SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Menulis Resensi Buku Ilmu Pengetahuan Siswa Kelas IX Semester I

Okta Devi Nurika Santi

Abstrak


ABSTRAK

 

Santi, Okta Devi Nurika. 2013. Pembelajaran Menulis Resensi Buku Ilmu Pengetahuan Siswa Kelas IX  Semester I. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M. Pd., (II) Dra. Ida Lestari, M.Si.

 

Kata Kunci: pembelajaran menulis, resensi, buku ilmupengetahuan

 

Menulis resensi buku ilmu pengetahuan adalah salah satu kompetensi dasar yang diajarkan pada siswa kelas IX semester I sesuai KTSP. Pembelajaran menulis resensi bertujuan agar siswa mampu menerapkan prinsip menulis resensi dan bisa mengembangkan kemampuan menulis resensi. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini meliputi, perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan faktor penunjang pembelajaran menulis resensi buku ilmu pengetahuan di MTsN Tunggangri dan di SMP Negeri 3 Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif studi kasus. Peneliti bertindak sebagai instrument kunci sekaligus pengumpul data. Data meliputi informasi tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirancan goleh guru, yang berupa komponen-komponen RPP, informasi dan tuturan tentang kegiatan/interaksi yang dilakukan guru dan siswa pada saat kegiatan pembelajaran, informasi dan tuturan pada saat penilaian, informasi tentang faktor penunjang pembelajaran menulis resensi buku ilmu pengetahuan. Kegiatan analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi, memilih data yang relevan, mendeskripsikan data, dan menyimpulkan hasil. Untuk mengecek keabsahan data, dilakukan triangulasi teknik, yaitu dengan membandingkan data yang diperoleh dari telaah dokumen, observasi dan wawancara.

Hasil penelitian ini adalah pertama, perencanaan pembelajaran yang dirancang guru memuat identitas RPP sesuai dengan KTSP, kondisi siswa, dan kondisi sekolah. Komponen-komponen RPP yang dirancang oleh guru Bahasa Indonesia di MTsN Tunggangri dan guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 3 Malang memenuhi kelengkapan penulisan identitas sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses. Rumusan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang akan dicapai. Materi pembelajaran yang dipilih sesuai dengan indikator, tujuan pembelajaran, dan kompetensi dasar, walaupun belum dilengkapi dengan contoh. Pemilihan metode pembelajaran bervariasi. Langkah-langkah pembelajaran yang direncanakan rinci dan runtut, walaupun belum dilengkapi dengan penggunaan media. Pemilihan sumber belajar bervariasi. Media pembelajaran belum dicantumkan. Rencana penilaian proses belum dilengkapi dengan rubrik penilaian. Rubrik penilaian kurang sesuai dengan indikator, aspek dan penyekoran belum dipaparkan secara rinci.

Kedua, pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan tujuan kurikulum pelajaran Bahasa Indonesia. Pelaksanaan pembelajaran kurang sesuai dengan perencanaan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dua kali pertemuan sedangkan pada perencanaan tertulis tiga kali pertemuan. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Padakegiatan akhir guru tidak melakukan kegiatan tindak lanjut dan memberikan kesimpulan secara umum pada pertemuan kedua.

Ketiga, penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh guru sesuai dengan salah satu Standar Kelulusan Bahasa Indonesia tingkat SMP/MTs/SMPLB/ Paket B dan juga sesuai dengan salah satu tujuan kurikulum. Penilaian proses dalam kegiatan pembelajaran di MTsN Tunggangri tidak dilakukan selama pembelajaran berlangsung. Guru SMP Negeri 3 Malang menjelaskan ada penilaian proses selama pembelajaran, tetapi tidak dapat diamati karena data berasal dari hasil wawancara. Oleh karena itu, penilaian proses tidak sesuai dengan perencanaan pembelajaran. Penilaian hasil yang dilakukan oleh kedua guru menggunakan teknik penugasan dengan bentuk penilaian yang digunakan adalah penilaian proyek. Penilaian dilakukan dengan menggunakan pedoman penilaian berdasarkan rubrik penilaian. Kegiatan tindak lanjut tidak dilakukan dalam pembelajaran di MTsN Tunggangri, sedangkan di SMP Negeri 3 Malang, kegiatan tindak lanjut dilakukan dengan presentasi individu oleh siswa. Penilaian hasil dilakukan sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang dibuat, meskipun di MTsN Tunggangri tidak dilakukan kegiatan tindak lanjut.

Keempat, faktor penunjang meliputi, minat siswa, sarana dan prasarana, serta frekuensi penugasan. Minat siswa di MTsN Tunggangri ditunjukkan dengan antusiasme menjawab dan mengajukan pertanyaan selama pembelajaran berlangsung. Minat siswa di SMP Negeri 3 Malang ditunjukkan dengan siswa terlibat aktif dalam mencari contoh resensi, menganalisis, dan menyampaikan hasil resensi. Sarana dan prasarana pembelajaran di MTsN Tunggangri kurang memadai karena jumlah bukunya terbatas. Penyediaan buku di SMP Negeri3 Malang memadai dengan jumlah buku yang cukup banyak. Frekuensi penugasan di MTsN Tunggangri dan SMP Negeri 3 Malang dilakukan sekali dalam satu semester.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada guru Bahasa Indonesia dapat mengetahui pemahaman dan kebutuhan siswa selama proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Bagi penelitian lanjutan, penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk merancang pembelajaran yang lebih baik, khususnya dalam pembelajaran menulis resensi buku ilmu pengetahuan.