SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Tindak Tutur Asertif dalam Talkshow “Apa Kabar Indonesia Malam” di TV One

Nurul Shofiah

Abstrak


ABSTRAK

 

Shofiah, Nurul. 2013. Tindak Tutur Asertif dalam Talkshow “Apa Kabar Indonesia Malam” di TV One. Skripsi. Prodi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing: (I) Drs. Bustanul Arifin, S.H., M.Hum. (II) Dr. Kusubakti Andajani, S.Pd., M.Pd.

 

Kata Kunci: tindak tutur asertif, bentuk, fungsi, strategi penyampaian, talkshow

 

Fungsi primer bahasa adalah alat untuk menyampaikan pesan atau makna dari penutur kepada mitra tuturnya. Makna dalam komunikasi tersebut diungkapkan dengan kalimat. Sebagai alat komunikasi, bahasa mampu untuk menjadi saluran merumuskan maksud, menujukkan perasaan, dan menciptakan kerja sama dengan sesama warga.  Berkenaan dengan penggunaan bahasa, banyak fenomena yang ada sehari-hari yang dapat diteliti, salah satunya adalah fenomena tindak tutur. Tindak tutur dalam siaran talkshow televisi merupakan komunikasi berbahasa lisan antara pembawa acara sebagai penutur dengan narasumber dan pendengar sebagai mitra tutur dengan menggunakan bahasa Indonesia resmi. Hal tersebut ditujukan untuk segmentasi pendengar kalangan umum. Dalam hal ini, dicurigai adanya kekhasan dalam tindak tutur siaran talkshow dibandingkan tindak tutur yang lain karena televisi merupakan media audiovisual. Hal mendasar yang melatarbelakangi pemilihan talkshow TV One sebagai media televisi yang diteliti karena talkshow ini mengkritisi pemerintah di berbagai bidang. Pada talkshow ini dihadirkan orang-orang yang ahli di bidangnya, seperti politisi, orang yang memiliki kompetensi pada bidang yang dibincangkan, dan orang yang mewakili masing-masing pihak yang terlibat di dalam topik yang didiskusikan. Terdapat bermacam-macam jenis program di TV One, salah satunya adalah program talkshow Apa Kabar Indonesia Malam. Program talkshow ini didukung oleh pilihan topik informasi yang aktual, masih hangat untuk diperbincangkan, dan menyediakan informasi terbaru dari sebuah berita.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan  bentuk tindak tutur asertif, fungsi tindak tutur asertif, dan strategi penyampaian tindak tutur asertif dalam talkshow Apa Kabar Indonesia Malam di TV One. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan pragmatik fungsional yang menyoroti tuturan yang dilakukan oleh pembawa acara dan narasumber pada talkshow yang berkaitan dengan kasus korupsi. Dalam pengumpulan data, peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Sebagai tugasnya, peneliti dalam pengumpulan data menggunakan alat bantu yang berupa pedoman observasi dan tabel pengumpul data.

Hasil penelitian ini ada tiga. Pertama, bentuk tindak tutur asertif dalam talkshow Apa Kabar Indonesia Malam di TV One secara umum menggunakan tuturan deklaratif. Tuturan deklaratif merupakan kalimat pernyataan dengan ciri menggunakan intonasi berita. Kedua, fungsi tindak tutur asertif dalam talkshow Apa Kabar Indonesia Malam di TV One yang secara umum menggunakan fungsi menyatakan, mengemukakan pendapat, menceritakan kembali, menyarankan, menduga, dan menegaskan. Fungsi menyatakan ditemukan dua puluh delapan data, fungsi mengemukakan pendapat ditemukan delapan data, dan fungsi menegaskan ditemukan tujuh data. Pada tuturan yang  berfungsi menyarankan ditemukan tujuh data, fungsi menduga ditemukan lima data, dan fungsi menceritakan kembali ditemukan empat data. Ketiga, strategi penyampaian tindak tutur asertif dalam talkshow Apa Kabar Indonesia Malam di TV One secara umum menggunakan strategi penyampaian secara langsung dan tidak langung. Strategi penyampaian secara langsung ditemukan  dua puluh lima data yang menggunakan tuturan dengan makna yang jelas untuk mencapai pengetahuan bersama, sedangkan strategi penyampaian secara tidak langsung ditemukan enam data. Penyampaian secara tidak langsung bermaksud menghindari konflik, menjalin hubungan harmonis, memperluas topik, menjalani kerja sama atau solidaritas sosial, dan mengupayakan agar komunikasi tetap menyenangkan.

Penelitian ini dapat dijadikan gambaran ke depan, terutama untuk mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian serupa disarankan agar memperdalam teori analisis tindak tutur yang nantinya akan mempermudah dan membantu dalam melakukan analisis. Selain itu, bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian yang serupa diharapkan agar teliti dalam melakukan transkripsi data dari data verbal ke dalam data tulisan. Hal ini penting karena benar salahnya mentranskripkan data akan berdampak jenis dan bentuk tindak tutur.