SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Nilai Mamacah Serat Yusuf di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang

Mohamad Zainudin

Abstrak


ABSTRAK

 

Zainudin, Mohamad. 2013..Nilai Mamacah Serat Yusuf di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd. (II) Indra Suherjanto, S.Pd., M.Sn.

 

Kata Kunci:Nilai,mamacahSerat Yusuf, Lumajang

 

Mamacah Serat Yusuf  merupakan acara tembang yang dilaksanakan dalam upacara siklus hidup masyarakat Desa Pasrujambe dan di dalamnya terdapat banyak nilai. Mamacah Serat Yusuf  dalam pelaksanaannya dilakukan oleh dua orang atau lebih yang terbagi menjadi dua peran yaitu sebagai pamacah(penembang) dan panegghes(penerjemah). Beberapa penelitian sebelumnya meneliti tentang fungsi dan bentuk serta mengkaji teks mamacah. Selain itu, sebagai tradisi lisan yang akhir-akhir ini hampir tidak terdengar lagi keberadaannya dan peminatnya yang semakin sedikit, juga para pelakunya yang  mulai tergerus usia, maka diperlukan pembahasan mengenai  mamacah Serat Yusuf tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan nilai yang terdapat dalam mamacah Serat Yusuf di Desa Pasrujambe Kecamatan Pasrujambe Kabupaten Lumajang. Sejalan dengan tujuan, penelitianinimenggunakanmetode kualitatif dengan pendekatan naturalistik. Data penelitan yang digunakan berupa paparan kegiatan pelaksanaan mamacah Serat Yusuf dalam bentuk audio visual yang diperoleh dari rekaman pelaksanaan mamacah di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia (human instrument), yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan trianggulasi teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, dan dokumentasi). Kegiatan analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, display data, danpenarikankesimpulanatauverifikasi.

Berdasarkan analisis data tersebut, diperolehdua simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, tahap mamacah menjadi tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan penutup. Pada tahap persiapan,tuan rumah mempersiapkan hidangan yang terdiri atas gedhang ayu dan panggang puceng sebagai menu utama, kue basah dan hidangan untuk makan sebelum acara sebagai menu tambahan.Tahappelaksanaan, terdiri atas awal dan inti pelaksanaan, pada tahap awal para tamu undangan datang kemudian dipersilakan menikmati hidangan tambahan oleh tuan rumah dan dilanjutkan dengan sambutan oleh pamacah untuk menyampaikan hajat tuan rumah.Pada tahap inti pelaksanaan, dilakukan pembacaan Serat Yusuf dengan cara ditembangkan tiap satuan pupuh oleh pamacah (penembang), kemudian diterjemahkan dalam bahasa Madura oleh panegghes (penerjemah). Pembacaan tersebut bergantian antara pamacah yang satu dan yang lainnya sampai pembacaan Serat Yusuf selesai. Yang terakhir tahap penutup, pada tahap ini acara ditutup dengan prosesi ogeman (ramalan), yakni orang yang ingin diramal menyelipkan uang kertas ke dalam kitab Yusuf, kemudian dibacakan halaman yang terselipi uang kertas oleh pamacah dan diterjemahkan oleh panegghes, dari sana diramalkan nasib orang tersebut. Setelah rangkaian acara selesai undangan pulang dengan membawa menu utama.

Kedua, nilai yang terkandung di dalam pelaksanaan mamacah Serat Yusuf,di antaranya nilai religius, nilai estetika dan nilai moral. Adapun nilai religius yang terdapat dalam mamacah Serat Yusuf dibagi menjadi dua yaitu religi beragama yang meliputi kepasrahan seperti pada Pupuh XIV bait 54, ketaqwaan tampak pada pembukaan acara yang didahului dengan shalawat Nabi, membaca surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan doa, rasa syukur kepada Tuhan seperti terdapat pada Pupuh XVI bait 34, dan keimanan seperti terdapat pada pupuh I bait 93dan religi non beragama (sinkretisme) yang meliputi ritual mengasapi kitab dengan asap kemenyan dan juga penyebutan nama Tuhan (Allah) dalam Serat Yusuf. Nilai estetika terlihat pada pembacaan Serat Yusufdengan ditembangkan, dan  panegghes dalam menerjemahkan dengan intonasi dan ekspresif. Nilai moral yang meliputi kejujuran seperti pada Pupuh XV bait 20, kesabaran seperti terdapat pada Pupuh XII bait 1, saling memafkan Pupuh XV bait 92,saling membantu dan menolongserta kekeluargaan yang terlihat ketika tahap persiapan yang dibantu oleh para tetangga, dan rendah hati yang ditunjukkan pada saat prosesi oleh pamacahyang memohon maaf  kepada para undangan yang hadir ketika akan membacakan Serat Yusuf.

Berdasarkan penelitian Nilai Mamacah Serat Yusuf di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, diharapkan Pemerintah Kabupaten Lumajang diharapkan dapat mendukung pelestarian acara mamacah Serat Yusuf di Kabupaten Lumajang dengan cara mengadakan pelatihan menjadi pemacah dan mengadakan acara mamacah Serat Yusuf dalam acara-acara tertentu untuk memperkenalkan tradisi ini kepada masyarakat luas, karena dalam  mamacah serat Yusuf  terdapat banyak nilai luhur. Masyarakat lebih sering lagi menggunakan tradisi mamacah Serat Yusuf ini dalam hajatan-hajatan yang diselenggarakan. Dengan begitu masyarakat juga ikut berpartisipasi melestarikannya. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan aspek-aspek yang lebih khusus yang belum ada dalam penelitian ini dapat dilakukan penelitian lanjutan.