dan memotivasi siswa untuk belajar lebih baik. Penyusunan dan penggunaan instrumen penilaian yang sesuai dengan syarat penyusunan alat penilaian, yaitu validitas konstruk. Instrumen penilaian dikatakan baik jika dapat mengukur apa yang harus diukur dan sesuai dengan kompetensi yang diukur. Setiap instrumen penilaian yang dibuat harus dapat ditelusuri indikator dan kemampuan dasarnya.

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bentuk instrumen penilaian yang digunakan untuk menilai mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, serta memperoleh gambaran tentang tingkat validitas konstruk instrumen penilaian yang digunakan oleh guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang khususnya aspek membaca dan menulis pada kemampuan berbahasa.

            Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif. Data dalam penelitian ini berupa (1) data tentang bentuk dan wujud instrumen penilaian yang digunakan oleh guru pada aspek membaca, (2) data tentang bentuk dan wujud instrumen penilaian yang digunakan oleh guru pada aspek menulis.  Data tersebut dikumpulkan oleh peneliti sendiri sebagai instrumen utama dengan cara studi dokumentasi dari perangkat mengajar yang dibuat oleh guru, serta observasi terhadap peristiwa belajar mengajar di dalam kelas. Sumber data penelitian ini adalah (1) perangkat mengajar guru berupa silabus dan penilaian serta rencana pengajaran yang disusun oleh guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang; (2) peristiwa belajar mengajar di kelas, berupa penilaian proses dan penilaian hasil; (3) hasil wawancara dengan guru dan siswa. Sumber data tersebut diperoleh dari subjek penelitian, yang dalam penelitian ini adalah guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA kelas X di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang.

            Hasil penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut. Pertama, bentuk instrumen penilaian yang digunakan dalam penilaian mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia aspek Membaca di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang berupa (1) instrumen penilaian tes tertulis, (2) instrumen penilaian tes performansi (unjuk kerja), dan (3) instrumen penilaian observasi (pengamatan). Bentuk instrumen penilaian yang digunakan dalam penilaian mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia aspek menulis di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang berupa (1) instrumen penilaian tes tertulis, (2) instrumen penilaian tes performansi (unjuk kerja), (3) instrumen penilaian observasi (pengamatan), dan (4) portofolio).

Tingkat validitas konstruk instrumen penilaian mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia pada aspek membaca di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang dikategorikan sangat valid dengan persentase 84,1%, dengan penjabaran sebagai berikut. (1) Tingkat kevalidan instrumen penilaian tes tertulis berdasarkan kriteria kategori kevalidan instrumen penilaian dikategorikan valid, dengan persentase 52,2%, dari jumlah total soal 23, terdapat 12 soal valid, 11 soal tidak valid. Hal ini dikarenakan terdapat instrumen penilaian yang hanya berguna untuk mengingat saja dan hanya berupa teori, sehingga kurang terdapat penerapan indikator pencapaian. (2) Tingkat kevalidan instrumen penilaian tes performansi (unjuk kerja) berdasarkan kriteria kategori kevalidan instrumen penilaian dikategorikan sangat valid dengan jumlah persentase 100%, dari jumlah total 3 soal. Hal ini dikarenakan instrumen penilaian yang digunakan telah memenuhi semua indikator pencapaian yang telah ditetapkan. (3) Tingkat kevalidan instrumen penilaian observasi (pengamatan) dikategorikan sangat valid berdasarkan kriteria kategori kevalidan instrumen penilaian dengan jumlah persentase 100%, dari jumlah total 5 soal. Hal ini dikarenakan instrumen penilaian yang digunakan telah memenuhi semua indikator pencapaian yang telah ditetapkan.

Tingkat kevalidan instrumen penilaian mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia pada aspek menulis di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang dikategorikan sangat valid, dengan persentase 88,4%, dengan penjabaran sebagai berikut. (1) Tingkat kevalidan instrumen penilaian tes tertulis berdasarkan kriteria kategori kevalidan instrumen penilaian dikategorikan valid, dengan persentase 73,7% dari jumlah total 19 soal, terdapat 14 soal valid, dan 5 soal tidak valid. Hal ini dikarenakan instrumen penilaian yang digunakan telah memenuhi beberapa indikator pencapaian yang telah ditetapkan. (2) Tingkat kevalidan instrumen penilaian tes performansi (unjuk kerja) berdasarkan kriteria kategori kevalidan instrumen penilaian dikategorikan sangat valid dengan jumlah persentase 80%, dari jumlah total 10 soal, 8 soal valid, dan 2 soal tidak valid. Hal ini dikarenakan instrumen penilaian yang digunakan telah memenuhi indikator pencapaian yang ditetapkan. (3) Tingkat kevalidan instrumen penilaian observasi (pengamatan) berdasarkan kriteria kategori kevalidan instrumen penilaian dikategorikan sangat valid, dengan persentase 100%, dari jumlah total 4 soal. Hal ini dikarenakan instrumen penilaian yang digunakan telah memenuhi semua indikator pencapaian yang telah ditetapkan. (4) Tingkat kevalidan instrumen penilaian portofolio berdasarkan kriteria kategori kevalidan instrumen penilaian.dikategorikan sangat valid, dengan persentase 100%, dari jumlah total 5 soal. Hal ini dikarenakan instrumen penilaian yang digunakan telah memenuhi semua indikator pencapaian yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diajukan kepada peneliti selanjutnya dan guru Bahasa dan Sastra Indonesia. Kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti kevalidan instrumen penilaian keterampilan kebahasaan yang lain, dan pada aspek kesastraannya juga. Sementara itu bagi guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia diharapkan untuk menggunakan instrumen penilaian yang valid, sesuai dengan kompetensi dasar yang akan diukur, sehingga kemampuan siswa bisa diketahui secara menyeluruh. Tujuan penilaian akan tepat pada sasaran, yaitu memenuhi semua indikator pencapaian.

Teks Penuh: DOC