SKRIPSI Jurusan Sastra Indonesia - Fakultas Sastra UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pengaktifan Skemata Isi Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Teks Bahasa Jawa Siswa SMP

Dwi Esti Murtiningrum

Abstrak


ABSTRAK

 

Murtiningrum, Dwi Esti. 2013. Pengaruh Pengaktifan Skemata Isi Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Teks Bahasa Jawa Siswa SMP. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra  Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurhadi, M.Pd, (II) Dr. Roekhan, M.Pd.

 

Kata Kunci: pengaruh, skemata isi, membaca pemahaman, teks Bahasa Jawa

 

Pengajaran membaca pemahaman, khususnya pembelajaran membaca teks Bahasa Jawa di SMP perlu diajarkan untuk mengoptimalkan kemampuan membaca pemahaman teks Bahasa Jawa siswa. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca pemahaman adalah skemata. Skemata adalah pengetahuan awal yang telah tersimpan dalam memori (ingatan) pembaca sebelumnya. Pengetahuan, pengalaman, dan konsep-konsep tentang segala sesuatu merupakan modal utama untuk membaca.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh  pengaktifan skemata isi terhadap kemampuan membaca pemahaman teks Bahasa Jawa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Jenis desain penelitian yang digunakan adalah desain control group pre-test and post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa regular kelas VII SMP Negeri 15 Malang semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Sedangkan sampel menggunakan teknik purposive sample.

Langkah-langkah desain eksperimen semu sebagai berikut. Pertama, mengidentifikasi karakterisitik populasi, lalu didapat empat kelas yang memiliki karakteristik sama, yaitu sama-sama kelas regular. Siswa kelas VII SMP Negeri 15 Malang yang keseluruhan berjumlah 248 siswa dipilih secara acak dan dengan cara diundi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 kelas dari 6 kelas jumlah kelas keseluruhan populasi yaitu kelas VII-G dan kelas VII-H. Peneliti memilih kelas VII-G dan VII H karena telah melakukan uji homogen. Dari keempat kelas diambil dua kelas yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan instrumen tes pilihan ganda dengan empat alternatif jawaban. Kedua, pemberian pretes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam membaca pemahaman. Ketiga, pemberian perlakuan berupa pengaktifan skemata isi terhadap kelas eksperimen, sedangkan pada kelas kontrol tidak diberikan. Keempat, pemberian postes kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dalam penelitian ini terdiri atas lima data, yaitu (1) skor pretes dan postes kemampuan mengenali bacaan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, (2) skor pretes dan postes kemampuan menyatakan kembali bacaan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, (3) skor pretes dan postes kemampuan menganalisis bacaan secara kritis pada kelas eksperimen dan kelas kontrol,  (4) skor pretes dan postes kemampuan menyimpulkan bacaan secara kritis pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, dan (5) skor pretes dan postes kemampuan menilai bacaan secara kritis pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data hasil penelitian kemudian diolah dengan menggunakan uji-t.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh lima simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, kemampuan mengenali bacaan diketahui thitung 3,397 > ttabel 1,992. Berdasarkan hitungan rerata postes mengenali bacaan diperoleh nilai rerata kelas eksperimen (59,61) lebih tinggi dari kelas kontrol (40,47) sehingga Ha1 yang berbunyi ada pengaruh signifikan pengaktifan skemata isi terhadap kemampuan mengenali bacaan dalam membaca pemahaman teks Bahasa Jawa pada siswa SMP diterima. Kedua, kemampuan menyatakan kembali bacaan diketahui thitung 3,006 > ttabel 1,992. Berdasarkan hitungan rerata postes menyatakan kembali bacaan diperoleh nilai rerata kelas eksperimen (64,10) lebih tinggi dari kelas kontrol (48,57) sehingga Ha2 yang berbunyi ada pengaruh signifikan pengaktifan skemata isi terhadap kemampuan menyatakan kembali bacaan dalam membaca pemahaman teks Bahasa Jawa pada siswa SMP diterima. Ketiga, kemampuan menganalisis bacaan secara kritis diketahui thitung 1,336 < ttabel 1,992. Namun, berdasarkan hitungan rerata postes menganalisis bacaan secara kritis diperoleh nilai rerata kelas eksperimen (64,95) lebih tinggi dari kelas kontrol (55,55) sehingga Ha3 yang berbunyi ada pengaruh signifikan pengaktifan skemata isi terhadap kemampuan menganalisis bacaan secara kritis dalam membaca pemahaman teks Bahasa Jawa pada siswa SMP ditolak. Keempat, kemampuan menyimpulkan bacaan secara kritis diketahui thitung 3,156 > ttabel 1,992. Berdasarkan hitungan rerata postes menyimpulkan bacaan secara kritis diperoleh nilai rerata kelas eksperimen (55,89) lebih tinggi dari kelas kontrol (40,47) sehingga Ha4 yang berbunyi ada pengaruh signifikan pengaktifan skemata isi terhadap kemampuan menyimpulkan bacaan secara kritis dalam membaca pemahaman teks Bahasa Jawa pada siswa SMP diterima. Kelima, tidak ada pengaruh signifikan pengaktifan skemata isi terhadap kemampuan menilai bacaan secara kritis teks Bahasa Jawa siswa karena diketahui thitung 0,059 < ttabel 1,992. Namun, berdasarkan hitungan rerata postes menilai bacaan secara kritis diperoleh nilai rerata kelas eksperimen (50,42) lebih tinggi dari kelas kontrol (50,00) sehingga Ha5 yang berbunyi ada pengaruh signifikan pengaktifan skemata isi terhadap kemampuan menilai bacaan secara kritis dalam membaca pemahaman teks Bahasa Jawa pada siswa SMP ditolak.

Hal-hal yang disarankan untuk peneliti selanjutnya yang hendak meneliti tentang pengaktifan skemata isi sebaiknya memberikan perlakuan lebih dari dua kali perlakuan untuk memaksimalkan hasil dan hendaknya lebih mengoptimalkan pembelajaran pengaktifan skemata isi dengan tiga bentuk pengaktifan skemata secara intensif. Bagi guru Bahasa Jawa hendaknya lebih banyak melatih siswa dalam melaksanakan kegiatan menganalisis dan menilai bacaan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman teks Bahasa Jawa siswa, serta melaksanakan kegiatan bimbingan membaca teks Bahasa Jawa yang lebih intensif pada siswanya.